
"Mas"
"Hemm" Bisma hanya bergumam sambil terus mendorong Mesya kebelakang hingga Mesya berlahan berbaring di ranjang yang telah di hias dengan banyak kelopak mawar itu.
"K-kamu nggak mau mandi dulu??"
Bisma tersenyum miring karena tau jika Mesya sedang gugup saat ini sampai menanyakan hal yang baru saja Bisma lakukan.
"Kamu lupa kalau aku habis mandi?? Jangan cari alasan untuk menghindari ku sayang. Malam ini kamu harus menjadi milikku seutuhnya. Aku janji, aku akan melakukannya dengan lembut. Tidak seperti di dalam mimpi kita waktu itu" Mesya memejamkan matanya karena bibir Bisma sampai menyentuh telinganya. Jujur saja, Mesya memang masih takut jika Bisma akan bertindak kasar seperti di dalam mimpi mereka dulu.
"A-aku.."
"Ssttttt!!!" Jemari Bisma menyentuh bibir Mesya dengan lembut. Hanya dengan sentuhan-sentuhan lembut seperti itu saja sudah bisa membuat Mesya tak berdaya. Apalagi posisi Mesya saat ini yang berada di bawah kungkungan Bisma membuatnya semakin tak bisa bergerak sama sekali.
"Jangan menolak ku sayang. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi!!" Suara Bisma sudah berubah parau menahan sesuatu yang siap melesak sebentar lagi.
Mesya yang diam tanpa reaksi membuat Bisma bergerak mengikis jarak di antara mereka.
Cup..
Bukan di bibir Mesya, melainkan kecupan itu mendarat pada kening Mesya.
"Aku mencintaimu Mesya"
Cup..
Cup..
Bisma menciumi seluruh wajah Mesya dengan begitu lembut. Mesya yang sudah begitu terbuai hanya bisa memejamkan matanya saat ini.
Cup..
Hingga terakhir kecupan itu mendarat di bibir Mesya. Bisma belum menggerakkan bibirnya sama sekali, namun hembusan nafasnya sudah membuat Mesya merasakan panas di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Keduanya saling memejamkan mata, dan berlahan Bisma mulai membuka bibirnya. Memaksa Mesya untuk mengikuti gerakan lembut yang di lakukan olehnya. Bisma yakin kalau ini adalah pengalaman pertama bagi Mesya, maka Bisma akan menuntun Mesya selembut mungkin. Bisma akan membuat malam pertama mereka menjadi malam paling indah untuk mereka berdua.
Bisma yang begitu pandai memainkan bibir wanita di bawahnya itu membuat lawan mainnya mulai mengimbangi permainannya. Tangan Mesya bahkan sudah bergerak naik ke bahu Bisma.
Tentu saja tangan Bisma tak akan tinggal diam. Dia terus memberikan sentuhan-sentuhan lembut di setiap inci tubuh Mesya.
Mereka benar-benar hanyut dalam buaian yang baru pertama kali ini mereka lakukan. Mesya merasakan kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Bisma. Di saat itulah dia baru sadar jika dirinya sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
Mesya membuka matanya. Penasaran dengan apa yang Bisma lakukan saat ini. Pikiran kotor Masya juga sejak tadi sudah mendesaknya untuk melihat betapa indahnya tubuh Bisma yang berotot itu.
Dada bidang dengan otot perut yang menonjol kini sudah terpampang tanpa penutup sehelai pun di hadapan Mesya. Wajahnya semakin panas saja melihat pemandangan itu.
Mungkin Bisma tau kemana arah mata Mesya tertuju saat ini, hingga Bisma meraih tangan Mesya dan meletakkannya di dadanya.
"Sentuh saja sayang. Kini semua ini milikmu" Mata Mesya bertemu dengan mata Bisma yang telah tertutup kabut itu.
Mesya tentu sudah tau apa penyebab suaminya seperti itu. Dia hanya menuruti apa yang Bisma katakan. Tangan Mesya mulai bergerak menyusuri bagian yang dia inginkan. Sentuhan-sentuhan dari jemari menit Mesya membuat sesuatu milik Bisma yang masih tertutup celana d*lam meronta ingin di keluarkan.
"Aku bisa g*la kalau lama-lama seperti ini sayang" Ucap Bisma yang sudah tidak bisa menahan gejolaknya. Dia menyingkirkan tangan Mesya dari perutnya. Lalu dengan cepat Bisma menyambar dua gundukan yang sejak tadi begitu menantang di depannya.
"Teruslah keluarkan suara indah mu sayang. Aku suka" Ucap Bisma di sela-sela aktifitasnya.
