
"Sebenarnya kamu mau mengajakku kemana sih Mas??" Tanya Alya yang masih belum tau tujuan Bisma membawanya saat ini.
"Sebentar lagi kita akan sampai, kamu tenang saja ya??"
Karena rasa bersalah Bisma tadi malam yang tidak membalas pesan dari Alya, akhirnya tadi Bisma mengajak wanita yang masih berstatus calon istrinya itu makan siang.
Namun setelah itu, Bisma mengatakan ingin mengajak Alya ke suatu tempat yang belum Alya ketahui sampai sekarang.
Mobil Bisma kini benar-benar memasuki halaman sebuah butik yang sangat terkenal, dan tentu saja sudah tau butik itu milik siapa.
"Kita mau ketemu Mesya Mas??" Alya sedikit gugup. Meski Mesya sudah meminta maaf kepadanya, namun dirinya masih sedikit takut untuk bertemu dengannya.
"iya, tadi pagi ada yang menghubungiku katanya baju pengantinku sudah jadi" Memang tadi pagi salah seorang karyawan Mesya menghubungi Bisma untuk mengambil tuxedo yang telah rampung tadi subuh itu.
"Hah, cepat sekali Mas, ini kan belum ada sepuluh hari setelah hari setelah penentuan tanggal pernikahan kita" Alya begitu kagum dengan Mesya. Tak heran jika Mesya masuk ke dalam jajaran desainer muda berbakat di negeri ini.
"Aku juga tidak tau, bahkan baru kemarin Mesya mengukur badanku. Tapi sekarang tiba-tiba sudah jadi" Ucapan Bisma itu membuat Alya menatap Bisma dengan Bingung.
"J-jadi kemarin kamu bertemu Mesya Mas??"
Ada rasa sesak dalam dada Alya karena kemarin Alya tidak bisa menghubungi Bisma. Tapi ternyata Bisma justru menemui wanita lain. Apalagi sudah sangat jelas bagaimana perasaan Mesya terhadap Bisma.
FLASHBACK ON
"Hay Alya??"
Telinga Alya yang sudah sangat hafal dengan suara itu langsung memerintahkan tubuhnya agar tidak bergetar berlebihan. Suara yang sering mengeluarkan kata-kata kasar dan hinaan kepada Alya sejak dulu.
"Me-sya??" Meski begitu kegugupan alya tidak bisa di sembunyikan lagi.
"Bolehkah aku duduk??" Ucap Mesya dengan lembut meski kelembutannya itu masih begitu menakutkan bagi Alya.
"Silahkan" Alya juga duduk kembali di kursinya. Alya masih menunggu Mesya mengutarakan maksud kedatangannya ke butik kecilnya itu.
"Maaf kalau kedatanganku membuatmu terkejut" Ucap Mesya di iringi senyum cantik di wajahnya. Alya pun mengakui kecantikan wanita di depannya itu.
"Tidak papa. Aku senang karena kamu sudah sudi datang ke butik kecil seperti ini" Lagi-lagi Mesya tersenyum mendengar ucapan Alya itu.
__ADS_1
"Jangan merendah seperti itu Alya. Butik mu ini berkembang sangat pesat dengan karya-karya mu" Alya sempat terperangah karena baru kali ini Mesya memujinya.
"Terimakasih atas pujian mu Mesya. Tapi semua orang juga tau kalau karya mu lebih di kenal di negeri ini"
"Terimakasih juga untuk pujian mu itu Alya, ku doakan kamu juga bisa sukes dengan kemampuan kamu itu. Oh ya, kamu pasti bingung dengan kedatangan ku kesini kan??" Alya menjawabnya dengan mengangguk.
"Alya, aku tau kalau kamu begitu ketakutan berhadapan dengan ku. Sorot mata kamu saat ini membuatku sangat merasa bersalah. Selama ini aku memang begitu jahat kepadamu. Aku sudah menyadari semuanya Al. Aku minta maaf atas semuanya. Aku minta maaf" Mesya menundukkan kepala di depan Alya. Dapat Alya lihat saat ini jika Mesya berusaha menyembunyikan air matanya.
"Mesya..."
"Aku tau kalau kesalahanku ini sangat banyak kepadamu Alya. Aku juga tau kalau tidak akan mudah memaafkan wanita jahat seperti ku. Tidak apa jika kamu belum bisa memaafkan aku saat ini, tapi aku akan terus meminta maaf dari mu Alya"
Alya mendekat ke arah Mesya. Hatinya yang lembut tak kuasa melihat tangisan Mesya seperti itu.
