
Kak Maria dengan elegannya memanggil pelayan dan langsung mengambil paket menu yang ditawarkan oleh pelayan itu.
"tambah lagi lah menu kak, pengen makan bebek panggang itu."
Kak Maria memenuhi permintaan Ku dan terakhir memesan tambahan sayur.
Selama di kafe, tidak banyak hal yang kami bicarakan karena memang pada dasarnya aku selalu menjaga sikap dan ucapan terhadap kak Maria.
Kakak ku yang satu ini sulit di prediksi, tapi royal kepada ku, itulah sebabnya aku sangat menyayangi.
Selesai makan dan kami langsung menuju toko kosmetik kak Maria yang tidak jauh dari kafe itu.
Karena sangat sibuk persiapan masuk fakultas kedokteran, sehingga sangat jarang ke toko kakak ku ini.
"iya Tuhanku, terimakasih atas semua berkat Mu yang melimpah kepada kakakku ini, sehingga toko nya semakin besar dan bertambah banyak koleksi produk kecantikannya."
"ngak usah lebay gitu, kamu pilih apapun yang kamu suka dan bajet nya tidak lebih dari dua ratus ribu rupiah."
"terimakasih kakak Ku yang cantik."
Langsung deh gerak cepat untuk memilih produk-produk kecantikan yang menggoda untuk di pungut dan pada akhirnya lebih juga dari dua ratus ribu rupiah.
Setelah mendapatkan yang aku mau dan tentunya gratis dari kak Maria, lalu kami berdua berjalan ke arah ruangannya.
Duduk di sofa sembari menikmati teh hijau ditambah kacang almond.
"Aruna....
Sudah tau belum kalau mamak sudah memilih calon suami untuk mu?"
"tau kak, si Jogi anjing itu kan?"
Kak Maria mengganguk dan memang itulah orang yang akan di jodohkan mamak kepadaKu jika kelak gagal memenuhi perjanjian kami.
"berhubung Aruna sudah membuat kesepakatan dengan mamak dan itu harus terlaksana.
jika tidak maka, hidup mu akan di setir rentenir itu."
"begitulah kak, terkadang Arun optimis. dengan waktu delapan tahun dan harus bisa menjadi dokter umum.
Tapi harus bisa, untuk menghindari Jogi brengsek itu."
"emangnya kenapa sih dengan si Jogi? bapaknya jaksa, dan mamak nya juga pemegang saham mayoritas di mall terkenal itu."
__ADS_1
"sulit untuk mendeskripsikan tentang Jogi, semuanya tentang pria itu, membuat Aruna muak.
Aruna bisa bertanya sama kakak?"
"silahkan?"
Mencoba untuk menata kalimat baik untuk menjadi pertanyaan agar tidak menyinggung perasaannya.
"kakak dapat modal dari mana untuk mendirikan toko kosmetik semewah dan selengkap ini?
apakah kakak minjam uang ke mamak?"
Kak Maria tersenyum dan itu artinya bahwa dirinya tidak tersinggung akan pertanyaan Ku.
"dulu kakak itu bercita-cita untuk menjadi seorang dokter seperti kamu, tapi inginnya mengambil spesialisasi kulit kelak nantinya. agar bisa membuka klinik kecantikan.
Akan tetapi mamak mengajukan persyaratan yang sama seperti yang di ajukan ke kamu.
Optimis dan kakak yakin kalau tidak bisa memenuhinya persyaratan itu, sebab kakak tidak sepintar dirimu.
Waktu kakak mengajukan ketika baru lulus SMP dan ingin masuk ke SMA katolik itu.
Tapi pada akhirnya kakak memilih SMK tata rias yang negeri.
Setelah kelas dua SMK dan tiba saatnya untuk prakerin atau praktek kerja industri dan bersyukurnya kakak di terima di salah satu salon yang sangat terkenal.
Salon itu dimiliki seorang laki-laki yang sudah berumur dan dalam salon itu juga ada klinik kecantikannya.
