Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Kediaman Sanjaya


__ADS_3

Selama liburan sekolah Navia habiskan berkumpul sama keluarga, menjahili para pekerja dirumahnya, agar tidak merasa bosan dirumah. kadang juga dia menghabiskan harinya bermain bersama anak panti.


Karena hari ini week and, dia bisa berkumpul sama orang tuanya, bercanda, bermanja-manja pada ayah dan bundanya.


Navia yang lagi asyik nonton tv acara kesukaannya, dikagetkan oleh ayahnya.


Ayah Navia" dor.


Navia" (kaget) ih ayah, ngagetin aja si, gimana kalau Via kenah serangan jantung, untung Via sehat (kesal)


Ayah Navia" Salah sendiri, di panggil-panggil gak denger, jadi ayah kesal deh.


Navia" iih ayah kebiasaan deh, kan bisa baik-baik manggilnya, jangang di kagetin gitu (ucapnya kesal langsung bangkit dari tempat duduknya berlari kedapur)


Navia" (berlari sambil berteriak) bundaaaa (cemberut)


Bunda Navia" napa anak cantik bunda kok manyun si (katanya sambil membuat kopi untuk suaminya) berantem lagi ya sama ayah. Gak anak, gak ayah sama aja, sukanya buat orang kesal. saat di jailin marah (geleng-geleng kepala melihat tingka anak dan suaminya)


Navia" tu ayah, lagi asyik nonton jadi di gangguin, vianya kesal, nonton Via gak selesai, gak tau de sambungan ceritanya (katanya kesal dengan muka di tekuk dan bibir manyun)


Bunda Navia" udah-udah, yuk kita sampirin ayah, kasihan ayah sendirian disana. (katanua sambil berjalan menuju tempat suaminya dan diikuti oleh Navia)


Navia dan Bundanya sudah duduk didekat ayah, Navia membuang muka dan melotot melihat ayahnya senyum-senyum, ayahnya tau kalau anaknya masih kesal sama dirinya.

__ADS_1


Ayah Navia" Via, udah dong, jangan dicuekin ayahnya, ayah minta maaf deh, (ucapnya mohonnya pada anaknya) maafin ayah ya.


Bunda Navia" Via, udah dong nak, kasihan ayah, liat tu muka ayah jadi jelek (katanya membujuk anaknya)


Navia" iya deh Via maafin ayah (katanya masih kesal) jangan di ulangi lagi.


Ayah Navia" iya, tapi ayah gak janji (katanya sambil tertawa)


Navia" iiiihhh ayah (teriaknya kesal sama ayahnya) bunda liat kan ayah. masih nyeselin,


ayah Navia" hahahaha (tertawa melihat anaknya kesal) Via, ayah penasaran sama sahabatmu Raina, seusia yang masih remaja terlihat tegar, dan dewasa. Seharusnya dia bermanja-manja dengan orang tua, seperti kamu ini, tapi yang ayah liat dia anak mandiri. (tanya ayah penasaran kisah hidup sahabat anaknya)


Navia" (kembali bersemangat, saat ayahnya menanyakan soal sahabatnya) iya yah, dia beda dari anak lainnya (katanya sedih kembali, menundukkan kepala), dia tidak pernah merasakan dimanja atau pun bermanja-manja sama orangtuanya, orang tuanya menganggap dia sama adiknya itu hanya beban, tidak pernah diberi perhatian, sebenarnya mereka tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya, tapi karena neneknya yang mengiginkan kehadiran mereka, akhirnya Raina lahir di dunia ini. dia tidak pernah merasakan namanya dipeluk oleh ibu. itulah mengapa dia menangis saat bunda peluk dia, aku ikut sedih. Raina harus berjuang sendiri untuk masa depannya, orang tuanya tidak membiayai sekolahnya, dia sekolah berkat kerja kerasnya, karena dia berprestasi dia bisa sekolah lewat program beasiswa. aku sangat bangga sama dia, walau hidupnya berat dia tetap bisa menghibir orang yang sedih. Dengan bakat yang dia miliki, membuat orang yang dekat dengannya merasa nyaman. (cerita Navia seraya menahan air matanya) Via bersyukur yah, bun, bisa jadi sahabatnya, dia selalu ingetin via untuk belajar, katanya jika via giat belajar via bisa bikin ayah dan bunda bangga, dan hasilnya via rasakan sekarang, via dapat nilai bagus, sekaligus bisa jadi kebanggaan kalian.