"Mesya aku sudah memaafkan kamu dari dulu. Aku tidak pernah membencimu. Jadi tidak perlu meminta maaf seperti ini" Alya mengusap bahu Mesya dengan lembut.
"Tidak Alya, walau seribu kata maaf pun tidak akan pernah bisa menebus kesalahanku kepadamu. Sungguh aku minta maaf" Alya memeluk Mesya dari samping.
"Cukup Mesya!! Aku sudah memaafkan mu jadi jangan seperti ini aku mohon" Mesya membalas pelukan Alya dengan tulus.
Cukup lama mereka berpelukan seperti itu sampai tangis Mesya benar-benar hilang.
Alya kembali menegang saat Mesya membahas Bisma.
"Maaf karen menyinggung Kak Bisma Al. Mulai saat ini, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi. Aku sadar kalau Kak Bisma hanya mencintaimu, akulah yang salah karena terlalu memaksakan kehendak ku selama ini"
"Mesya ak.."
"Aku berjanji padamu untuk melupakan Kak Bisma. Aku hanya akan berdoa untuk kebahagiaan kalian. Mulai sekarang tidak akan ada lagi yang mengusik kebahagiaan mu dengan pria yang begitu mencintai kamu itu"
"Terimakasih Mesya"
"Aku yang seharunya berterimakasih karena sudah begitu lapang memaafkan semua kesalahanku. Kalau begitu aku pergi dulu. Maaf karena telah mengganggu waktumu" Mesya beranjak dari sisi Alya.
"Aku tidak terganggu sama sekali Mesya"
"Sampai jumpa lagi Alya, semoga pertemuan kita kali ini menjadi awal hubungan kita yang baru. Aku pergi"
__ADS_1
Alya mengangguk dengan senyumnya yang begitu tulus kepada Mesya. Akhirnya dia bisa melihat perubahan di dalam diri Mesya saat ini. Alya tau kalau Mesya begitu tulus meminta maaf darinya kali ini.
FLASHBACK OFF
"Alya aku bisa jelaskan. Jadi kemarin ada meeting di daerah sini, jadi aku mampir sebentar. Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Aku dan Mesya tidak ada hubungan apa-apa. Kita berdua tetap seperti dulu, hanya sebatas teman kerja. Kamu juga sudah ku jelaskan maksud Mesya membuatkan baju untukku kan?? Jadi jangan berpikir yang aneh-aneh" Jelas Bisma.dengan sedikit gusar. Dia merutuki dirinya karena kelepasan di depan Alya.
Meski di dalam diri Alya tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Bisma namun Alya tetap mengangguk demi menghindari pertikaian di antara mereka.
"Ayo masuk" Ajak Bisma.
Meraka berdua pun berjalan bersampingan memasuki butik terkenal itu.
"Dimana Mesya??" Tanya Bisma kepada salah satu karyawan Mesya yang sedang berada di balik meja kasir.
"Tuan Bisma. Anda sudah datang, mari ikut saya ke dalam" Susi yang baru saja keluar dari ruangan Mesya langsung menjawab pertanyaan Bisma.
"Baiklah" Bisma sempat melirik tajam pada karyawan yang belum menjawab pertanyaannya tadi.
Alya yang baru pertama kali masuk ke dalam butik Mesya itu tentu saja begitu kagum dengan semua hasil karya Mesya.
Dia terus berjalan di belakang Bisma tanpa melepaskan pandangannya dari barang-barang yang ada di sana.
"Nah ini tuxedo yang sudah Bu Masya siapkan untuk Tuan Bisma. Silahkan di coba dulu kalau masih ada yang kurang nanti bisa saya perbaiki dulu" Susi mendorong mannequin itu mendekat Bisma.
"Bagus sekali Mas. Mesya benar-benar hebat" Alya begitu mengagumi hasil buatan Mesya itu.
"Kenapa kau yang harus memperbaikinya?? Memangnya Mesya kemana??" Sejak tadi mata Bisma memang tak berhenti mencari keberadaan wanita itu.
"Saya kira Tuan Bisma sudah tau kalau Bu Mesya sudah pergi sejak tadi pagi makanya Bu Mesya menitipkan ini kepada Saya" Jawab Susi.
"Pergi?? Pergi kemana??"
"Saya tidak tau pastinya pergi kemana, Bu Mesya hanya mengatakan kalau beliau tidak bisa kembali dalam waktu dua sampai tiga tahun ke de..."
"Apaaa!!!" Alya sampai terkejut mendengar suara Bisma.
"Tidak, ini tidak mungkin!! Alya aku harus pergi!!" Ucap Bisma dengan gusar kemudian berlari keluar meninggalkan Alya yang termangu di sana.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa di antara kalian??"