Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Singa Betina Marah


__ADS_3

Raina" bukan di jawab mala senyum, aku tu khawatir sama kamu, kak. Ih bikin kesal aja ni" melipatkan tangannya karena kesal sama malvin tidak menjawab pertanyaannya.


Malvin" duuu duuu ada yang ngambek ni, maafin kakak ya sayang, kakak tu gemes liat kamu ngambek gitu, pingin tak cium kamu, biar gak ngambek lagi sama kakak" balik menggoda Raina.


Raina yang mendengar di panggil sayang sama Malvin membuat dia malu.


Raina" no no no gak boleh, kita belum muhrim.


Malvin" oh berarti jika kita udah sah boleh dong kakak cium ini mulutnya yang manis ini. Kakak udah gak sabar dek mau peluk kamu sayang, pengennya cepat di halalin aja kamu, biar cepat kakak bawah pulang kmu" godanya pada Raian.


Raina yang mendengarkan itu cuma diam saja, menahan panas diwajahnya.


Malvin" eh wajah adek kok merah kayak tomat si. Kenapa tu hahaha


Puas Malvin menggoda calon istrinya. Yang kini sedang malu, dan tidak membuatnya ngambek lagi.


Hari semakin sore, membuat mereka harus pulang dari sana, sulit untuk mereka beranjak dari sana, akan lama lagi mereka ke sana, mungkin setelah pernikahan Raina dan Malvin.


Raina" kak udah sore ni, bukan nya kita mau pulang ke kota, nanti kemalaman di jalan kalo sekarang kita belum berangkat" ucap Raina ke Malvin.


Malvin" iya udah sore gak terasa kita disini, tempatnya damai banget, rasanya berat pergi dari sini" jawabnya dan tidak ingin meninggal tempai ini.


Raina" kan bisa lain waktu kita kesini lagi kak, yuk kak kita kesana, mengajak mereka pulang dari sini" katanya memberi penjelasan ke Malvin, dan mengajaknya menghampiri yang lain agar bergegas pulang dari tempat ini.


Malvin" baiklah, ya udah yok kita ke sana" jawabnya.


Mereka menghampiri yang lain.

__ADS_1


Raina" udah-udah mainnya, kita mau balik ke kota ni sore ini" katanya tapi tidak hiraukan.


Raina kesal tapi masih bisa di tahannya mengigat mereka sahabatnya dan sahabat Malvin, dan adik iparnya. Raina bicarablagi pada mereka.


Raian" udah mainnya, apa kalian mau di tinggal disini, kalo gitu main lah sepuasnya, kami pulang duluan ya, bay bay" Ucap raina kesal sama mereka karena ucapanya masih tidak di hiraukan. Dan meninggalkan mereka.


Malvin hanya tersenyum melihat Raina yang lagi kesal karena mereka tidak mendengarkan ucapannya, dan meninggalkan dirinya dan yang lainnya.


Malvin" apa kalian gak dengar hah, hari udah sore kita mau pulang ke tota, cepat susul kita kalo gak kalian pulang sendiri, mobil kalian akan di bawa sama anak bua gue" ucap Malvin sedikit teriak.


Mereka baru sadar kalo hari sudah sore, dan terkejut dengan ucapan Malvin kalau mobil mereka yang mereka tumpangi akan di bawah pulang boleh anak buah Malvin.


Levi" kak jangan tinggal Levi dong kak, Legi gak mau tinggal disini sendiri" ucap Levi mengejar kakaknya.


Alvian" yuk kita kejar Malvin sama Raina, gue gak mau pulang nak travel desak-desakan" ajak Alvina ke yang lainnya.


Mereka sampai sampai panti dengan nafas terengah-engah berlari mengejar Raina, Malvin, dan Levi. Mereka bersyukur karena tidak ditinggalkan.


Raina" enak gak lari dari sana sampai sini hah, capek ya, rasaiin tu, aku ngomong gak di dengar, kesel tau kalo kita ngomong gak di dengerin tu, ini lah akibatnya. Untung aku gak maksa kak Malvin dan Levi pulaang duluan, kalian bakalan pulang naik travel, karena mobil kalian di bawah oleh suruan kak Malvin" jawab nya ketus dan emosi pada yang lainnya.


Anggun" sorri deh Na, jangan gitu dong, kita keasikan mainnya, kan jarang- jarang kita bisa main kayak gitu, di kota mana ada tempat kayak gitu" bujuk Anggun sama Raian.


Raina" ok, kali ini aku maafin kalian, secara kalian sahabat-sahabat aku, tapi gak ada untuk lain waktunya, ingat itu" ucap Raina sedikit tenang, karena dia tidak mau kejadian ini terulang kembali.


Mereka terkejut dengan apa yang mereka dengar dan jarang banget mereka melihat Raina semarah ini. Mereka baru tau jika sahabatnya itu jika marah ganas.


"Iya de Na kita gak lagi deh gitu, kamu marah seren tau" jawab sahabat Raina barengan.

__ADS_1


"Jangan ngamuk de nyomud" jawab sahabat Malvin.


Raina memberi tatapan membunuh ke mereka semua.


Malvin" gue baru tau kalo dia marah kayak singa betina yang marah, pantas aja kan gue kan singa jantannya, hahaha tawanya dalam hati.


Isi hati mereka


"Galak juga nona Raina ya kalo lagi marah, takut aku." Ivan.


"Baru tau gue, calon Nyonya Malhendra kalo marah bisa nyamain singa betina, lah calonnya aja singa jantannya. Cocok banget mereka (nengeri)" Gagas.


"Apa lagi tatapannya, merinding aku, gak nyangkah aku, di luarnya beda banget, mungkin karena sudah merasa dekat atau keluarga baru dia melihatkan yang tersembunyi didirinya" Nino


"Waw kak Raina keren, gak jauh berbeda sama kak Malvin kalo lagi marah, mereka bener berjodoh" Levi.


Semua sahabat nya sudah tau sifat-sifat tersembunyi Raina, karena Raina akan menunjukkan kepada mereka yang dianggapnya keluarga.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2