KARMA

KARMA
Menukar Mesya


__ADS_3

"M-Mas.."


Mesya meraih lengan Bisma dan mencengkeramnya dengan kuat. Rasa ketakutan langsung menyerang Mesya saat ini.


"Tidak usah takut, ada aku" Bisma melepaskan cengkraman tangan Mesya pada lengannya, lalu menggenggamnya dengan erat sebelum membuka pintu apartemennya.


"Selamat pagi Om" Sapa Bisma kepada tamunya itu. Bisma sedikit was-was dengan kedatangan tamunya itu.


"Waahh, aku tidak menyangka sama sekali, ternyata kedatanganku pagi ini telah di sambut pasangan serasi ini" Jelas yang di ucapkan oleh Kusworo hanyalah kalimat sindiran untuk Bisma dan Mesya.


Melihat Mesya bisa hidup aman dan terjamin di sisi Bisma seperti itu tentu saja membuat Kusworo marah. Seharusnya yang ada di posisi Mesya saat ini adalah anaknya.


Mesya yang ketakutan menghadapi Kusworo hanya bersembunyi di balik Bisma. Tangannya menggenggam Bisma dengan kuat, menunjukkan bahwa dirinya benar-benar tidak nyaman sekarang. Dia masih ingat bagaimana Kusworo mempermalukannya di depan banyak orang kemarin.


"Apa maksud kedatangan Om ke sini??" Bisma sangat tidak suka basa-basi.


"Kenapa buru-buru sekali Bisma?? Dari sorot mata mu itu, sepertinya kau sudah tidak ingin menganggap ku sebagai Ayah dari wanita yang kau cintai lagi" Mata Kusworo terus tertuju pada Mesya yang tak mau mengangkat wajah untuk menatapnya.


"Om, saya masih menghormati Om. Jadi jangan bertindak di luar batas lagi. Silahkan katakan apa tujuan Om kesini dan jangan menyakiti Mesya lagi seperti kemarin. Karena sekarang dialah wanita yang saya cintai" Ucap Bisma dengan tegas.


Bisma telah mengakui Mesya di hadapan Kusworo. Bisma ingin menunjukkan kepada pria itu jika tidak boleh ada yang menyakiti Mesya dan anaknya, baik itu Kusworo atau siapapun.


"Bisma, apa kau itu sudah di buatkan dengan tipu muslihat wanita ini?? Kau tidak ingat bagaimana dia menyakiti wanita yang sangat kau cintai?? Tapi sekarang kau justru melindunginya. Dimana sumpah dan janji yang kau ucapakan di depan makam Alya untuk membalas semua perbuatannya?? Sekarang kau justru tergila-gila dengan wanita kejam ini" Kusworo ingin menyadarkan Bisma jika apa yang dilakukannya sekarang ini tidaklah benar.


"Om, saya dulu memang pernah mengatakan seperti itu karena saya tidak terima dengan meninggalnya Alya. Tapi sekarang sadar kalau yang saya lakukan kepada Mesya juga salah Om. Saya tidak ingin kehilangan wanita yang saya cintai untuk ke dua kalinya. Jadi saya mohon, lepaskan Mesya"


Kusworo semakin tersulut emosi dengan ucapan Bisma itu. Dia merasa akan semakin sulit untuk membuat Mesya hancur jika Bisma selalu ada di samping Mesya.

__ADS_1


"Tidak semudah itu Bisma!! Apapun akan saya lakukan untuk menghancurkan wanita ini. Ada atau tidaknya dirimu di pihak ku!!" Tunjuk Kusworo pada Mesya.


"Jaga sikap Om sebelum saya habis kesabaran!! Saya masih diam atas perbuatan Om kemarin yang sengaja menjebak saya dan juga mengecoh anak buah saya agar Om bisa mengusir Mesya dari rumah itu" Geram Bisma menampik tangan Kusworo itu.


Mesya sedikit menarik tangan Bisma yang di genggamnya agar pria itu tidak bertindak leboh jauh melawan pria yang bukan tandingannya itu.


Mesya juga baru tau kalau Bisma di jebak oleh Kusworo saat pengusiran itu terjadi.


"Sekarang katakan!! Apa yang Om inginkan agar Om berhenti menyakiti Mesya?? Apapun akan saya berikan asal jangan Mesya dan anak saya"


"Mas!!"


