JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 082 - “SIAL, AKU TERTIPU!”


__ADS_3

John yang masih terlihat bingung pun segera masuk ke dalam villa Roy untuk melihat, apakah Anna berada di dalam villa itu.


Dan benar saja, saat John telah berada di dalam villa, ia melihat Anna yang sedang duduk di sofa.


Anna pun berdiri dan menyapa John saat melihat John yang baru tiba di villa itu.


“Kenapa kau lama sekali? Aku sudah menunggumu dari tadi,” ucap Anna.


Dengan nafas yang ngos-ngosan, John masih diam dan melihat di dalam villa itu.


“Duduklah, John. Aku sudah menyiapkan banyak makanan. Kau pasti lapar, bukan? Hahahahaha.”


Roy sepertinya sangat senang karena berhasil menipu John dan membuat John masih terlihat kebingungan.


“Selamat datang, Tuan John. Apa kau terkejut?”


Bibi pembantu di rumah persembunyian Anna pun juga berada di villa itu yang membuat John semakin terkejut lagi. Bibi keluar dari dapur dan membawa beberapa makanan untuk dihidangkan di meja makan.


“Halo, Tuan John. Mari kita makan.”


Jane pun juga muncul membawa makanan membantu Bibi menyiapkan semuanya. Ia hanya tersenyum dan menyapa John dengan sikap centil seperti setiap harinya.


Entah apa maksud Roy dengan mengajak semua pengawal dan Bibi yang menjaga Anna menuju ke villa itu.

__ADS_1


Sepertinya Roy ingin mencari perhatian mereka dengan berpura menyelamatkan mereka dari Agnes, alih-alih berharap dengan tujuan lain yang akan ia cari.


John yang melihatnya pun masih bengong dan baru benar-benar menyadari jika ia sedang ditipu.


“Sedang apa kau? Duduklah! Apa lagi yang kau cemaskan? Hahahaha.”


John masih tertawa karena melihat John yang kebingungan dan panik karena menghilangnya Anna.


“Aku tertipu. Sial!” gumam John lirih.


Setelah menenangkan dirinya, John menelpon Agnes dan memberi kabar bahwa ia berhasil menemukan Anna.


“Ya? Bagaimana?” tanya Agnes melalui telepon.


John pun memberikan ponselnya kepada Roy.


“Halo, Kak. Kau cukup khawatir, bukan? Aku akan pergi bersama Anna sebelum aku pergi ke luar negeri, tak masalah, bukan?”


Roy mengambil ponsel John dan duduk di sofa bersebelahan dengan Anna.


“Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya? Apa kau mempermainkanku?” ucap Agnes.


“Astaga. Maafkan aku, Kak. Aku belum sempat memberitahumu. Anna bilang, dia ingin menghirup udara segar. Maka itu, aku pun mengajaknya pergi ke villaku.”

__ADS_1


“Hmmmm. Begitukah? Aku hampir membunuh istri mu, karena kau tak memberitahuku lebih dulu,” ucap Agnes.


“Kak! Apa kau tak mengenalku? Jika kau terus mengomel padaku, aku akan semakin berbuat semauku dan bisa berbuat lebih keji darimu, Kak.”


Roy pun langsung mematikan teleponnya saat ia sudah mulai kesal dengan Agnes.


***


Setelah makan siang bersama, John dan Anna pun berjalan berdua di tepi pantai, sembari menikmati senja di sore hari.


“Apa kau terkejut, saat aku menghilang?” tanya Anna.


“Ya, sedikit. Aku cukup terkejut dengan itu. Apalagi saat dia bilang, jika aku tak datang sendiri, maka kau berada dalam bahaya,” ucap John.


“Aku pun sama terkejutnya denganmu sebelumnya. Pamanku ternyata sangat pandai berakting.”


“Apa? Paman?” tanya John.


“Ya. Paman. Aku sudah memutuskan untuk memanggilnya paman.”


John pun hanya menatap Anna dengan tatapan yang menunjukkan ketidak setujuan dengan itu.


“Astaga. Aku sangat suka tempat ini.”

__ADS_1


Anna pun berlari kecil di atas pasir pinggiran pantai. Ia sepertinya sangat menikmati pemandangan dan suasana indah di pantai itu.


__ADS_2