
Panas yang sangat terik pada suatu siang, aku mendapat telepon dari kantor polisi memintaku untuk datang.
Pikiranku melayang kemana mana.
Saat itu juga aku langsung ke kantor polisi seperti yang ditunjukan. Setelah ditanya maksud dan tujuanku Aku digiring masuk kedalam sebuah ruangan sempit dan pengap. Ruang tahanan.
🌾🌾🌾
Mengenakan kaos singlet putih, celana pendek, aku hampir tak mengenali pria di depanku. Orang yang terdekat dalam kehidupanku seperti orang asing yang tak pernah kukenali. Seperti copet yang baru tertangkap di pasar. Duduk di lantai dalam keadaan tak berdaya. Miris rasanya.
Aku tak berkata apa, hanya air mata kurasa mengenang di pelupuk mata. Sebongkah batu besar terasa menyesak di dada. Tak sampai hati Aku memandangi pria di depanku lebih lama, aku keluar dari ruangan itu.
Tak pernah terbayangkan pula dalam kehidupanku berurusan dengan Hotel Prodeo. Dia Bintangku. Bapak dari anakku. Meringkuk sendirian didalam sana.
Bintang dilaporkan dengan tuduhan Wan Prestasi untuk pekerjaan yang tak pernah diselesaikannya.
Berdasar kontrak kerja dia diharuskan membayar denda sebesar 50 juta. Sang penuntut, clientnya akan mencabut tuntutannya bila Bintang sanggup mengganti dengan membayar dendanya.
Entah sampai kapan dia selalu bermasalah dengan keuangannya mau tidak mau akhirnya harus melibatkanku dalam penyelesaiannya.
Kegemarannya berhutang dan tidak menepati janji untuk membayarnya membuat aku kerepotan menutup nutupinya. Aku seperti berjalan selangkah mundur dua langkah, kadang tenggelam.
Tanpa pikir panjang Aku mengerahkan seluruh kemampuanku mencari pinjaman ke beberapa orang teman.
Dalam waktu relatif singkat aku bisa mengumpulkan sejumlah uang yang dibutuhkan untuk membebaskan Bintang dari tahanan.
__ADS_1
“Buat apa sih bu.. orang kaya gitu dibela bela?” Kata petugas di kantor kepolisian ketika aku menandatangani seluruh berkas perkara.
Aku diam saja. Tidak tahu jawabannya, yang kurasakan hanya kasihan dan kasihan.
Malam itu Bintang pun keluar penjara setelah seminggu lamanya mendekam di sana. Statusnya masih harus menjadi tahanan rumah. Aku sebagai penanggungnya.
Tak ada pelukan atau ucapan terimakasih, seperti biasa. Seolah itu sudah menjadi kewajibanku. Atau dia mungkin tak tahu bagaimana seharusnya...
Aku merasa Hilang..
🌾🌾🌾
Sabtu siang, hujan seolah ditumpahkan dari langit begitu derasnya.
Ida, adikku.
Dia minta dijemput di Halte Commuter. Ida bekerja dan tinggal di Jakarta Pusat. Setiap malam minggu dia sering menginap di tempatku.
Kutelpon Bintang. “Mas dimana?”
“Kenapa?”
“Tolong jemputin Ida di Halte Commuter, habis itu mampir ke Mall, aku sama Bright disini. Sudah dua jam hujan ga berhenti. Kasihan Bright kalo naik motor kehujanan”
“Tunggu.” Jawab suara diseberang sana.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul mobil Bintang berhenti di lobby belakang Mall dimana Aku dan Bright sedang menunggu. Bright masuk kedalam mobil, sudah ada tantenya didalam.
Aku pulang dengan mengendarai motorku. Walaupun bisa saja mengambil alih mobil, namun aku tau Bintang tak bakalan mau menggantikanku membawa motor pulang ke rumah.
Buatku permintaan seperti itu hanya akan menghabiskan waktunya saja.
Kalau ada yang mengatakan wanita tercipta dari tulang rusuk pria, aku sudah menganggap mungkin Bintang tidak punya tulang rusuk, hingga dia menerima dan tidak pernah meminta yang tidak bisa diberikan suaminya.
Dengan mengenakan mantel dan helm bergegas aku mengendarai motor menembus hujan lebat menjelang petang. Angin petang itu besar sekali membuat motorku oleng sesekali. Dan curah hujan yang lebat menggenangi jalan berlubang membuatku beberapa kali harus mengerem mendadak dan memutar haluan.
Untung jalanan sepi sore itu, aku berhasil sampai rumah dengan selamat. Barengan bersama Bintang yang mengendarai mobil dibelakang ku.
Sebuah pesawat terbang melintas jauh di atas sana. Bahkan disaat hujan, dengan helm di kepala, aku masih bisa merasakan suara pesawat itu bersamaan dengan dinginnya angin sore dan air hujan.
Kubuka helm dan kupandangi langit, tak terlihat apa apa. Namun suara mesin pesawat terbang tak hilang di telingaku. Entah apa itu suara mesin atau hanya suara langit yang bergemuruh...
Mungkin Aku berhalusinasi.
🌾🌾🌾
__ADS_1