KARMA

KARMA
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya


__ADS_3

Alya terus mengagumi makhluk ciptaan Tuhan yang terlihat sedang sibuk dengan laptopnya. Sejak pria yang berada di sampingnya itu berhasil memasuki hatinya, kekagumannya para pria yang telah menjadi suaminya itu bertambah setiap harinya.


Meski pernikahan mereka yang lakukan hanya berdasar perjodohan pada awalnya, namun saat ini cinta sudah mengikat keduanya. Kesabaran Arya untuk membantu Alya menutup luka dalam hatinya ternyata mampu membuat hati Alya luluh.


Perhatian, kelembutan, kasih sayang dan cinta yang di berikan Arya di setiap perlakuannya pada Alya mampu membuat Alya kembali merasakan cinta.


Awalnya Alya menerima perjodohan itu hanya karena rasa bersalahnya kepada orang tuanya. Namun lambat laun, dengan keikhlasan Alya menerima Arya dalam hidupnya, cinta itu datang menghampirinya.


Arya adalah pria dari kalangan biasa, tak berasal dari keluarga konglomerat seperti Bisma. Arya hanya bekerja sebagai seorang karyawan yang jabatannya lumayan tinggi di perusahaan tempat ia mencari nafkah itu. Namun wajahnya yang rupawan dan kesederhanaan yang selalu ia tunjukkan mampu menarik perhatian wanita-wanita yang ada di sekitarnya.


Arya yang juga lajang saat itu, menerima begitu saja tawaran untuk dijodohkan dengan anak salah satu teman orang tuanya.


Saat pertama kali melihat Alya, Arya tau jika keadaan hati wanita yang akan di jodohkan dengannya itu sedang tidak baik-baik saja. Namun dia tetap menerima perjodohan itu karena merasakan getaran yang tak biasa saat melihat wajah teduh milik Alya.


Hingga pernikahan itu benar terjadi, Alya menceritakan semua yang dia alami kepada Arya. Alya sempat takut jika Arya menikahinya karena terpaksa. Tapi ternyata, pria itu benar-benar menunjukkan keseriusannya terhadap Alya.


"Kenapa??" Arya menatap Alya dengan tatapannya yang mampu menumbuhkan tunas baru dalam hatinya setelah hati Alya sempat mati.


"Nggak papa Mas, aku hanya sedang mengagumi mu saja" Jujur Alya.


"Oh ya?? Apa yang membuatmu kagum kepadaku??"


"Banyak" Jawab Mesya sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


"Salah satunya??"


"Salah satunya karena cinta yang kamu berikan kepadaku. Aku merasa istimewa karena kamu begitu mencintaiku Mas. Padahal awalnya kita tidak pernah bertemu sekalipun sebelum pernikahan kita"


Arya menutup laptopnya, lalu merengkuh Alya masuk ke dalam dekapannya.


"Itu yang namanya jodoh sayang. Kita tidak akan tau kapan datangnya"


"Iya Mas benar. Dan ternyata selama itu aku sudah terjebak dengan jodoh orang lain" Alya erkekeh mengingatnya. Bukan karena masih cinta, tapi karena terlalu lama menjalin hubungan dengan orang yang bukan jodohnya.


"Tapi sepertinya aku harus berterimakasih dengan mantan kamu itu sayang" Alya langsung melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Kenapa??" Kerutan di dahinya menunjukkan jika dia benar-benar kebingungan.


"Karena dia sudah menjaga jodoh ku ini" Arya mencubit hidung mungil Alya.


"Dia sepertinya sangat mencintai kamu sebelum dia berpaling dengan wanita lain. Buktinya dia masih menjaga kehormatan kamu tanpa menyentuhmu sama sekali walau sudah berhubungan selama itu" Alya mengangguk-angguk mendengarnya.


"Dia memang pria baik Mas. Tapi aku tidak tau kenap dia bisa berubah secepat itu. Tapi sudahlah, itu tak penting lagi. Yang ada di hadapanku saat ini lebih penting" Alya kembali memeluk suaminya.


"Benarkah??" Goda Arya.


"Tentu saja, kamu dan dia adalah yang terpenting saat ini" Alya menarik tangan Arya untuk mengusap perut buncitnya.


"Kamu dan anak kita juga segalanya untukku" Balas Arya dengan segenap ketulusan di dalam hatinya.