"Kamu masuklah dulu" Perintah Bisma kepada Mesya. Dia langsung melepaskan tangan Mesya agar Mesya kembali ke dalam lebih dulu.


"Tampaknya kau benar-benar mencintai wanita itu sampai kau rela memberikan apa saja yang aku inginkan tanpa perlu berpikir" Kusworo seakan mencemooh Bisma karena begitu buta akan cinta.


"Oh ya??"


"Tunggu sebentar" Bisma menutup pintu apartemennya kembali tanpa mempersilahkan Kusworo masuk ke dalam.


Bisma masuk ke dalam kamarnya mencari sesuatu di dalam laci meja kerjanya. Sesuatu yang Bisma tebak sebagai syarat agar Kusworo melepaskan Mesya.


Bisma kembali keluar setelah membawa selembar kertas yang sebelumnya telah ia tandatangani.


"Maaf membuat anda menunggu" Ucap Bisma setelah membuka pintu apartemennya lagi. Kusworo benar-benar masih berada di luar sana.


"Ini yang anda inginkan. Batas nominal dari cek itu adalah sepuluh milyar. Silahkan tulis yang anda inginkan" Bisma mengulurkan cek itu pada Kusworo yang sudah mengubah ekspresi wajahnya.

__ADS_1


"Dengan satu syarat" Bisma sengaja menarik kembali cek itu saat tangan kusworo sudah terulur ingin menerimanya.


"Jangan pernah ganggu Mesya dan anakku lagi. Kalau sampai itu terjadi, saya tidak akan segan lagi kepada anda!!" Bisma bisa saja membuat Kusworo hilang dadi muka bumi ini. Tapi di sini Bisma juga salah karena tidak menepati janjinya. Dia juga merasa bersalah karena memilih tidak menyerahkan Mesya ke polisi. Maka dari itu, mungkin dengan memberikan apa yang Kusworo mau. Bisma bisa membuat masalah ini selesai.


"Kau bisa pegang janjiku" Kusworo langsung merebut cek itu dari tangan Bisma.


Bisma hanya bisa tersenyum kecut melihat Kusworo yang saat ini. Dia tidak menyangka jika dia bisa menukar nyawa putrinya dengan uang. Pria yang dulu sempat dikaguminya karena bisa mendidik putri seperti Alya dengan hanya menjadi pemilik toko kecil, kini berubah menjadi tamak seperti itu.


Bisma kembali ke dalam untuk mencari Mesya. Dia yakin Mesya masih ketakutan saat ini.


"Mesya?" Bisma melihat Mesya yang duduk di karpet menekuk kedua lututnya. Tangannya saling meremas dengan badannya yang gemetar.


"Mas, aku takut" Suara Mesya tang bergetar membuat Bisma langsung menarik Mesya ke dalam pelukannya.


"Tidak perlu takut, ada aku di sini. Dia tidak kan mengganggumu lagi. Percayalah padaku" Bisma mendekap Mesya untuk memberikan rasa aman pada wanita itu.


"Tapi kenapa Kak Bisma harus memberikan uang sebanyak itu kepadanya?? Seharunya kamu serahkan saja aku ke dalam penjara"


"Ssttt..."


Bisma mengurai pelukannya untuk menatap wajah Mesya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu jauh dariku apalagi sampai menyerahkan kamu ke dalam penjara. Uangku tidak ada artinya lagi jika di bandingkan dengan kalian berdua. Bahkan jika dia menginginkan semua uang ku pun akan aku berikan asal dia tidak muncul di hadapanmu lagi. Sekarang kalian adalah hidupku, sudah cukup penderitaan mu selama ini karena ulah ku. Jadi sekarang waktunya kita berdua bahagia dengan anak kita"


Mesya sangat terharu dengan semua yang dikatakan Bisma itu. Dia kembali menghambur ke pelukan Bisma. Menghirup aroma yang keluar dari tubuh Bisma dalam-dalam. Bagi Mesya, Bisma sangatlah harum meski baru bangun tidur dan belum mandi sama sekali.


"Terimakasih Mas" Ucap Mesya di dalam pelukan Bisma.

__ADS_1


"Sama-sama sayang" Lagi-lagi Bisma memanggil Mesya seperti itu. Sungguh satu kata manis yang berdampak begitu dahsyat dalam diri Mesya.


__ADS_2