Meski ini pengalaman pertama bagi mereka tapi mereka berdua benar-benar melakukannya sesuai dengan insting mereka saja. Buaian, kehangatan, dan juga keni***tan beradu menjadi satu hingga menimbulkan suara-suara merdu di dalam sebuah kamar mewah sebuah hotel berbintang milik keluarga Bisma.
"Mas pelan-pelan, Mas janji" Ucap Bisma sebelum benda keramat yang hampir karatan itu menyatu dengan miki Mesya.
Mesya mencengkeram kuat lengan Bisma. Tak kuat menahan perih yang menghujam lada inti tubuhnya.
Saat Bisma sudah berhasil.menerobos pertahanan Mesya. Bisma merasakan sesuatu yang mengalir pada bagian bawahnya.
Cairan berwarna merah itu menjadi bukti bahwa Mesya memang hanya miliknya baik di dalam mimpi maupun tidak.
Pergulatan panas itu telah mencapai puncaknya. Keringat yang membasahi tubuh mereka menjadi saksi bertapa panasnya penyatuan pertama mereka.
__ADS_1
Bisma benar-benar membuat Mesya terkapar setelah melakukan pelepasan berkali-kali. Kini mereka berdua masih mengatur nafasnya yang memberubu. Tubuh lelah yang bagaikan mengangkat beban ratusan kilo membuat mereka sudah tak berdaya lagi saat ini.
Tangan Bisma hanya mampu memeluk Mesya dari samping dengan mata yang sama-sama terpejam.
"Terimakasih sayang, karena sudah menjadikan Mas yang pertama untukmu. Mas bahagia sekali saat ini" Ucap Bisma sembari mengecup pundak Mesya berulang kali.
"Kamu bukan hanya yang pertama tentang ini Mas, kamu juga yang pertama mengisi hatiku dan kini menjadi pemilik hatiku sampai saat ini. Jika semua wanita menjaga kehormatannya untuk siapapun yang menjadi suaminya kelak. Maka berbeda dengan ku, aku menjaga kehormatan ku dari dulu sampai sekarang memang ingin aku berikan kepadamu"
"Terimakasih untuk itu sayang. Mas begitu bersyukur dengan cinta mu yang teramat besar. Mas mencintaimu, sangat mencintaimu"
Bisa terharu mendengar jawaban dari istrinya itu. Betapa beruntungnya dirinya dicintai oleh dua wanita dengan cinta yang begitu besar seperti Mesya dan Alya.
Namun kedua wanita itu hanya satu yang akan menjadi pemilik hatinya saat ini. Mungkin dulu dia sempat jatuh ke hati yang lain dengan cukup lama. Tapi saat ini Bisma telah bertemu dengan jodoh yang menjadi pemilik hati sesungguhnya.
Sungguh permainan takdir yang tak pernah bisa di tebak oleh siapapun termasuk manusia biasa seperti Mesya. Dia tidak mengira jika peristiwa yang membawa perubahan begitu besar pada dirinya membuat ia menemukan cintanya.
Cinta yang dulu terlihat tidak mungkin baginya, cinta yang terlihat sulit di gapai kini justru berada di dalam genggamannya.
Kini Mesya sadar jika Tuhan akan memberikan bagian dari hidup kita saat mereka sudah waktunya bersama. Jika tidak, mau bagaimanapun Mesya berusaha, semua itu tidak akan berhasil.
"Maafkan aku jika aku belum sempurna menjadi seorang istri Mas. Aku akan terus memperbaiki diriku dan belajar menjadi istri yang baik. Terimakasih telah menerimaku dengan segala masa laluku yang buruk. Terimakasih juga karena telah memberiku karma di dalam mimpi hingga bisa membuatku berubah samapi saat ini" Mereka berdua saling berbicara tanpa membuka mata mereka sedikitpun.
"Cintamu sudah sangat sempurna bagi Mas. Mas juga tidak menuntut kamu menjadi istri sempurna. Mas hanya ingin cinta mu itu tidak pernah pudar sedikitpun untuk Mas. Karena dengan begitu, kamu pasti akan menjadi istri yang terbaik untuk Mas dan untuk anak-anak kita nantinya"
Kini Mesya membuka matanya dan berbalik menghadap Bisma dengan sisa tenaga yang ia punya.
"Aku janji Mas. Cinta ku seutuhnya hanya untuk kamu. Suamiku, cinta pertamaku"
Bisma merengkuh Mesya masuk ke dalam dekapannya.
"Meskipun kamu bukan cinta pertamaku, tapi Mas akan menjadikan mu yang terakhir di dalam hidup Mas"
"Aku percaya sama kamu Mas"
__ADS_1
Tangan mereka saling melingkar di pinggang yang masih polos itu. Dengan perasaan yang begitu bahagia, mereka mulai tenggelam ke alam bawah sadar mereka. Di mana sebuah kehidupan yang menjadi awal bersatunya cinta mereka berdua.
SELESAI...