
Setiap kali aku melihat dia, dia mengingatkan ku pada seorang Celebrity. PARIS HILTON.
Kulitnya yang bening dan gerakannya yang ringan membuat dia terlihat enak dipandang. Wajahnya kelihatannya sombong namun mudah tersenyum begitu disapa, rambutnya yang hitam lebat selalu diikat keatas dibelakang kepalanya memperlihatkan leher jenjangnya, tak pernah ada asesoris yang menempel ditubuhnya, secara keseluruhan penampilannya biasa saja tetapi dalam kesederhanaanya dia malah terkesan glamour. Aku tak tau apa rahasianya orang ini. Apa yang membuat orang ini begitu menarik.
Ah, mungkin karena setiap kali datang dan pulang dari acara dia selalu diantar jemput oleh sopir dengan mobil mewahnya. Dia memang anak orang kaya. Orang tuanya mempunyai francise restoran di Mall Mall besar yang tersebar di beberapa cabang di kota kota besar di seluruh Indonesia.
Dia baru saja lulus dari kuliah di Mellbourne dan pulang ke Indonesia membantu orang tuanya mengelola Perusahaan mereka.
Anak orang kaya, pastinya gaya hidupnya high class yang suka hura hura dan berpesta. Dia memang mampu dan pantas untuk itu. Sampai suatu ketika, dalam acara Leadership Program dari yang kami ikuti oleh total participant kurang lebih 80 orang, Tuhan mempertemukan kami dalam sebuah small group. Grup grup kecil yang terdiri dari 5 orang.
what goes arround comes arround
Ada home work dimana kami diminta untuk membuat kolase pribadi. Semacam Dreaming board. Foto foto dari majalah yang menggambarkan mimpi mimpi cita cita visi misi hidup digunting kemudian ditempelkan di selembar kertas karton besar. Bisa dibilang itu merupakan sum up hasrat jiwa kami.
__ADS_1
Pada hari yang ditentukan kami dibebaskan memilih tempat dimana kami akan menceritakan apa yang ada dalam gulungan kertas itu. Kami duduk santai berlima di food court basemen sebuah Mall.
Sambil menunggu pesanan datang kami satu per satu menceritakan gambar gambar didalamnya. Aku ingat apa yang aku tempelkan, ada gambar burung terbang, gambar pesawat, bola dunia, mobil cantik, rumah indah, keluarga harmonis....
Tibalah gilirannya. Dia membuka gulungan kertas karton itu, begitu lebar sehingga hampir menutupi sebagian meja makan didepan kami. Aku diam takjub melihat gambar gambar yang terpampang di depanku.
Gambar gambar yang suram, tempat kumuh, orang orang yang kurang beruntung, ada bangunan sekolah, ada taman bermain anak anak ....
Tak ada dalam pikiranku sedikitpun membayangkan akan hal itu, gambar gambar miliknya 180% terbalik dengan semua yang ada dalam benakku.
Aku menghela nafas panjang...
salah mengira
__ADS_1
๐พ๐พ๐พ
Di akhir program Leadership kami, kami membuat Project bakti sosial di kampung Nelayan Daerah Priuk Jakarta Utara. Kami menggalang dana sesuai dengan keahlian kami, ย yang hasilnya kami tuangkan dalam acara itu, mendirikan Posyandu, merenovasi sekolah, mengadakan pengobatan gratis, membuat bazar pasar murah dari baju baju layak pakai yang kami kumpulkan..
Acaranya berlangsung meriah karena melibatkan seluruh penduduk terutama ibu ibu yang tinggal di daerah itu. Ada begitu banyak orang namun terus saja dia yang membayang bayangi mataku, aku melihat gerakannya begitu gesit dan cekatan dalam bekerja. Melepas sepatu tidak merasa jijik terjun ke tempat yang kotor kotor berlumpur langsung membaur bersama penduduk asal. Kulitnya yang putih bening tampak begitu kontras dengan kondisi sekelilingnya.
Dia selalu mencuri perhatianku. Setiap kali aku melihatnya hatiku merasa nyaman.
Di mataku dia adalah bunganya kehidupan.
O iya, namanya JESSICA.
Itu namanya yang sebenarnya :)
__ADS_1
๐พ๐พ๐พ