
"Apa kabar Tuan Bisma?? Ternyata kau masih berani datang ke sini" Siara seorang pria yang mencegah kepergian Bisma dari belakang.
"Om??" Bisma begitu terkejut dengan seseorang yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.
"Bagaimana?? Apa kau sudah berhasil membuat wanita itu lenyap dari dunia ini?? Atau justru kau jatuh ke dalam perangkap cintanya??" Tanya pria paruh baya itu.
Apa yang Bisma takutkan akhirnya terjadi juga. Sudah sejak beberapa hari yang lalu pria yang ada di depannya itu selalu menanyakan kabar Mesya. Dia ingin menagih janji Bisa untuk membalas dendam atas kematian anak sulungnya, Alya.
Yaa, pria yang ada di depan Bisma saat ini adalah Kusworo, Ayah dari Alya.
"Apa maksud Om??" Bisma pura-pura tidak tau apa yang sedang di bicarakan Kusworo itu. Dia juga harus memikirkan keselamatan Mesya saat ini.
"Jangan pura-pura bodoh Tuan Bisma!! Tentu saja kau tidak akan lupa dengan janjimu untuk membuat wanita itu bernasib sama dengan Alya. Tapi apa nyatanya?? Kau justru melunak di hadapan wanita itu" Bisma kini cukup terpojok karena ternyata Kusworo mengawasinya selma ini.
"Aku sudah menduganya dari awal kalau semuanya akan jadi seperti ini. Kau tidak akan tega membalas perbuatan wanita itu. Terlebih lagi wanita itu cantik dan pintar. Tentu saja pria seperti mu ini akan mudah berpaling dari Almarhum Alya. Makanya aku juga mengawasinya selama ini" Bisma benar-benar kecolongan kali ini. Dia sama sekali tidak menyadari jika ada Kusworo juga mengirim orang di dekat Mesya.
"Dulu aku sempat percaya pada mu. Hingga semua bukti kejahatan wanita itu pun aku tidak memegangnya. Tapi ternyata kau berkhianat!!" Lanjut Kusworo masih dengan kemarahan yang terlihat di dalam matanya.
"Om, sebelumnya saya minta maaf, it...."
"Aku tidak butuh maaf darimu!! Yang aku inginkan hanya penderitaan wanita itu!!" Kusworo adalah seorang pria biasa yang menyimpan dendam atas kematian putrinya. Sampai saat ini api kemarahan itu belum juga padam.
"Tapi Om, kalau Om memang benar-benar mengawasinya selama ini. Tentu saja Om tau jika Mesya sudah hancur dan terpuruk. Saya juga baru beberapa hari ini muncul di hadapannya. Dia sedang hamil Om, jadi saya mohon jangan sakiti Mesya" Beberapa hari ini memang Bisma dihantui rasa cemas karena pesan dari Kusworo beberapa hari yang lalu. Bisma takut Ayah dari Alya itu nekat menemui Mesya sendiri dan menyakitinya.
Saat pulang dari rumah Alya beberapa hari yang lalu, saat itulah Kusworo pertama kali mengirim pesan kepada Bisma.
"Tuan Bisma, bagaimana kabar wanita itu?? Apa kau sudah menepati janjimu?? Atau aku harus turun tangan sendiri agar semuanya cepat selsai??"
__ADS_1
Begitulah kiranya isi pesan dari Kusworo yang membuat Bisma ketakutan.
"Tentu saja kau tidak ingin menyakitinya lagi Tuan Bisma, karena anak yang di kandung wanita itu adalah anakmu kan??"
Bisma dari tadi sengaja menyembunyikan fakta itu untuk melindungi Mesya dan calon bayinya. Namun ternyata Kusworo tau lebih dulu.
"Ternyata balas dendam seperti ini yang kau inginkan Tuan Bisma. Kau tidak mau rugi jika di sajikan makanan selezat itu, makanya kau benar-benar mengkhianati putriku"
"Tolong jangan asal bicara Om!!" Bisma masih menahan emosinya di hadapan Kusworo, karena dia adalah Ayah kekasihnya. Jika saja dia orang lain, sudah bisa di pastikan Kusworo babak belur saat ini juga.
