
Semua berjalan sesuai keinginan ku, dan aku lebih awal menjalani program interensif atau dokter magang.
Aku juga di terima di klinik bang Josua, dan disini posisi sebagai pendamping atau asisten dokter saat melakukan serangkaian perawatan kulit terhadap pasien.
Klinik kecantikan ini sudah banyak memiliki pasien reguler, dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat pasien ini bertahan dan berkembang.
Dokter ahli estetika yang berkompeten dan didukung oleh peralatan medis yang cukup lengkap dan terkini.
Khususnya perawatan kulit biar glowing dan awet muda.
Perawatan kulit wajah, ketiak, ************ dan stregmag.
Perawatan kulit wajah dengan berbagai treatment guna mendapatkan kulit wajah yang glowing, cantik dan tentunya sehat.
Untuk kulit ketiak yang hitam dan berbau, ada treatment khusus untuk menghilangkan bulu, flek hitam dan juga bau tak sedap karena pengaruh bakteri.
************ atau paha, biasanya terjadi pada perempuan saat menstruasi. serta disebabkan oleh pengaruh hormon yang tidak tidak stabil. hal itu tentunya mengurangi rasa percaya diri, terkhusus bagi gadis yang hendak mau menikah.
Stregma adalah lipatan kulit yang bergelombang, pada perut dan paha.
Sregma sering terjadi pada wanita setelah melahirkan, karena tubuh melar saat mengandung anak dan kembali kempes setelah melahirkan.
Sehingga menimbulkan lipatan dan biasa berbeda warna dengan warna kulit lainnya, tentunya itu mengurangi rasa percaya diri dan sangat mengganggu kecantikan dan keindahan kulit.
"hei....
Melamun aja, masuk sore ya di klinik semesta?"
Kak Maria datang bersama rekan kerjanya dan hal itu mengagetkan Ku.
"iya kak, dua minggu ke depan akan selalu masuk sore.
Mamak nyuruh Aruna pulang ke rumah, katanya ada hal penting yang mau di sampaikan mamak.
Aku takut loh kak, takut kalau mamak menjodohkan Aruna ke Jodi."
"uhmmm....."
Bang Josua, suami dari kak Maria datang menghampiri kami. sepertinya beliau sudah siap praktek.
"kakak mu akan menginap di rumah sakit, karena sudah menjelang hari kelahiran.
Nanti biar mami yang menemani kakak mu untuk sementara, dan nanti abang yang menemani mu untuk pulang ke rumah."
"ngak usah bang, mamak kami agak lain. bisa-bisa mamak berkata kalau abang dan kakak yang sudah mempengaruhi Aruna untuk membangkang.
Aruna memilih tinggal disini, karena dekat ke klinik semesta. lalu dekat ke kampus, karena masih ada beberapa hal yang harus Aruna lakukan di kampus.
Disini juga Aruna ngak tinggal sendirian kok, ada Icha, Luna dan Tari.
__ADS_1
Lagi pula bang Sahala sering kok datang kemari untuk melihat keadaan Aruna."
"kalau begitu kamu hadapi dulu ya, Aruna tenang dan jangan panik.
Semua masalah pasti ada solusinya, hadapi dengan tenang dan pikiran jernih.
Abang yakin kalau Aruna mampu menghadapinya.
Jika benar-benar terkendala, nanti kita cari solusinya bareng-bareng ya.
Hadapi aja dulu, jangan takut dan selalu jaga sopan santun mu ya.
Biar bagaimanapun mertuaku itu, adalah bapak dan ibumu.
Aruna harus menghormatinya, seperti yang tertulis pada hukum taurat yang kelima.
hormati kedua orang tua, agar berkah hidup mu di dunia dan akhirat nantinya.
Jangan menjadi anak durhaka, tapi hadapi dengan akal sehat."
Nasihat dari bang Josua, dan hal ini perlu di pertimbangkan dan harus menghadapi mamak dengan kepala dingin.**
Libur dari klinik semesta dan sengaja ganti shift kerja di klinik kecantikan milik keluarga kakak ku ini.
