KARMA

KARMA
Semakin yakin


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Bisma benar-benar menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Dia memikirkan omongan Ferry untuk menenangkan dirinya dulu agar perasaan itu cepat hilang seperti mimpi-mimpi yang lain.


Tapi ternyata perasaan itu justru semakin menyiksa Bisma. Tidak melihat Mesya sama sekali selama satu minggu membuatnya frustasi. Apalagi Mesya terang-terangan memutus akses komunikasi mereka.


Bisma saat isi bagaikan berdiri di seutas tali yang tipis di ketinggian. Dengan dua wanita di kedua sisinya. Bisma yang kebingungan harus berlari ke arah mana. Di satu sisi ada wanita yang sejak dulu ia cintai, tapi di sisi yang lain ada wanita yang terus mengganggu pikirannya selama satu minggu ini hingga membuatnya frustasi. Tapi jika Bisma terus seperti ini dan tidak cepat mengambil langkah untuk menyeberangi tali itu. Maka ia akan jatuh ke bawah tanpa mendapatkan satupun dari dua wanita itu.


"Beneran nggak bisa lupa lo Bos??" Ferry menatap Bisma dengan prihatin.


"Kalau gue bisa, nggak mungkin gue kaya orang gila kaya gini" Jawab Bisma dengan sinis lalu beranjak pergi dari kursinya.


"Mau kemana Bos??"


"Ke tempat Alya. Siapa tau pikiran gue jernih setelah lihat dia"


"Gini nih kalau punya Bos modelan kaya gini. Seenak jidatnya ninggalin kantor dengan kerjaan segunung. Kalau gini, siapa yang repot?? Ya pasti gue ujung-ujungnya" Gerutu Ferry.


"Gue dengar semuanya. Kalau lo nggak suka, tinggal kirim surat pengunduran diri sekarang juga!!" Ucap Bisma yang masih berada di pintu.


"Eng-enggak Bos. Gue cuma bercanda" Nyali Ferry langsung menciut dengan ancaman Bisma.


*


*


*


Bisma kini benar-benar tiba di depan butik milik Alya. Rencananya dia akan mengajak calon istrinya itu untuk makan siang bersama.


Suasana di Butik Alya cukup ramai saat Bisma menginjakkan kakinya di dalam butik yang tidak terlalu besar itu. Tapi...


Deg....


Mata Bisma langsung bersibobok dengan mata indah milik seseorang yang membuatnya kelimpungan beberapa hari ini. Bisma melihat Mesya yang baru saja keluar dari ruangan Alya.


Dengan tatapan tajam itu Bisma membuat Mesya membeku untuk beberapa detik di kejauhan.

__ADS_1


Tapi Bisma langsung menunjukkan senyum kecutnya karena Mesya memilih menundukkan kepalanya lalu berjalan melewati Bisma tanpa menyapa atau meliriknya sama sekali. Di jarak yang sedekat itu, di saat Mesya melewati Bisma tepat di sampingnya, Mesya berlagak seperti seseorang yang tidak mengenal dirinya sedikitpun.


Bisma sempat melirik ke arah kaki Mesya karena wanita itu berjalan masih sedikit pincang.


Tangan Bisma ingin sekali menarik lengan Mesya dan bertanya apa kakinya susah sembuh?? Kenapa dia bersikap seperti itu?? Tapi tangan Bisma hanya bisa mengepal dengan kuat.


Bisma berbalik menatap Mesya yang sudah keluar dari butik Alya. Wanita itu tanpa menoleh sedikitpun pergi dengan mobil merahnya. Melihat Mesya yang seperti itu tak ayal membuat hati Bisma begitu nyeri. Matanya memicing tajam menumbuhkan kemarahan di dalam hatinya.


"Mas??" Suara lembut itu membuyarkan lamunan Bisma.


"Iya?" Bisma berbalik menatap Alya yang sudah berdiri di belakangnya.


"Kamu sudah dari tadi??"


"Untuk apa wanita itu datang ke sini??" Bisma justru balik bertanya kepada Alya.


"Wanita itu??" Alya mengerutkan keningnya.


"Mesya" Jawab Bisma dengan malas.