mereka ingin berterimakasih kasih pada Raina, berkat bimbingan yang dia berikan pada anaknya, akannya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan, dan mengembalikan keceriaan anak mereka yang sempat hilang.


Navia" bun, yah, andai kak Eza masih ada, aku ingin menjodohkan kak Eza sama Raina, aku tidak ingin sahabat aku dapat jodoh yang salah (katanya sambil berandai-andai bahwa kakaknya masih ada) via sangat senang kalau raina jadi kakak ipar via, tapi itu semua tidakkan mungkin. (menagis dalam pelukan bundanya)


Ayah dan bundanya terkejut dengan perkataan anak bungsunya. Hati mereka sakit mengingatkan atas apa yang menimpa anak sulungnya yang sudah meninggal 3 tahun lalu akibat kelalaian mereka.


Kakak Navia meninggal akibat kecelakaan saat mengendarai motor, saat itu kakaknya marah kepada orang tuanya jarang pulang, sibuk dengan pekerjaan mereka masing.


Navia menangis mengingat kakaknya sudah tidak ada di dunia ini, meninggalkan dia untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Mereka semua larut dalam kesedian mereka masing-masing, sampai hari menjelang sore.


Di dalam kamar Navia bercerita tentang sahabatnya kepada poto kakaknya, sambil mengelis poto kakaknya.


Navia" kak, andai kamu masih di sini, aku bisa manja-manja kayak dulu, bermain sama kakak, kak via mau cerita, via punya sahabat, dia anaknya ceria dan baik, tapi dia sangat rapu kak. kak kita masih beruntung ayah dan bunda masih memperhatikan kita, walau mereka jarang dirumah, mereka bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita. kak beda sama raina, dia harus berjuang untuk hidupnya dan adikkya, untuk pendidikan nya aja harus mengandalkan prestasinya, untung dia memiliki kepintaran dan cerdas di atas rata2 kak, semenjak aku bersahabat dengannya, aku bisa bangkit dari keterpurukan ku kak, kak aku kangen kakak (menangis) kak kami kagen dengan suara kakak, kejahilan kakak.


Diluar kamar, bunda dan ayah Navia ikut menangis mendengat cerita anak bungsunya kepada mendiang kakaknya lewat poto. hati mereka hancur saat anak bungsunya terpuruk saat kehilangan kakaknya untuk selama-selamanya.


Bunda" nak maafin kami nak, karena kami jarang dirumah, dan berkumpul dengan kalian, membuat kak Eza marah, mengendarai motor dengan hati yang marah, akhirnya kecelakaan yang terjadi yang membuat kami sangat terpukul, tambah adikmu Za, sangat kehilangan sosok dirimu, dia sampai terpuruk, maafin bunda za. (menangis)


Ayah" iya kak, maafin ayah, kalau bunda tidak harus menemani ayah dinas keluar, bunda pasti bisa nemenin kalian, kak maafin ayah sama bunda, kami janji akan lebih PT hatian sama adikmu, alhamdulillah sekarang dia kembali semangat dan ceria seperti dulu, rumah kini terasa hidup kembali, berkat sahabatnya dia kembali ceria lagi, semangat lagi untuk pendidikan nya, adikmu sangat membuat ayah sama bunda bangga, kak kita kangen sama kakak.


Mereka akan tetap semangat untuk hidup, karena ada yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2