KARMA

KARMA
Mencari Mesya


__ADS_3

"Apa??!!!!"


Sentak Bisma kepada anak buah yang saat ini meneleponnya.


"Cari sampai ketemu!! Kalau kalian tidak bisa menemukan Mesya, nyawa kalian yang jadi taruhannya!!"


Tut...


"Aaakhhhh!!!" Bisma menendang kursi di depannya hingga kursi itu terlempar jauh ke depan.


"Ada apa Bos??" Ferry melihat kemarahan Bisma setelah menerima telepon dari Roy.


"Kusworo s*alan!! Kita di jebak Fer. Dia sengaja memancing kita ke sini agar dia bisa menemui Mesya. Sementara Roy dan yang lainnya sempat di alihkan perhatiannya" Jelas Bisma sembari berjalan keluar dari rumah yang sudah di tunjukkan Kusworo itu.


"Apa Bos?? Lalu sekarang Mesya bagaimana??"


BRAK...


Bisma membanting pintu mobilnya dengan begitu keras.


"Mesya di usir dari rumahnya. Saat ini Roy sedang berusaha mencarinya"


"Apa lo yakin kalau Om Kusworo tidak membawanya pergi??" Ferry takut jika Kusworo bertindak nekat dan membawa Mesya pergi jauh.


Ferry mencoba mengendarai mobilnya dengan cepat. Dia ingin segera mengantar Bisma melihat keadaan di rumah Mesya.


"Kata Roy yang sudah memeriksa keadaan di sana. Mesya pergi sendiri setelah di usir warga yang terprovokasi oleh Om Kusworo" Bisma terlihat sangat gusar kali ini. Dia takut tidak bisa menemukan Mesya.


"Aku takut terjadi apa-apa dengan Mesya Fer" Bisma menyandarkan kepalanya ke belakang. Ternyata ancaman Kusworo waktu itu tak main-main jika dia bisa nekat menemui Mesya sendiri.


"Berdoa saja Bos, semoga Mesya baik-baik saja. Roy juga sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Mesya"


Bisma hanya bisa terdiam dengan pikirannya sendiri.


"Dimana kamu Sya?? Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu"


Bisma langsung berlari keluar dadi mobilnya setelah tiba di rumah kontrakan Mesya yang terlihat berantakan dan tak ada kehidupan itu.


"Mesya!! Aku datang Sya!!" Teriak Bisma meski Bisma tau Mesya sudah tak ada di dalam sana.


"Bos, ponsel Mesya dan dompetnya ikut di bakar di sini Bos!!" Ucap Ferry setelah mencoba memeriksa bekas bakaran di teras Mesya.

__ADS_1


"Berati Mesya pergi tanpa membawa apapun??" Tanya Bisma yang diangguki oleh Ferry.


"Ya Allah Mesya. Dimana kamu?? Gimana kamu bisa pergi tanpa membawa apapun??" Gumam Bisma sambil terduduk dengan lemas.


Bisma memikirkan bagaimana nasib Mesya dan kandungannya di luar sana. Tanpa membawa apapun dan tanpa uang sedikitpun.


"Fer, coba hubungi kantor. Siapa tau Mesya datang mencari ku ke sana" Perintah Bisma.


"Sudah Bos. Aku menyuruh mereka untuk menghubungi kita ketika melihat Mesya tiba di sana" Ferry juga terus memantau pergerakan Roy dan anak buahnya yang terus mencari keberadaan Mesya.


"Mau kemana Bos??" Tanya Ferry ketika Bisma beranjak dan berjalan menjauh.


"Gue nggak bisa diam kaya gini Fer. Gue harus cari Mesya. Kita ke tempat pria tua itu sekarang!!"


Bosman dan Ferry kembali ke mobilnya. Kini mereka dalam perjalanan menemui Kusworo.


"Halo Tuan Bisma yang terhormat" Suara itu membuat Bisma ingin sekali melenyapkan pemiliknya tak peduli lagi jika dia pernah menjadi calon mertuanya.


"Om di mana sekarang??" Bisma mencoba menahan amarahnya. Dia juga tidak membahas persolan tadi pagi saat Kusworo sengaja menjebak Bisma dan Ferry.


"Aku di rumah. Kenapa kau belum datang Tuan Bisma. Bukannya kita ada janji temu gari ini??"


"Cih.. S*alan!! Dia berani bermain peran tak berguna seperti ini denganku!!" Batin Bisma.


"Baiklah, aku menunggumu"


Tut...


Bisma menggenggam ponselnya dengan begitu kuat. Dia tidak tahan dengan kepura-puraan yang di lakukan Kusworo.


