
Mamak masih terlihat emosi, karena baru kali ini aku melawannya.
"Mamak itu hanya ingin mendapatkan tambahan modal kan?
mamak pasti meminta mahar yang besar, setelah itu baru membuang Aruna seperti kakakku yang lainnya.
Kak Hotma dan kak Melila, kedua kakakku yang malang itu mamak jual dengan kedok mahar.
Alhasil mereka berdua dijadikan suaminya sebagai pelac*r. karena merasa sudah membeli dari germo nya, yaitu mamak."
plak......
Pipi kananku panas karena tamparan mamak, cincin dari setiap jari itu membuat pipi ku semakin panas.
"Berani-beraninya kau membantah mamak, kau itu salah besar Aruna. kedua kakak mu itu baik-baik saja sampai sekarang."
"Baik-baik dari Hongkong, kak Hotma terinfeksi virus HIV AIDS sementara kak Melila, harus menjadi mandul selamanya karena rahimnya telah diangkat
apakah aku harus seperti kedua kakakku itu baru mamak sadar? kasihan melihat mereka berdua mak, tapi mamak tidak perduli.
kak Melila tidak ada bedanya dengan pelac*r murahan, mengais rezeki dengan cara menjajakan dirinya seperti pedagang kaki lima.
dasar germo....."
plak......
Mamak menamparku lagi, dan tiba-tiba saja bang Sahala memelukku dan menjauhkan ku dari mamak, agar tidak ditamparnya lagi.
"Cukup mak, cukup ya mak. Sahala ngak mau kalau Aruna mamak jual.
Aruna ini adik kesayangannya Sahala, jika mamak menjualnya maka akan ku bunuh orang yang membelinya."
"Mamak ngak menjual adik mu Sahala, mamak hanya menjodohkannya dengan Yogi. hidup Aruna akan terjamin jika menikah dengan Yogi."
Bang Sahala menarik kursi plastik, dan menyuruhku duduk. sementara dirinya masih berdiri di depanku.
"Adikku ini perempuan hebat, tanpa menikah dengan si anjing ini, hidup Aruna bisa terjamin sebab Tuhan yang selalu bersamanya."
"Ngak bisa begitu bang Sahala, mamak dan Aruna sudah punya perjanjian ya."
"Haaaa......"
Bang Sahala mengeluarkan suara anehnya, dan hal membuat mamak berhenti bicara dengan menahan emosinya.
"Mamak harus suportif dan harus memenuhi janji ya, karena Sahala mengetahui perjanjian mamak dengan Aruna. masih ada dua tahun waktunya mak, mamak harus bisa memenuhi janji mamak."
"Bang Sahala lupa kalau mamak mu ini rentenir? suka-suka mamak lah, kapan hutang adikmu jatuh tempo."
__ADS_1
"Cukup......"
Bang Josua yaitu suaminya kak Maria mendatangi kami di rumah ini dan membawa plastik kresek berwarna hitam.
Lalu bang Josua menyerahkan plastik kresek hitam itu ke mamak.
"Didalamnya ada uang tiga ratus lima puluh juta rupiah. Aruna hanya meminjam uang inang sebanyak dua ratus juta rupiah.
Pokok pinjaman dua ratus juta rupiah, dan seratus lima juta rupiah lagi sebagai bunganya.
Biarkan Aruna memilih jalan hidupnya sendiri, jangan paksa Aruna untuk menikah."
"Oh...
Dah hebat kau sekarang ya Aruna, punya backing seorang cina yang kaya raya.
selingkuhan mu ya?"
"Tolonglah inang, jaga sopan santun nya, inang adalah orang tua kami.
Aruna adalah gadis yang baik, dan juga adik kesayangan istriku."
Ucap bang Josua yang membuat mamak terdiam, dan kemudian bang Josua menuntun untuk berdiri.
"Ponakan mu sudah lahir dengan selamat, kakak mu juga dalam keadaan sehat dan Asi nya berjalan lancar.
ponakan mu laki-laki, beratnya hampir dua kilogram dan tidak kekurangan apapun."