Lalu bersiap-siap untuk pulang ke rumah orang tua ku.
Hanya butuh satu jam perjalanan, karena masih jam sibuk di pagi hari dan akhirnya sampai juga di rumah.
Betapa terkejutnya diriku ini, melihat ada mobil yang asing bagiku yaitu mobil yang biasa di kendarai Yogi.
"akhirnya sampai juga calon parmaen ku, apa kabar sayang."
Calon menantu maksud nya, perempuan yang sok akrab ini adalah adik perempuan bapak yang kami panggil dengan panggilan bou. bou kami ini yang menginginkan ku menjadi istri anaknya yaitu Yogi.
"sehat bou, dan semuanya lancar sesuai harapan.
Tidak seperti anak bou, yang di drop out dari kampus dan menjadi mahasiswa abadi di kampus swasta."
"ngak penting kali itu, yang penting itu kalau Aruna sudah menjadi dokter lalu menjadi istri Yogi."
"najis...."
"Naura....."
Bapak langsung membentak ku, karena aku menghina anak adik perempuannya.
"kalau Aruna ngak suka, bukan berarti harus menghina."
"memang ngak suka, dan kenapa Aruna di suruh ke rumah ini hanya bertemu dengan manusia ini?"
__ADS_1
Bapak sudah marah dan akhirnya mamak yang mendekati ku.
"Aruna kan punya utang sama mamak, jadi sudah sepantasnya Aruna membayar utang tersebut.
Utang pendidikan mu selama menjadi menjalani kuliah dokter."
"mamak harus menepati janji, waktu dalam perjanjian itu delapan tahun.
Sementara ini masih enam tahun mak, dan jika mamak memaksa kehendak mamak itu artinya mamak ingkar janji.
Aruna hanya menagih janji mamak, dan tidak akan pernah menikah dengan pria ini.
Jika seandainya hanya pria ini laki-laki di dunia ini, lebih Aruna menjadi jomblo seumur hidup."
"ngak bisa gitu Aruna, kamu harus membayar nya sekarang berikut dengan bunganya dan kalau ngak kamu menikah dengan Yogi."
"mamak sudah ingkar janji, dan Aruna ngak mau bayar sebelum tempo waktu nya.
mamak ngak bisa seenaknya gitu dong, janji adalah janji dan mamak ngak bisa bicara seperti itu.
Aruna ngak mau tau dan hanya mulai mencicil utang setelah jatuh tempo nya."
Mamak terlihat menahan emosinya, dan aku ngak perduli akan sikapnya yang aneh itu.
Janji adalah janji dan mamak harus menepati janjinya seperti aku yang menepati janji pada mamak.
Menyelesaikan kuliah kedokteran secepatnya dan akan segera menjadi dokter umum, karena itulah janji ku kepada mamak dan kelak nanti akan mencicil utang pendidikan kepada mamak.
"mamak punya utang ke bou mu, utang mamak itu berupa modal kerja saat ini.
Aruna yang menjadi jaminan nya, kelak kamu akan menjadi istri Yogi dan utang mamak akan lunas."
Sebenarnya aku kurang percaya dengan pernyataan mamak ini, karena aku jelas sifat dari mamak ku.
"emangnya berapa utang mamak?"
Mamak menatap ku dan tersenyum sinis ke arahku.
"utang mamak lima milyar ke bou mu."
"mamak pikir Aruna akan percaya? jika seandainya seluruh harta kekayaan bou itu di jual dan tidak mungkinlah mencapai lima milyar.
Tapi jika semua harta mamak di gabungkan, dan Aruna yakin bisa mencapai lima milyar.
Atau mamak mau menjual ku?"
"tutup mulutmu Aruna."
Sebenarnya itu kata yang tepat, yaitu menjual ku dengan kedok sinamot atau mahar yang akan di minta oleh mamak ke orangtuanya Yogi.
__ADS_1