
suara azan sudah menggemah, Raina bangun dari tidurnya untuk melakukan kewajibannya, raina bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi raina ganti pakaian bersih, mengambil air wuduh dan sholat isa, senbelum sholat, Raina membangun Anggun, agar sahabatnya bisa sholat subuh.
Raina" Gun bangun udah pagi, buruan mandi dan jangan lupa sholat, aku sholat duluan. (meninggalkan Anggun yang masih tidur)
Anggun" huaaam (menguap sambil mengucek matanya) iya na, makasih ya udah bangunin gue. iya gak pa pa, sholatlah duluan. tar gue nyusul.
Raina khusyuk sholatnya, dalam doa raian meminta perlindungan pada Sang pencipta.
Raina" ya allah, lindungilah orang yang hamba sayangi, jangan biarkan mereka dalam bahaya, jika memang kak malvin bukan jodoh yang kau takdirkan untukku, aku akan berusaha ikhlaskan hati ini, walaupun itu sulit, karena namanya sudah ada dihati hamba, aku tidak ingin karena keegoisan hamba mereka semua celaka. hamba sayang mereka semua. hamba yakin engkau kan memberiku jodoh yang terbaik untuk ku, dan jadi iman yang membimbing ku menuju jalan mu, aamiin. (mengusap wajahnya dan menyekah air matanya)
Anggun yang baru saja keluar dari kamar mandi mendengarkan semua doa yang Raina panjatkan, hatinya terharu, begitu tulusnya dia menyayangi sahabat-sahabat nya, dia rela berkorban untuk orang yang dia kasihani.
Anggun" (menangis mendengarkan doa yang raina panjatkan) Na, makasih lo udah mendoakan keselamatan kami, lo sangat tulus menyayangi kami, bahkan lo rela berkorban melepaskan cinta demi kami semua, Na, gue akan berdoa untuk kebahagiaan lo, semoga ini semua cepat berakhir, dan gue harap lo bisa bersatu dengan cinta lo. gumannya dalam hati.
Anggun yang melihat Raina sudah selesai sholat, kini dia berganti sholat, dan Raina berganti pakaian dan bersiap-siap kekampus sambil menunggu anggun selesai sholat dan bersiap-siap juga.
30 menit kemudian anggun selesai bersiap-siap dan berangkat kekampus. mereka pergi kekampus sambil mengobrol.
Anggun" na, lo tadi malam mimpi apa na, sampai histeris gitu banget na (tanya nya penasaran, apa yang membuat sabahatnya teriak histeris segitunya, tapi tidak mendapat jawaban dari Raina, yang ada air mata raina yang jatuh membasahi pipinya) ok, kalo lo belum siap cerita, tapi jangan nangis na,
Raina" (menyekah air matanya) bukan aku gak mau cerita, tapi aku takut setelah kamu tau mimpi aku semalam bikin kamu takut, (menatap sahabatnya)
Anggun" gak bakalan na, karena kita sahabat selamanya, ingatkan nama grup kita BEST FRIENDS FOREVER, jagi kita akan selalu ada buat lo. cerita aja, agar kami semua tau apa yang sedang lo rasakan saat ini. (tersenyum manis)
Raina" (membalas dengan senyuman yang tak kalah manis) ok, aku cerita, semalam aku mimpi Kamu, Revin dan Navia di siksa dan setelah itu dibunuh, seluruh tubuh kalian berlumuran darah yang mengalis dari luka habis di campuk, dan saat dia membunuh kamu aku melihat langsung di depan mataku, aku takut Gun, itu jadi kenyataan. (menganis kembali, dan terlihat raut ketakutan di wajahnya)
__ADS_1
Anggun" (tertegun mendengar cerita dari mimpi Raina) ya tuhan, begitu mengerikan mimpi lo na, pantasan lo sampai histeris begitu hebatnya tadi malam, dan ancaman itu sampai terbawah dalam mimpimu, ya tuhan, berilah jalan keluar dari masalah ini agar raina tidak ketakutan seperti ini, aamiiin. katanya daalm hati
Raina" (melihat Anggun hanya terdian, dia pikir sahabatnya ketakutan) maafkan aku Gun, gara-gara kalian sahabatku, kalian dalam bahaya, (merasa bersalah) coba aku gak ketemu dan sampai jatuh cinta ma dia, mungkin semua gak akan jadi begini (ucapnya menundukkan kepala dengan wajah yang sendu)
Anggun" udah gak usah diseisalai apa yang sudah terjadi, semoga aja ada jalan keluar dari semua masalah ini dan ada hikmahnya. (memcoba tersenyum) yang semangat, hari kita masih panjang, kita udah sampai. (memberi semangat untuk Raina)
Raina" (memcoba untuk tersenyum dan semangat kembali) iya Gun, makasih ya, harus semangat,
Sedangkan dengan malvin, pagi-pagi saat sarapan sudah dapat pertanyaan yang menohok hatinya, kapan kenalin Raina sama keluarga kita kak..? dan kapan kakak mau lamar Raina kak..?