*


*


*

__ADS_1


Sementara itu, di tempat yang lain. Di sebuah rumah baru yang hanya di isi sepasang pengantin baru itu masih tampak sepi di waktu yang sudah bisa di bilang siang.


Pemilik rumah itu belum juga keluar dari kamarnya. Bahkan tirai kamar mereka saja belum di buka sama sekali. Mungkin jika ada orang lain di rumah itu, kamar yang kedap suara itu sudah di ketuk pintunya berulang kali.


"Emmhhh" Lenguh Mesya sambil merenggangkan ototnya yang terasa remuk karena Bisma terus menggempurnya setiap malam. Apalagi kemarin adalah hari dimana mereka mengadakan resepsi pernikahan mereka. Tentu saja Mesya merasa begitu lelah, tapi Bisma seakan tak peduli, dia berubah menjadi seperti singa yang siap memangsa jika sudah berada di dalam kamar bersama Mesya.


"Jika seperti ini terus, bisa remuk tubuhku" Gumam Mesya sambil melirik suaminya yang masib terlihat pulas dalam tidurnya itu.


"Habisnya kamu terlalu menggoda untuk dianggurkan sayang. Jadi jangan salahkan aku salahkan saja tubuh mu itu" Balas Bisma dengan matanya yang tertutup.


"Mas, kamu udah bangun??" Mesya terkejut karena gumamannya mendapat sahutan.


"Hemm, aku terbangun karena istriku kelelahan" Bisma menarik Mesya untuk semakin mendekat kepadanya.


Tapi gerakan cepat Bisma itu membuat perut Mesya tiba-tiba bergejolak.


"Hemmbb" Mesya membekap mulutnya karena ingin mengeluarkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang??"


Mesya tak menyahut, dia justru berlari cepat ke kamar mandi.


"Huek..huek..." Mesya mencoba memuntahkan isi perutnya yang kosong itu.


Mendengar istrinya seperti itu, Bisma menyusul Mesya ke kamar mandi tanpa peduli dengan tubuh polosnya.


"Huek.."


"Kamu kenapa sayang??" Bisma memegang rambut Mesya yang terurai ke depan.


"Kita ke rumah sakit aja ya??"


"Aku tid... Huekkk" .


"Tuh kan!! Sekarang Mas mandi dulu, habis itu ke rumah sakit!!"


"Nggak udah Mas, paling ini cuma masuk angin karena kecapekan habis acara kemarin" Mesya sengaja menyandarkan tubuh lemahnya ke dada Bisma.


"Enggak!! Pokoknya kita harus ke rumah sakit sekarang, ayo mandi dulu!!" Putus Bisma karena melihat wajah Mesya yang berubah menjadi pucat saat ini.


Bisma menggendong Mesya dan mendudukkannya di closet. Mesya yang sudah tak bertenaga lagi tak mampu menolak apa yang di lakukan suaminya itu.


"Kamu mau mandi apa enggak??" Tanya Bisma karena melihat Mesya yang seakan sudah tak bertenaga.


"Mandi ah Mas, badanku lengket semua"


"Ya sudah kamu mandi dulu, kamu sudah pucat begini, kita harus cepat ke rumah sakit" Bisma begitu khawatir dengan keadaan Mesya. Namun tidak mungkin mereka pergi dalam keadaan lengket sisa perbuatan mereka semalam.


"Mandiin Mas" Rengek Mesya sambil merentangkan tangannya meminta gending oleh Bisma.


Tentu saja hal itu membuat Bisma sangat terkejut karena tak biasanya Mesya bertingkah manja seperti itu.


"Iya ayo Mas mandiin" Dengan bibirnya yang terus mengulas senyum. Bisma menggendong istirnya yang telah melingkarkan kakinya ke pinggang Bisma.


Untuk pertama kalinya pasangan yang baru saja mempublikasikan hubungan mereka kemarin malam itu mandi bersama setelah resmi menjadi suami istri.

__ADS_1


Singkat cerita mereka telah tiba di rumah sakit. Bisma dengan sabar menunggu Mesya yang telah di periksa oleh Dokter kandungan.