"Kita kembali ke rumah yang tadi pagi Fer!! Dia menunggu kita di sama"


"Dia memang sengaja mempermainkan kita Bos" Ferry ikut merasa geram dengan tingkah Kusworo saat ini.


"Entahlah, aku tidak bisa berpikir sekarang. Yang ada dalam pikiranku hanyalah Mesya saat ini"


Setelah terpuruk atas kepergian Alya, baru kali ini Ferry melihat Bisma dalam keadaan seperti ini lagi. Wajahnya cemas penuh dengan ketakutan. Wajar saja jika otak Bisma buntu saat ini.


Sepanjang perjalanan ke rumah yang di tunjuk Santoso, mata Bisma dan Ferry terus menyisir jalan. Mereka berharap masih bisa menemukan Mesya di sekitar sana.


Namun sampai mobil mereka tiba di rumah yang tadi pagi sempat di datanginya itu, Bisma tak menemukan Mesya sama sekali.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Bisma" Sambut Kusworo saat Bisma baru saja menginjakkan kakinya ke tanah.


"Dimana Mesya om??" Tanya Bisma langsung kepada niatnya datang ke sana.


"Apa yang kau bicarakan?? Aku mengundangmu ke sini untuk membicarakan sesuatu. Tapi kamu malah menanyakan wanita itu kepadaku" Bisma tiba-tiba muak melihat wajah orang tua yang dulu selalu ia hormati itu.


"Jangan menganggap saya bodoh Om. Saya sudah tau semuanya. Sekarang di mana Mesya??"


"Hahahaha...."


Kusworo justru tertawa dengan keras karena omongan Bisma itu.


"Tapi kenyataannya kau memang bodoh Bisma. Kau begitu bodoh karena terjerat pesona wanita itu. Tapi bodohnya lagi, kau datang ke sini karena perintahku tanpa curiga sedikitpun. Ha ha ha...."


Bisma mengepalkan tangannya kuat. Ingin sekali dia melayangkan tinju pada wajah Kusworo. Namun Bisma teringat akan Alya, alhasil Bisma hanya mampu menahan tangan ya sekuat tenaga agar tak bertindak semaunya sendiri.


"Jangan bertindak di luar batas Om. Di dalam perut Mesya ada anakku. Pastinya aku tidak akan diam jika ada yang menyakiti mereka berdua" Ancam Bisma.


"Oh ya?? Memangnya kau bisa berbuat apa Bisma?? Dia juga susah pergi meninggalkanmu" Kusworo seakan mencemooh Bisma.


Dulu dia begitu percaya dengan Bisma untuk membalaskan dendamnya karena melihat kilatan kebencian di matanya. Namun sejak Bisma tak pernah lagi memberinya kabar tentang aksi balas dendamnya. Akhirnya kusworo mengirim orang untuk mengawasi Bisma dan mencari Mesya. Kusworo menjual habis butik dan seisinya milik Alya untuk membayar orang suruhannya itu.


Melihat Bisma yang melunak pada Mesya, akhirnya membuat Kusworo memutuskan untuk melancarkan aksi balas dendamnya sendiri.


"Cari ke dalam Fer!!"


"Baik Bos!!" Bisma memerintahkan Ferry untuk mencari Mesya ke dalam rumah itu. Siapa tau Kusworo sengaja menyembunyikan Mesya di dalam rumah itu.


"Cari saja sepuas mu, pasti tidak akan pernah ketemu. Di luar sana pun, kau tidak akan pernah menemukan dia kembali" Kusworo semakin membuat hati Bisma terasa panas.


"Kalaupun kau berhasil menemukannya, belum tentu dia mau kembali bersamamu" Kusworo tersenyum miring kepada Bisma.


"Apa maksud Om?? Apa yang Om katakan kepada Masya hingga Om bisa berpikir jika Mesya tidak mau kembali kepadaku??" Bisma takut jika Kusworo telah meracuni otak Mesya dengan ketidakbenaran.


"Tidak ada, aku hanya mengatakan kepadanya kalau kau tidak akan pernah mencintai wanita seperti dia. Dan saat ini kau berada di sisinya hanya menginginkan anak gang dikandungnya saja. Kemudian pergi setelah anak itu lahir. Bluumm pyaaarrr.... Dan hatinya hancur saat itu juga"


Bisma tak menyangka, pria yang dulu sangat berwibawa meski hanya menjadi pengusaha toko kelontong di pasar, kini bisa sekejam ini.


"FERRY!!" Teriak Bisma memanggil asistennya.


"Iya Bos??" Ferry berlari dari keluar menghampiri Bisma.

__ADS_1


"Kita pergi dari sini!!"


__ADS_2