JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 077 - KEPONAKANKU!


__ADS_3

Saat Anna keluar dari pintu rumah,


“Itu dia!!!”


“Astaga!!”


“Dia keluar!!!


“Permisi, Nona!!!”


“Bisakah aku meminta tanda tanganmu?”


Semua orang langsung berdempetan dan berusaha mendekat saat Anna keluar dari pintu rumah.


Jane hanya bisa menghalangi para remaja agar tak mendekat dan membuat Anna merasa tak nyaman.


“Aku minta maaf, tapi aku tak punya tanda tangan.”


Anna berhenti dari langkahnya di depan para kerumunan para remaja.


“Akan tetapi, apa kalian mau berfoto saja? Kurasa itu lebih mudah.”


Anna malah mengajak para remaja itu untuk berfoto, yang membuat mereka tak mungkin menolak kesempatan itu.


“Tentu, Nona!”


“Itu yang kami tunggu!”


“Astaga!”


Para remaja pun sangat bergembira mendengar Anna yang mengajak untuk berfoto bersama.

__ADS_1


“Baiklah, Nona. Biarkan aku yang memotret.”


Salah satu remaja pun mengeluarkan kamera yang dibawanya, lalu menawarkan diri untuk memotret.


Bibi dan Jane pun hanya bisa tersenyum dan tetap mengawasi Anna, saat Anna mulai berjalan ke depan para gerombolan remaja.


Mereka pun mulai berfoto dan berselfie bersama Anna, dan mengambil foto sebanyak-banyaknya dan sepuas yang mereka mau.


Beberapa saat kemudian, para remaja pun membubarkan dirinya setelah mereka puas dan telah mendapatkan banyak foto Anna di kameranya masing-masing.


Saat Jane akan mengantar kembali Anna ke dalam rumah, Anna pun menolak dan menyuruh Jane untuk mengantarnya ke klinik yang terletak di gedung kantor PASGA.


Sepertinya, Anna akan menemui dokter klinik dan meminta beberapa obat untuknya.


Jane pun hanya menuruti kemauan Anna dan mengantarnya ke kantor PASGA.


***


Roy memanggil Anna sebelum ia akan keluar dari gedung itu.


“Anna, Keponakanku!!!!”


Roy menyapa Anna dan langsung memeluknya dari belakang secara tiba-tiba, yang membuat Anna terkejut karena tak mengetahui siapa orang yang memeluknya itu.


Bibi dan Jane pun hanya diam dan tak berani melawan saat melihat adik Agnes yang datang dan menemui Anna.


“Astaga, Anna. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu secara langsung,” ucap Roy yang masih memeluk Anna.


“Siapa kau?”


Anna pun melepaskan Roy dari pelukannya.

__ADS_1


“Aku? Aku adalah pamanmu, Anna. Aku adik adalah adik ibumu saat ini. Astaga. Kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Ckckckckck.”


Anna pun masih terdiam dan entah apa yang sedang dipikirkannya.


Saat itu juga, Roy melihat Agnes, asisten pribadinya dan John yang juga berjalan ke pintu keluar gedung. Sepertinya, Agnes dan John telah selesai berbicara dan membuat rencana untuk mengalahkan Tom.


Tanpa basa-basi, Roy pun langsung menyapa Agnes.


“Hei, Kakak! Aku disini!”


Roy berteriak dan melambaikan tangannya saat melihat Agnes yang akan berjalan menuju pintu keluar.


Betapa terkejutnya Agnes saat melihat Roy adik tirinya sendiri yang sudah bersama Anna di dalam gedung.


Agnes sudah berpikir, Roy pasti mempunyai niat dibalik ia sengaja datang ke gedungnya dan menemui Anna.


Karena Agnes masih diam berdiri di tempatnya, Roy pun berjalan sendirian mendekati Agnes dengan senyuman kecil di wajahnya.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Agnes.


“Aku? Aku hanya menemui keponakanku, Kak. Apa itu tak boleh?” ucap Roy.


“Apa? Keponakan katamu?”


“Ya. Tentu saja dia keponakanku.”


Roy mendekati Agnes, lalu berbisik di telinganya,


“Dia adalah seorang putri kakak iparku, jadi, bukankah dia keponakanku? Hahahaha.”


Roy pun kembali menjauh dari telinga Agnes.

__ADS_1


__ADS_2