JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 033 - TIM VIP.


__ADS_3

“Hei. Kau baik-baik saja?” tanya salah satu pasukan PASGA yang sedang berdiri dan mandi di sebelah John.


John hanya menoleh kepada orang yang memanggilnya tanpa balik meresponnya.


Saat John kembali menatap cermin, ia baru menyadari seseorang akan menyerangnya dari belakang.


Dengan cepat, John menunduk dan menghindari pukulan itu, lalu menjegal kakinya hingga terjatuh.


Saat para pasukan PASGA lainnya mulai menyerang John, John memasang kuda-kuda dan mulai menghabisi orang-orang yang menyerangnya.


Dengan rambut dan wajah yang masih penuh dengan busa, John dapat melumpuhkan orang itu satu persatu.


“Hei! Hei! Sudah. Pergilah!” John menyuruh orang yang berjatuhan untuk pergi dan berhenti menyerangnya.


“Sial! Jangan seperti banci! Tunggulah sebentar. Aku akan membasuh busa dari kepala dan mataku.”


John menyeka matanya yang terkena busa, lalu membasuh busa itu menggunakan kran.


Setelah John membasuh busa dari tubuhnya, ia kembali menghajar semua pasukan PASGA yang berani mendekatinya.


Setelah beberapa orang dari pasukan PASGA tumbang, John mengambil sabun cair dan menuangkannya ke lantai kamar mandi dan berjalan ke pintu keluar.


“Hei! Awas, lantainya licin.”

__ADS_1


John terus menuangkan sabun itu ke lantai, agar para pasukan lain yang masih tersisa tak mengikutinya.


Setelah John berjalan jauh dari gerombolan pasukan, tiga orang dari pasukan yang tersisa berusaha mengejarnya, dan,


*BRUKK!!!!


Tiga orang dari pasukan PASGA itu terpeleset dan jatuh ke lantai yang telah diberi sabun oleh John.


“Astaga. Sudah kubilang, bukan? Lantainya sangat licin. Kalian sangat bebal. Ckckckckck.”


Sebelum John pergi meninggalkan kamar mandi, salah satu orang memangil dan mengajaknya bertarung.


“Hei, ayo bertarung!”


John membawa mereka mendekati bak mandi berukuran 5x5 dan mengajaknya bertarung disana.


John sengaja membawanya ke bak mandi, karena John tak mau mau menghajar pasukan PASGA seperti sebelumnya.


Ia hanya memberi pukulan biasa yang cukup untuk menumbangkan pasukan itu satu persatu.


John merebut salah satu handuk yang ada, lalu menggunakannya sebagai sarung tinju.


Setelah semua pasukan PASGA telah dikalahkan oleh John, John beranjak dari bak mandi.

__ADS_1


Saat ia akan keluar, ia melihat semua pasukan PASGA yang telah terkapar kesakitan.


“Sial! Dasar cecunguk bodoh!”


John melempar handuknya yang tepat mengenai muka salah satu pasukan PASGA, lalu pergi keluar dari kamar mandi.


Tak lama setelah John keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamarnya, Sam bersama Jack pun datang ke kamar mandi.


Mereka berdua melihat semua pasukan PASGA yang ada di kamar mandi sudah terkapar tak berdaya.


“Hahahahahaha!!!! Apa kubilang? Benar bukan?”


Sam pun malah menertawai semua pasukan PASGA yang telah tumbang karena dihajar oleh John.


Begitupun dengan Jack, ia hanya berdiri dan tak mengeluarkan sepatah kata pun saat melihat beberapa anak buahnya telah dihajar oleh John seorang diri.


Setelah puas menertawakan pasukan PASGA yang telah dihabisi oleh John, Sam menyuruh Jack mengumpulkan semua tim VIP PASGA untuk berkumpul dalam ruangan khusus dan memperkenalkan John sebagai anggota baru.


Semua tim VIP PASGA mengenakan setelan full dress dengan dasi yang berwarna hitam, termasuk John yang sudah terlihat semakin tampan saat mengenakan setelan itu.


John duduk di kursi paling depan, dimana semua tatapan mata tertuju padanya.


Jack sebagai ketua PASGA berdiri di depan dan berbicara pada semua anggotanya.

__ADS_1


__ADS_2