
Mobil yang membawa Anna pun melani dengan kencang, dengan Jane yang mengikuti mobil itu dari belakang.
Setibanya mereka di rumah sakit, Roy langsung memasuki rumah sakit dan menemui salah satu dokter kenalannya.
Roy pun meminta pada kenalannya untuk menemaninya menemui dokter psikolog yang ada di rumah sakit itu.
Setelah sampai di ruangan dokter,
“Baiklah, Anna, kau mungkin akan terkejut saat melihat dokternya. Masuklah!”
Dengan perlahan, Anna pun berjalan dan memasuki ruangan dokter itu, dengan John yang mengawalnya dari belakang.
Sebelum Anna memasuki ruangan, John menyuruh Anna untuk menunggu di luar, sembai John masuk dan memeriksa ruangan itu terlebih dahulu.
Setelah dirasa cukup aman, John pun menyuruh Anna untuk memasuki ruangan itu dan menemui dokter.
John menutup pintu ruangan saat Anna telah berada di dalamnya, lalu berdiri di depan pintu untuk menjaga.
Roy yang melihat John pun hanya bisa tersenyum sinis dan terlihat seperti merencanakan sesuatu.
“Astaga. Sudah kubilang, bukan. Membawa Anna kemari lebih ada untungnya daripada mengajaknya berjalan-jalan,” ucap Roy yang hanya diabaikan oleh John.
“Namamu John, bukan? Bisakah kita mengobrol sebentar?”
__ADS_1
Roy berjalan mendekati John dan mengajaknya untuk mengobrol empat mata.
“Nona Jane, tolong tunggu disini sebentar, ya!”
“Baik, Tuan.”
Mereka berdua pun menuju balkon rumah sakit untuk mengobrol empat mata.
“Kau tak perlu cemas, John. Konsultasi psikologis dan tes memang membutuhkan waktu yang cukup lama.”
Roy menenangkan John saat John terus melihat jam tangannya sedari tadi.
John hanya menghiraukan ucapan Roy dan melihat pemandangan bukit dari balkon rumah sakit.
“Tak usah berbasa-basi dan langsung saja, apa yang ingin kau katakan padaku sekarang?”
John pun mulai emosi karena Roy terus basa-basi dengannya.
“Bergabunglah denganku, John. Maksudku, kau bisa bergabung dengan Anna dan meninggalkan kakakku.”
Karena Roy mengetahui kemampuan John, ia pun tak segan untuk mengajaknya bergabung dengannya dan menghianati kakaknya sendiri.
“Apa maksudmu?” tanya John.
__ADS_1
“Aku tak tahu, kenapa orang berbakat sepertimu bekerja untuk orang seperti kakakku. Bakat istimewamu sangat disayangkan jika kau bekerja dengannya, John.”
“Baiklah. Sebutkan semua persyaratannya. Akan kupenuhi semua yang kau sebutkan. Uang tunai? Villa mewah di pinggir pantai? Sebutkan saja, John!”
“Aku bahkan bisa memberimu dua, tiga kali lipat, dari apa yang telah diberi oleh kakak, dan kakak iparku padamu.”
Roy terus membujuk John agar ia mau bergabung bersamanya.
Sepertinya, Roy sedang berusaha mengambil hati Anna, agar ia mau berpaling dari Agnes, karena Roy mengetahui bahwa Anna pun juga sangat membenci Agnes.
“Hei! Kau mungkin berpikir aku tak lebih kaya dari kakakku. Akan tetapi, tidak seperti itu faktanya. Aku adalah seorang presdir salah satu perusahaan terbesar di Amerika!”
“Aku bahkan yakin bisa lebih kuat dan lebih kaya daripada presiden dengan masa jabatan 5 tahun dan sepuluh tahun sekalipun.”
Roy terus menyombongkan dirinya sendiri di depan John, yang membuat John semakin muak mendengarnya.
Sepertinya Roy tak mengetahui, jika alasan John bekerja dengan kakaknya adalah, hanya untuk membalas dendam kepada Tom.
“Ckckckckck. Kurasa kau tak akan bertahan lima tahun dengan posisi yang kau miliki saat ini.”
John membalikkan perkataan Roy yang terus menyombongkan dirinya sendiri.
“Apa? Hahahahahahaha. Kau benar, John. Aku tak akan menjadi presdir lagi, jika Anna juga telah tiada.”
__ADS_1
Roy tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan John yang sama sekali tak peduli dengan kekayaan yang ia miliki.