Hampir tiga tahun bang Josua dan kak Maria menunggu untuk mendapatkan momongan dan pada akhirnya, pasangan suami-isteri itu diberikan anugerah seorang anak laki-laki.
"Terimakasih ya bang, karena sudah mencintai dan melindungi kakak ku Maria."
Untuk kedua kalinya bang Sahala memeluk abang iparnya itu dengan haru, aku hanya meneteskan air mata ini.
"Amang dan inang, kedatangan ku kesini, untuk memberitahu kalau cucu amang dan inang sudah lahir.
sudi kiranya amang dan inang datang menjenguk istriku dan juga anakku di rumah sakit. sekaligus Aruna dan juga tulang nya yaitu Sahala."
Bapak berdiri dan menghampiri bang Josua, lalu memeluknya dengan erat. bapak juga berterimakasih kepada bang Josua karena cintanya kepada putrinya yaitu kak Maria.
"Mau kemana?"
Mamak bertanya kepada kami, disaat bapak merangkul kami untuk pergi ke rumah sakit.
"Lucu kau ku tengok kau, iya mau ke rumah sakit. untuk menjenguk cucu dan boru ku yang sudah berjuang."
"Runggu dulu, belum kelar masalah perjodohan ini pak."
__ADS_1
"Itu urusan mu, itu sudah ada uang tiga ratus lima puluh juta dari hela kita ini, tambahkan aja dengan uang mu dan kembalikan mahar itu kepada mamaknya Yogi.
gampang kan mak...
balikkan uang mamaknya Yogi, biar kita pergi ke rumah sakit."
Benar dugaan ku, kalau mamak sudah menjual ku ke Yogi dan tatapan mata yang sangat seram mengarah kepadaku.
Mamak terlihat panik setelah bapak berkata demikian, pasti ada yang ngak beres nih."
"Kok diam aja? ambil sisa uang itu dan kembalikan sekarang juga."
"Kok jadi gini pak, masa mamak harus membuang uang sebanyak itu? suruh aja di Aruna menikah dengan Yogi, sayang kan mahar satu milyar kita tolak."
prak..... brammm......plan........
Bapak melemparkan barang-barang pajangan di atas meja hias itu dengan segala amarahnya.
Baru kali ini melihat bapak sangat marah seperti itu, karena selama bapak tidak pernah marah dan terkesan kalau bapak orang yang tidak bisa marah.
"Selama ini aku diam ya, aku sudah menjual seluruh warisan dari keluarga agar bisa memenuhi semua keinginan mu.
hanya satu permintaan ku, jika boru ku mampu memenuhi janjinya dan jangan kau paksa untuk memenuhi kehendak mu.
aku sudah kehilangan tiga boru terbaik ku hanya karena keegoisan mu.
kali ini tidak bisa lagi ya, aku tidak mau kehilangan Aruna lagi.
cepat balikkan uang itu, balikkan s....e....k....a...r....a....n.....g....."
Mamak langsung berlari ke arah kamarnya dan beberapa saat kemudian sudah tiba di ruang tamu dengan membawa tas ransel yang biasa aku pakai.
Lalu mengeluarkan uang yang banyak dan diberikannya kepada mamaknya Yogi berikut dengan uang dari bang Josua.
"Maaf ya eda...
Uang mu aku kembalikan, ito mu sudah gila dan aku takut kalau gila nya semakin parah."
Lantas mamaknya Yogi langsung meraih uang tersebut dan pergi bersama anaknya.
Sumpah serapah darinya di lontarkan untukku dan aku masih beruntung masih punya bang Sahala dan bapak yang masih membela ku saat ini.
Rasanya lega karena masalah perjodohan ini akhirnya terselesaikan dengan baik.
Setidaknya tidak jadi dijodohkan dengan pria bengal itu, pria urakan dan playboy.
Apalagi mamaknya yang luar biasa hedon, bisa-bisa sakit jiwa aku dibuatnya.
__ADS_1
Mamak tetap ikut bersama kami untuk menjenguk kak Maria dan anaknya yang baru lahir.
Selama perjalanan wajah bapak sangat sumiringah dan itu berbanding terbalik dengan mamak yang masih cemberut.