
"Jangan-jangan......... ah gak boleh berburuk sangkah, bisa jadi orang lain. Tapi kenapa hati gue ngarah sama Dia." Ucap levi.
"Gue harus ngomong ini sama Kak Malvin, apa yang sedang gue pikirkan tentang Kak Citra? Gue takut tebakan gue benar, bisa celaka mbak Raina." Sambungnya lagi.
Levi tidak ingin kakak iparnya dalam bahaya apa lagi sekarang kakak iparnya sedang mengandung. Dia harus bisa menjaga kakak iparnya dari orang-orang yang ingin mencelakainya.
Levi menghampiri kakak iparnya, sepertinya mereka sudah selesai berbelanja untuk keperluan amal mereka.
"Mbak Raina" panggil Levi dengan senyum di wajahnya.
Raina dan Navia menoleh kearah asal suara, setelah tau siapa yang memanggil mereka membalas balik senyum.
"Kayaknya udah selesai belanja semua keperluan untuk panti sama bingkisan sembako mbak, kak." Ucap Levi.
"Kayaknya uda tu, sekarang kita ke kasir untuk bayar, tapi aku chat sama yang lain dulu agar ngumpul di satu kasir aja biar gampang bayar nya." Jawab Navia melihat dari kejahuan para sahabat dengan keranjang-keranjang mereka yang penuh dengan bahan yang akan di bagikan kepada Panti dan orang kurang mampu.
"Boleh tu kak. Oo iya, mbak Raina gak boleh bawah yang berat-berat ya, takutnya nanti keponakan aku kenapa-napa" ucap Levi membenarkan pendapat Navia dan juga mengingatkan kakak iparnya agar tidak cerobah karena sedang berbadan dua.
Navia yang mendengar kata keponakan yang di lontarkan oleh Levi, dia menatap Raina ingin penjelasan dari apa yang dia dengar.
Raina senyum kecut karena dia belum sempat mengabari sahabat-sahabat kalau dia sedang berbadan dua saat ini, padahal ini kabar bahagia. Maklum namanya juga manusia suka lupa 😄😄😄.
"Maaf, Via. Aku lupa ngasih kabar sama kalian semua, kami tau aja pas aku pingsab setelah baca dari kiriman teror berbentuk ancaman, bukan itu aja aku dikirim lagi teror isinya bikin aku sama keluat ngeri. Jadi aku lupa ngabari kalian." Jelas Raina yang merasa bersalah sama sahabatnya.
"Apaaa" pekik Navia terkejut sahabatnya mendapat teror lagi.
"Kak, jangan teriak malu sama yang lain, ingat kita lagi di tempat umum." Ucap Levi menegur Navia jangan membuat keributan.
__ADS_1
"Hehehe maaf kakak lupa kita dimana sekarang, jadi lupa tujuan awal kakak ingin ngabari yang lain kalo kita ada di kasir 3." Ucapa Navia.
Setelah Navia mengabari yang lain mereka berada di kasir 3, mereka sekarang sudah berkumpul di kasir dengan mengantri tertip sambil ngobrol mengurangi kebosanan.
30 menit kemudian mereka sudah membayar semua yang telah mereka beli, sekarang mereka pergi ke Restoran untuk mengisi perut mereka yang sedang bernyayi karena cacing demo 😄😄😄.
Di kesempatan ini Raina menyampaikan kabar bahagianya.
"Boleh minta waktunya sebentar gak ni, ada yang mau aku sampaikan sama kalian semua." Ucapan Raina membuat mereka semua diam dan sedikin canggung.
"Aku saat ini sedang me....ngan....dung. Disini (mengelus perut) ada keponakan kalian." Sambungnya lagi.
Mereka semua sedang mencerna kata-kata Raina kecuali Levi dan Navia yang sudah tahu.
Espresi wajah mereka berbeda-beda, ada yang masih bingun, ada yang langsung ucap selamat, ada yang terharu.
Raina bersyukur memiliki mereka semua, suka duka mereka bagi bersama. SAHABAT rasa KELUARGA.
Acara makan-makan dan ngobrol di iringi canda tawa mereka menuju Panti. Setelah dari panti mereka membagi sembako juga uang kepada orang-orang kurang mampu.
Waktu menunjukan pukul lima sore, mereka sudah selesai membagi sembako dan kini saat mereka berpisah.
"Alhamdulillah Akhirnya selesai juga acara kita hari ini, semoga bermamfaat untuk mereka semua." Uncap Raina beryukur acara amalnya berjalan lancar.
"Alhamdulillah" kata mereka barengan.
"Hari udah sore, saatnya kita kembali kekandang masing-masing 😜😜😜" kata Alvian dengan santainya menganggap mereka semua hewan ternak yang sedang main di luar kandang.
__ADS_1
Alvian mendapat tatap membunuh dari para sahabatnya.
"Bercanda woi, jangan di anggap serius kali, santuy. Maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻" sambungnya.
"Enak banget loe Vian, katai kita hewan, dasar buaya buntung." Emosi Revan masih belum reda.
"Maaf, kadal buntung 😛😛😛." Balas Alvian.
"Udah-udah pada bercanda, kalo buaya sama kadal siapa yang kalah ya 🤣🤣🤣." Bukannya membuat tenang semakin membuat mereka tertawa.
Mereka semua tertawa tanpa menyadari ada yang mengawasi gerak gerik mereka.
☘️☘️☘️☘️☘️
Di lain tempat sedang bahagia dan terharu setelah mendapat kabar dari orang suruhannya.
"Alhamdulillah kamu bisa bahagia kak, setelah apa yang kau derita selama ini, semoga selamanya kau bisa bahagia seperti ini, ayah akan menebus kesalahan ayah dengan apapun, ayah akan mempertemukan kalian dengan ibu kalian, jangan kalian benci ibu kalian anak-anakku, ibu kalian sebenarnya tidak punya salah apapun pada kalian tapi dia takut dengan ayah. Maafkan keegoisan ayah, kalian menderita dan terpaksa jauh dari ibu kalian." Ucap Ayah bersyukur dan juga merasa bersalah.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... 🥰🥰
Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,
__ADS_1
- Istri Tomboyku
- Cewe Bar-bar Jodoh ku