Dia dan Mesya yang belum berpengalaman sama sekaki tentang hal yang mungkin saja menghadirkan kehidupan baru di dalam rumah tangga mereka merasa kebingungan, karana Dokter yang tadi memeriksa Mesya tiba-tiba mengarahkannya untuk membawa Mesya ke poli kandungan.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter??" Tanya Bisma karena sejak tadi Dokter itu terus menggerakkan alat di atas perut Mesya.


"Istri Bapak baik-baik saja tentunya" Jawab Dokter itu masih fokus pada layar di depannya.


"Kalau baik-baik saja kenapa istri saya mual terus sejak pagi tadi Dokter??"


Dokter itu tersenyum melihat bagaimana kekhawatiran Bisma itu.


"Penyebab mual itu karena ini Pak. Coba Bapak dan Ibu melihat ke layar di depan sana" Tunjuk Dokter itu pada layar yang lebih besar di depan Mesya dan Bisma.


"Semua yang di alami Ibu Mesya itu adalah hal wajar ketika awal kehamilan. Jadi Bapak tidak udah khawatir, karena mual dan muntah itu akan menghilang dengan sendirinya kalau usia kehamilan sudah memasuki trimester ke dua" Jelas Dokter itu yang semakin membuat Bisma kebingungan.


"Awal kehamilan?? Maksudnya??"


"Selamat ya Pak. Ibu dan Bapak sebentar lagi akan menjadi orang tua, karena Bu Mesya sudah mengandung 6 minggu saat ini" Penjelasan Dokter kali ini membuat Mesya dan Bisma mengerti


"A-apa Dokter?? Saya hamil??" Air mata langsung menyeruak begitu saja dari mata Mesya.


"Kamu hamil sayang, kita akan segera punya anak??" Mata Bisma berbinar sampai terlihat mengkilat karena berkaca-kaca.


"Benar Pak. Dan setelah ini saya ingatkan agar Bu Mesya lebih berhati-hati menjaga kandungannya. Jangan bekerja berlebihan agar Bu Mesya tidak kelelahan. Makan makanan yang bergizi tinggi dan istirahat yang cukup. Saya juga akan meresepkan vitamin yang harus di konsumsi Bu Mesya"


"Baik Dokter, saya mengerti"


Bisma masih tak percaya dengan keajaiban yang di terimanya saat ini. Sungguh hadiah yang begitu istimewa dari Sang Pencipta untuknya.


Sejak keluar dari ruangan Dokter tadi Bisma terus saja menggenggam tangan Mesya meski kini meraka sudah berada di dalam mobil.


"Lepas dulu dong Mas, kamu kan mau nyetir"


"Enggak, aku mau jagain istri dan calon anak aku" Mesya tertawa mendengar jawaban Bisma.


"Iya jagain tapi nggak gini juga dong Mas. Kalau kenapa-kenapa di jalan gimana gara-gara kamu nggak fokus nyetirnya??"


"Benar juga kata kamu sayang. Tapi Mas takut kalau kamu dan anak kita kenapa-napa. Aku bahagia sekali karena kehamilan kamu ini. Apalagi dulu kuta belum pernah melihat anak kita lahir ke dunia" Wajah Bisma tiba-tiba berubah sendu. Mesya tau kalau Bisma kembali teringat tentang mimpi mereka.


"Mas, sekarang kita jaga baik-baik anak kita ya. Aku yakin kalau aku akan melahirkan anak kita ini dengan selamat. Mungkin dulu kita tidak sempat melihatnya hadir di antara kita. Tapi di dunia nyata ini, dia akan berada di tengah-tengah kita sebagai pelengkap kebahagiaan kita" Ucapan Mesya membuat Bisma sedikit tenang.


"Tentu sayang. Aku akan memastikan kalian akan baik-baik saja" Bisma merengkuh Mesya ke dalam dekapannya.


"Terimakasih karena sudah mengandung anakku sayang. Semoga kebahagiaan kita ini akan kekal samapi mau memisahkan kita berdua. Aku mencintaimu Mesya, istriku"


"Aku juga mencintai mu suamiku"


END


Selamat tinggal buat Mas Bisma dan Mbak Mesya...


Terimakasih otor ucapkan untuk readers yang setia menemani perjalanan mereka dari awal sampai akhir..


Sampai jumpa di karya otor selanjutnya yaaa......

__ADS_1


Bye byee......


__ADS_2