"Cih.. malas sekali harus berurusan dengan wanita seperti dia" Lidah memang tak bertulang. Bisa saja Bisma mengatakan seperti itu sedangkan hatinya merasa kesal di acuhkan oleh Mesya.


Alya menarik Bisma untuk masuk ke dalam ruangannya. Rasanya tak bebas berbicara di sana karena masih ada banyak pengunjung di butiknya.


"Sekarang jujur sama aku Al!! Apa yang pernah Mesya lakukan sama kamu selama ini?? Aku nggak mau kamu sembunyikan apapun dariku saat ini!! Sebenarnya aku sudah tau apa yang terjadi, tapi aku hanya ingin mendengar kejujuran mu!!" Alya menelan ludahnya dengan kasar karena di tatap setajam itu oleh Bisma.


"Maaf Mas" Alya menunduk dalam.


"Kenapa kamu nggak jujur sama aku?? Aku merasa jadi pria bodoh karena tak tau apa-apa tentang kekasihnya sendiri. Kalian membodohi ku selama ini" Bisma menahan kemarahannya dengan mencengkeram kedua tangannya sendiri.


"Mas lagipula itu sudah masa lalu. Tadi tujuan Mesya kesini adalah untuk meminta maaf kepada ku. Dia sudah sangat menyesal dengan perbuatannya itu Mas. Jadi tidak usah bahas ini lagi ya?? Aku nggak papa kok" Jelas Alya.


"Minta maaf?? Wanita seangkuh itu meminta maaf??"


"Iya Mas. Dia juga meminta maaf tentang desian aku yang hilang dulu. Itu bukan Mesya yang mencurinya, tapi aku tidak sengaja menjatuhkannya. Tapi sayangnya Mesya yang menemukannya lalu membakarnya"

__ADS_1


Bisma terdiam karena mengingat cerita tantang desain Alya yang hilang itu di dalam mimpinya. Apalagi Mesya yang menemui Alya hanya untuk minta maaf, semakin menguatkan keyakinan Bisma saat ini. Ternyata waktu satu minggu untuk mengabaikan Mesya hanyalah sia-sia. Karena kini Bisma yakin jika Mesya memang bermimpi yang sama dengan dirinya.


"Aku pergi dulu Al" Bisma ternyata berubah pikirannya setelah bertemu Mesya di sana. Niat awalnya yang ingin mengajak Alya makan siang harus ia urungkan saat ini.


"Loh, mau kemana Mas?? Katanya mau makan siang??" Alya bingung dengan Bisma akhir-akhir ini yang terlihat aneh.


"Aku ada urusan. Kamu makan siang sendiri ya??" Bisma mengusap pipi Alya dengan lembut.


"Iya, tapi kamu jangan lupa makan. Kata Ferry akhir-akhir ini kamu terlalu sibuk sampai lupa makan"


Ada rasa bersalah di hati Bisma karena telah mengabaikan Alya yang begitu memperhatikannya itu.


"Iya, aku pergi dulu"


Bisma mengarahkan mobilnya ke butik Mesya. Tanpa rasa ragu Bisma turun dari mobilnya untuk masuk ke dalam sana. Menemui alah satu orang yang menjadi tokoh di dalam mimpinya. Jika di dalam sana butik Mesya sudah di jual karena ulahnya. Namun saat ini butik itu masih beroperasi seperti biasanya.


Dengan angkuhnya Bisma melangkahkan kakinya masuk ke dalam butik mewah itu. Wajah tampan dan juga karisma Bisma yang menawan mampu menarik perhatian semua orang yang ada di dalam sana.


"Dimana Mesya??" Tanya Bisma pada salah satu karyawan di butik itu.


"Bu Mesya ada di-di dalam" Tunjuk karyawan itu dengan gugup.


Tanpa berkata apapun, Bisma langsung masuk ke tempat yang telah di tunjuk tadi.


BRAKK...


Bisma mendorong pintu ruangan Mesya itu dengan keras hingga membuat pemiliknya terkejut.


Melihat kedatangan Bisma ke sana membuat Mesya hanya diam membeku. Pria yang tadi ditemuinya itu sekarang sudah berada di hadapannya.


"Kak Bisma??" Gumam Mesya.


"Mesya, aku tau kau mengalami mimpi yang sama denganku kan??"


Deg...

__ADS_1


__ADS_2