Pertanyaan itu membuat hati malvin tambah galau, bagaiman tidak dia sendiri saja ingin bertemu melepaskan rindunya tapi tidak bisa bertemu takut Vania sekretaris nya bisa berbuat nekat dan membahayakan keselamatan raina dan orang yang terdekat raina.
Mama" kak, kapan kakak kenalin Raina sama mama dan papa, juga keluarga besar kita, (bertanya pada anaknya, karena sampai saat ini belum di pertemuankan juga)
Papa" iya kak, apa mau papa suruh anak buah papa culik dia, dan antar kerumah kita, (mengancam anaknya agar mau mempertemukan mereka dengan calon mantunya) dan kapan kakak ajak mama sama papa untuk lamar Raina, kak.
Sepeninggalam Malvin, mama mengajak papa ngobrol di taman samping rumahnya.
Mama" (duduk disofa) pa, kok mama rasah ada yang disembunyikan sama anak kita, lihat perubahan sikapnya tadi, dari ceria langsung gusur gitu saat mama nanya kapan dia mau ngenalin kita ke calon mantu kita. (mengeluarkan unek-enek yang ada di pikirannya)
Papa" iya ma, papa juga berpikiran sama kayak mama, tar papa suruh Dodi menyeliki apa yang di sembunyikan oleh anak kita, mama tenang aja, kita pasti bertemu dengan calon mantu kita.
Mama" (senyum seringai karena memdapat ide bagaimana dia bertemu dengan calon mantunya dan dia bisa ngetes langsung bagaimana sifat asli dari calon mantunya) iya pa,
Setelah sampai kantor, malvin tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang teropsesi sama dia, dan pura-pura tidak tau kalau saat ini Vania sudah mengancam calon istrinya. memaksakan membalas sapaan dari sekretarisnya.
__ADS_1
Vania" pagi pak, (senyum manis)
Malvin" (memaksakan untuk tersenyum) pagi juga,
Vania" (girang karena sapaannya di balan dan dapat melihat senyuman bos ganteng) pak mau saya buatkan kopi, atau teh. (tersenyum)
Malvin" tidak perlu, tadi sebelum berangkat kerja sudah minum kopinya. terimakasih (masih tersenyum) bisa saya ke ruangan saya. (bertanya kepada Vania agar Vania memperbolehkan pergi dan tidak menggangunya lagi untuk saat ini)
Vania" (bengon melihat senyuman Malvin) i..ya pak, silakan pak. maaf saya menghambat bapak ke ruangan bapak. (merasah bersalah)
Malvin" tidak apa-apa, mari (pergi keruangannya)
Vania merasakan hatinya berbunga-bunga, tidak tau kenapa hari ini bosnya bersikap lembut dan membalas sapaannya, dia mengira apa bosnya mulai menyukainya.
Vania" hah, mimpi apa gue semalam (menepuk pipinya) hari ini bos ganteng balas sapaan gue, sambil senyum lagi, ya ampun manis banget kalo dia lagi senyum, gue senang banget, pak malvin mulai menyukai gue, itu bisa jadi. hahaha (senyum bagagia)
Diruangan Malvin, malvin bisa bernafas lega karena tidak harus berpura-pura tersenyum dan berkata lembut lagi.
Malvin" (menghela nafas) gila, gila aku harus bermuka manis di depannya, kalau tidak aku gak bisa banyangin, apa yang bakalan dia perbuat kepada raina, kalau liat ku muka ketus depannya bisa dia ngira kalo aku ketemu Raina, dan raina menceritakan masalah dia ngancam raina. maakan aku raina saat ini belum bisa menemui mu,
Malvin berpikir keras cara membuat Vania menjauhinya dan tidak mengganggu Raina lagi.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
__ADS_1
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...