Awalnya sebagai asisten selama satu bulan dan hanya dua minggu saja, kakak sudah dipercaya untuk memegang customer.
Kakak digaji seperti pegawai yang lainnya, dan selama enam bulan prakerin dan selama itu juga kakak mendapatkan gaji serta bonus dan juga tip dari pelanggan.
Uang tersebut kakak tabung di koperasi yang ada simpan pinjam nya, bunga pinjaman nya rendah dan bunga menurun.
Tidak seperti koperasi yang di kelola mama, memang koperasi itu sudah berbadan hukum dan ketika meminjam uang harus tabungan kita di dalam.
Informasi itu kakak dapat dari salah satu pegawai, menabung selama tiga bulan berturut-turut maka sudah bisa meminjam uang.
Uang tabungan kita akan di kali tiga untuk mendapatkan pinjaman.
Selama tiga bulan menabung dan saat itu nilai tabungan kakak masih empat juta gitu, dan kakak mendapatkan pinjaman sebesar dua belas juta rupiah dengan bunga menurun sebesar dua koma dua persen dalam jangka waktu dua belas bulan yang kakak pilih.
Setelah mendapatkan uang pinjaman tersebut, kakak membeli emas dan itu sebagai investasi.
__ADS_1
karena kata senior di tempat kerja kakak itu, emas itu investasi yang bagus dan kebal terhadap inflasi.
Selesai prakerin nih, dan ternyata kakak masih diperbolehkan kerja disana sepulang dari sekolah.
Tapi sudah berbeda dengan gaji selama prakerin, dan kakak hanya menerima persenan per pelanggan yang kakak pegang atau kakak kerjakan.
Lumayan juga dan sangat-sangat layak lah, dan pada akhirnya pembantu di rumah jatuh ke tangan mu.
Karena kakak akan bekerja di salon kecantikan itu.
Tapi kakak bayar uang makan, serta tempat tinggal di rumah. karena kakak ngak pembantu mamak lagi.
ngak masalah, karena tips yang berhasil kakak kumpulkan bisa membayar uang makan dan juga tempat tinggal, terkadang juga lebih.
Sementara persenan dari pekerjaan kakak, itu membayar biaya sekolah, hidup dan juga cicilan hutang di koperasi.
Berhubung salon sangat ramai, terutama di hari Jumat, Sabtu dan Minggu.
Tips yang kakak terima selalu banyak, satu hari itu bisa mencapai lima ratus ribu rupiah bahkan lebih.
Kakak kumpul-kumpul dan pinjaman kakak, langsung terlunasi.
Kakak mendapatkan persenan peminjaman dan bunga tabungan per semester dari koperasi, lalu kakak meminjam uang lagi untuk membeli emas.
Masa SMK pun berakhir dan kakak memilih kerja full time di salon kecantikan itu.
Sementara kakak sudah berhasil mengumpulkan emas yang banyak.
Lalu ada anak perempuan salah senior yang bekerja di bank dan saat itu datang ke salon untuk memanjakan dirinya.
Lalu mamanya itu ngomong sama anaknya itu, dan bertanya apakah rumah cocok untuk kakak karena kakak nih sudah punya banyak emas yang siap di tukar dengan rumah.
Di sahut dong sama si kakak itu, dan kakak diberi beberapa pilihan ruko yang akan di lelang karena kredit macet.
Setelah berpikir panjang dan menghitung jumlah uang dan ternyata itu cukup dan mungkin lebih.
Tapi seseorang menasehati kakak, kalau kita mendapatkan rumah atau property dengan cara lelang, itu tidak akan berkah."
"loh kok gitu kak? emangnya apa masalahnya?"
Kak Maria malah tertawa menanggapi pertanyaan dariku, lantas apa yang salah dengan pernyataan ku ya?
Kenapa kak Maria tertawa, apa yang lucu?
__ADS_1
Tapi kak Maria malah menyeruput teh hijau nya dan kemudian mengunyah kacang almond.