"Kenapa memangnya?? Kenyataannya seperti itu kan?? Kemarahan mu yang dulu begitu berkobar kini sudah madam karena anak itu. Kau menjadi goyah karena hadirnya anak itu. Aku tau kau dulu sengaja memperk*sanya untuk membuat dia putus asa dan bernasib sama dengan Alya kan?? Tapi nyatanya hatinya lebih teguh dari Alya. Hingga dia bisa bertahan sampai saat ini dan membuatmu bertekuk lutut" Kusworo tertawa sinis melihat Bisma yang seakan sedang di mabuk cinta oleh perempuan yang membu nuh anaknya.
"Perbuatan Mesya mesya memang salah Om. Dia sudah mengakui kesalahannya, dia juga sudah menerima ganjaran atas perbuatannya. Bukan hanya itu, dia juga sempat datang ke rumah Om untuk meminta maaf karena menyesali semua perbuatannya. Tidakkah dia mempunyai kesempatan ke dua untuk berubah Om??" Sungguh ini pertama kalinya ada orang yang menekan Bisma seperti itu.
Mereka berdua masih berdiri di sisi makam Alya yang sepi di pagi hari itu. Bisma yakin kalau saat ini Ferry sudah mengumpat habis dirinya yang tak kunjung kembali.
"Satu lagi. Aku juga tidak peduli tentang anak di dalam kandungan wanita itu" Imbuh Kusworo tanpa berbalik menatap Bisma.
"Om!! Jangan lakukan apapun kepada mereka. Om!!" Sahutan Bisma itu sama sekali tak di gubris oleh Kusworo. Pria itu berjalan meninggalkan area pemakaman itu berlawanan dengan Bisma.
"Bagaimana ini Alya?? Apa yang harus aku lakukan??" Tanya Bisma pada gundukan tanah di depannya.
*
*
*
__ADS_1
"Lama banget sih Bos!!" Protes Ferry saat Bisma baru saja masuk ke dalam mobilnya.
"Tadi ketemu Ayahnya Alya" Ucap Bisma tak bisa menyembunyikan kecemasannya.
"Terus kenapa?? Kalian kan mantan calon menantu mertua, harusnya seneng dong??" Ferry yang tak tau apa-apa merasa aneh melihat wajah Bisma yang tak secerah tadi saat keluar dari mobil.
"Ternyata dia selama ini mengawasi Mesya Fer. Kita kecolongan" Ucap Bisma membuat Ferry terkesiap langsung menoleh kebelakang di mana Bisma duduk saat ini.
"Apa Bos??"
"Dia tau kalau aku sudah memaafkan Mesya. Dia juga tau kalau Mesya sedang mengandung anakku" Bisma menyandarkan kepalanya ke belakang. Dia tidak tau harus berbuat apa saat ini. Memikirkan cara menghentikan Ayahnya Alya juga otaknya sedang buntu saat ini.
"Terus apa yang dia katakan Bos??"
"Dia menagih janji tentang balas demam itu. Dia mau kalau rencana itu segera selesai. Sedangkan Gue udah nggak sanggup menyakiti Mesya lagi. Gue cinta sama dia dan calon anak kita. Gue nggak mau menyesal lagi Fer. Tapi gue ngga tau harus gimana sekarang" Bisma meraup wajahnya dengan kasar.
"Sepertinya membawa Mesya ke apartemen lebih aman Bos" Usul Ferry.
"Mesya ingin tetap tinggal di rumah itu. Gue juga nggak mungkin kasih tau ke Mesya Alasannya kenapa. Bisa-bisa Mesya menjauh dari gue karena takut gue memaksanya"
Saat ini Bisma benar-benar bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang untuk melindungi Mesya.
"Apa yang akan Ayahnya Alya lakukan kalau seandainya lo tetap melindungi Alya Bos??"
"Dia ingin menyakiti Alya dengan caranya sendiri"
Ferry ikut lemas mendengar apa yang di katakan Bisma. Sudah berbulan-bulan ini Ferry melihat sendiri bagaimana Mesya bertahan hidup di dunia yang berbanding terbalik dengan dunianya yang dulu. Mana mungkin Ferry tega melihat Mesya kembali tersakiti oleh orang-orang yang masih menyimpan dendam kepadanya.
__ADS_1