KARMA

KARMA
Akhirnya


__ADS_3

GREPPP.....


"Maaf" Lirih Bisma saat Mesya sudah berada di dalam dekapannya.


"Kamu berhak marah karena kamu sudah menjadi pemilik hatiku Sya"


Mesya sempat membeku dengan pernyataan Bisma itu. Akhirnya sebuah kepastian keluar juga dari bibir Bisma setelah melalui pergolakan batin yang sangat kuat.


Bisma sudah yakin dengan perasaannya kali ini. Buktinya dia begitu risau saat Mesya mendiamkannya meski hanya sebentar.


"Aku tidak tau kenapa perasaan benciku kepadamu bisa berubah seperti ini. Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku sendiri Sya. Semakin aku mencoba melawannya, perasaan itu justru berbalik menyerang ku bertubi-tubi. Waktu itu aku benar-benar mencoba menampik perasaanku kepadamu dengan mengingat hal-hal yang tidak aku sukai darimu. Tapi apa yang aku dapat?? Aku justru terus di bayang-bayangi oleh mu"


Bisma semakin mengeratkan pelukannya meski tangan Mesya masih terkulai lemas tak ada niatan membalas pelukan Bisma.


"Aku sampai rela menjadi penguntit hanya demi melihat kamu baik-baik saja. Aku tidak punya muka lagi untuk menemui kamu secara langsung. Tapu sungguh, aku ingin sekali menghampiri mu saat melihat mu terisak memanggil namaku. Aku mencintaimu Sya, sungguh!!"


Mesya yang masih terdiam itu berlahan-lahan menjadi terisak. Tubuhnya bergetar di dalam pelukan Bisma. Mesya meluapkan segala perasaannya melalui tangisannya itu.


"Tolong percaya padaku Sya. Jangan ragukan aku lagi" Bisma masih enggan melepaskan Mesya dari dekapannya Meski Bisma sudah merasakan bajunya basah oleh air mata Mesya.


"Aku cinta sama kamu" Bisik Bisma di telinga Mesya.


Bisma merasakan sesak karena tangisan Mesya itu. Namun bibir Bisma juga mengulas senyum di saat yang bersamaan. Meski Mesya tak menjawab apapun tentang pernyataan cintanya. Namun dengan tangan Mesya yang telah melingkar indah di pinggangnya, Bisma pun sudah tau jawaban Mesya.


Berlahan Bisma mulai melepaskan pelukannya. Tangannya meraih wajah Mesya yang sembab dan penuh air mata.


"Jangan menangis lagi!! Aku juga sakit melihatmu seperti ini. Sudah cukup aku membuatmu menangis sendirian selama ini. Jadi setelah ini, aku tidak ingin ada air mata lagi yang mengalir di sini" Bisma mengusap pipi Mesya dengan lembut.


Mesya masih menyimpan suaranya. Dadi tadi hanyalah Bisma yang terus mengungkapkan semua perasaannya.

__ADS_1


"Kamu masih mencintaiku kan??" Bisma sengaja menatap Mesya dengan senyum Jahilnya untuk membuat wanita itu tersenyum.


"Tidak!!" Mesya mencoba menghindar dan berbalik namun gerakan tangan Bisma lebih cepat menahan Mesya.


"Tidak?? Jelas kamu bohong Mesya. Jelas-jelas air mata ini menjadi bukti kalau kamu masih begitu mencintaiku" Bisma tak terima dengan jawaban Mesya itu.


"Kalau sudah tau kenapa harus tanya lagi??" Ketus Mesya.


Bisma terkekeh geli karena tingkah Mesya yang menggemaskan itu. Bisma juga tidak menyangka jika Mesya bisa membuatnya tertawa lagi setelah kepergian Alya.


"Sudah, aku ngantuk mau masuk dulu. Kak Bisma pulang saja!!" Mesya langsung menutup pintunya dengan cepat.


"Sya, buka pintunya!! Aku mau tidur di sini Sya!! Aku tidur di sofa juga tidak masalah. Sya!!"


Bisma terlihat frustasi karena di usir oleh Mesya. Tujuan Bisma membawa sofa empuk ke rumah Mesya adalah untuk tempat tidurnya ketika menginap di sana. Namun keinginan Bisma yang sudah di rancang bagus itu harus lenyap ketika Masya tak mau membukakan pintu untuknya.


"Ya sudah, untuk malam ini aku akan pulang. Tapi jangan harap kalau besok kamu bisa mengusirku lagi dari sini!!" Ucap Bisma dari balik pintu.


Meski sedikit kecewa, namun Bisma tetap menuruti permintaan Mesya untuk pulang. Bisma tau kalau Mesya butuh waktu untuk sendiri setelah mendengar pernyataan cintanya.


*


*


*


Keesokan harinya, Bisma sudah tiba di tempat yang beberapa hari ini sudah absen dia datangi. Bunga mawar putih yang di rangkai dengan indah juga sudah berada di tangan Bisma.


"Lo tunggu sini aja!!"

__ADS_1


"Siap Bos"


Pagi ini Bisma sangat enggan berkendara seorang diri. Maka dari itu, dia memanggil Ferry untuk menjemputnya.


Kaki Bisma menapaki tanah pemakaman yang sepi di pagi hari itu. Makam yang ia tuju di tengah lahan luas itu sudah sangat ia hafal.


Bisma tak bisa menyembunyikan wajah sendunya ketika melihat nisan bertuliskan nama wanita yang mengisi hatinya selama bertahun-tahun itu.


"Alya, maafkan aku karena beberapa hari ini tidak menemui mu" Bisma meletakkan bunga tang di bawanya itu di atas gundukan tanah yang sudah di tumbuhi rumput hijau itu.


"Aku tau pasti kamu sudah melihat dari atas sama kenapa aku tidak datang ke sini"


"Aku sebenarnya malu mengatakan ini semua kepadamu karena aku bukanlah pria yang bisa di pegang janjinya. Buktinya aku mengingkari sendiri janjiku kepadamu Alya"


Wajah sendu Bisma bisa menggambarkan perasaannya saat ini. Dia merasa bersalah pada Alya karena tidak bisa menjaga cintanya. Bisma sendiri yang berjanji namun Bisma sendiri yang mengingkarinya. Sudah seperti menjilat ludahnya sendiri.


"Aku malah menjadi pria pengecut yang tega menyakiti wanita. Aku menyakiti kamu karena aku telah mengingkari cinta kita berdua. Aku juga sudah menyakiti Mesya begitu dalam hingga dia hidup menderita karena ulahku"


"Aku kalah Al, aku sudah kalah dengan perasaanku sendiri. Maafkan aku karena aku telah mengisi hatiku dengan nama lain. Sekarang Mesya sudah menjadi pemilik hatiku Al. Tapi asal kamu tau, aku tidak pernah membagi cintaku untuk kalian berdua. Kamu punya tempat tersendiri di dalam hatiku. Begitu juga dengan Mesya. Jadi aku mohon jangan benci aku Al"


Bisma mengusap air mata yang hampir menetes dari kelopak matanya.


"Tapi kata Mesya, kamu adalah orang yang baik. Kamu pasti bisa memaafkan kita dari atas sama" Ucap Bisma dengan berharap jika Alya tidak akan pernah membenci dirinya.


"Maaf karena aku sudah mencintai Mesya Al. Anak kita juga sebentar lagi lahir. Aku berencana menikahi Mesya setelah itu. Aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku cintai untuk ke dua kalinya. Jadi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi mereka berdua. Jadi aku mohon beri aku restu dan jangan benci kamu Alya"


Setelah beberapa saat, Bisma juga sudah mengungkapkan semua perasaannya kepada Alya, Bisma mulai beranjak dari sana.


Perasaanya menjadi sedikit ringan setelah memberitahukan semuanya kepada Alya. Atau memang benar jika Alya juga telah mengikhlaskan kebahagiaan Bisma dengan orang lain dari atas sana.

__ADS_1


"Apa kabar Tuan Bisma?? Ternyata kamu masih berani datang ke sini" Suara seorang pria yang mencegah kepergian Bisma dari belakang.


__ADS_2