Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Kecelakaan


__ADS_3

Raina dan Levi terkejut melihat supir mereka menambakan kecepatan mobil yang mereka.


Bertanya-tanya apa yang sedang terjadi ?


Apa ada yang mengikuti mobil mereka ?


Raina dan Levi saling pandang. Raina seakan tau apa yang ingin adik iparnya sampaikan padanya. Dia bertanya pada supir mereka.


"Pak, kenapa kecepatannya di tambah? Apa ada yang mengikuti mobil kita pak?"


"Aduh non, maaf bapak nambah kecepatan kita" ucap bapak supir lembut.


"Itu non, kayaknya ada yang mengikuti kita Non, tapi beda sama mobil biasanya yang suka ngikutin kita tiap kali bapak antar Non, bapak merasa cemas sama takut Non dengan mobil yang mengikuti kita kali ini" sambungnya dan juga mengutarakan perasaan takutnya pada majikannya.


"Ada apa ini mbak? adek takut mbak, lagian mbak lagi hamil juga, adek takut sama keselamatan mbak. Mbak cepat hubungin kak Malvin, aku akan menghubungi Papa sama Mama." Ucap Levi sambil mengambil Hp didalam tasnya.


Raina mengambil HP dan menghubungu suaminya.


📲tut tut tut


"Assalamualaikum, yang."


"Waalaikumsalam, mas. Maaf ganggu aktivitas mas"


"Enggak apa-apa yang, tumben nelpon mas,"


"Hmm duh gimana bilangnya ni (lirih Raina terdengar Malvin)"


"Ada apa yang? bilang sama Mas, jangan takut gitu, mas kawhatir lo"


"Mas ada yang ngikuti mobil kita dari tadi mas" ucap Raina dengan suara bergetar.


"Apaaa" histeris mendengar kabar bahwa mobil istri dan adiknya di ikuti orang.


"Maaaaas" teriak Raina.


Malvin tersadar mendengar teriakan istrinya, dia menenangan dirinya. Setelah tenang baru dia melanjutkan pembicaraan mereka.


"Sayang, bilang sama supirnya hati-hati bawah mobilnya, karena kamu sedang hamil. Sebisa mungkin hindari tabrakan. Mas sama yang lain nyusul ke tempat mu sekarang juga."


"Iya Mas, hati-hati bawah mobilnya"


"Iya sayang, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, mas"


Sambungan terputus.


Whassap grup Malvin

__ADS_1


"assalamualaikum, "EMERGENCY" mobil yang di kendarai sama istri dan adek gue di ikuti orang, sekarang juga kalian ikutin gue ke panti, hati-hati bawa mobilnya." Pesan Malvin dalam grup chatnya.


...****************...


Ayah Raina sekarang menyusul anaknya ke panti, dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Sepanjang jalan Ayah Raina berdoa pada tuhan untuk lindungi anaknya, jangan terjadi sesuatu yang membuatnya menyesal kembali.


"Ya Allah, aku mohon lindungi anakku dan cucuku, juga adik iparnya, jika bisa pertemukan aku dengan anakku, aku ingin meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya bahwa ibu mereka sangat menyayangi anak-aanknya, ibu mereka tidak bersalah, yang bersalah adalah aku, karena ego aku menyia-nyiakan kedua anakku, kakak, adek, maafin ayah yang sudah membuat kalian jauh dengan ibu kalian, juga tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua. Jika dengan nyawa ayah bisa membuat kalian memaafkan ayah, ayah relah berkorban untuk menebus dosa-dosa ayah. Semoga dengan sepeninggal ayah kalian hidup bagagia bersama ibu kalian, nak, ayah sangat menyayangi kalian" ucapnya dalam tangisannya.


Beberapa menit kemudian Ayah raina bisa menyusul anak buahnya. Segera dia menghubungi anak buahnya.


📲 tut tut tut


"Assalamualaikum, Boss"


"Waalaikum salam, Jack. Gue udah di belakan mobil kalian, bagaimana kondisinya sekarang ?"


"Kayaknya mobil itu ingin menabrak belakang mobil Non Raina Boss, "


"Loe bisa pelanin mobil lie, biar gue yang menghalangi mobil itu"


"Baik, Boss"


Sambungan telpon terputus.


Jack mengurangi kecepatannya, setelah itu Ayah Raina menambah kecepatannya untuk bisa menghalangi mobil itu.


Duuaaaaaar


Suara kecelakaan itu membuat supir menghentikan mobil. Raina melihat ke arah belakan mobil, ada mobil yang menabrak Pohon. Dia tau benar itu bukan mobil yang mengikuti mereka dari tadi. Karena dia sudah melihat plat mobil yang mengikutinya berbeda dengan mobil itu,


Raina bertanya-tanya dalam hatinya.


Kemana mobil yang mengikuti kami tadi ?


Apa mungkin mobil itu.......?


jangan-jangan.......


Raina panik, dia bergegas keluar dari mobil dan menghampiri mobil Ayahnya.


Pak supir melihat majikannya mencoba membuka pintu mobil itu bergegas membantunya. Akhirnya penumpang bisa di tarik keluar menjauh dari mobil. Tidak lama kemuadian mobil itu meledak.


Duaaaaar


Raina melihat penumpang mobil bisa diselamatkan, perasaannya lega di hatinya.


Raina bertanya pada penumpang itu untuk menanyakan indentitasnya.


"Pak, bisa mendengar suara saya"

__ADS_1


Ayah Raina hanya mengangguk


"Kalau boleh tau, nama bapak siapa?"


"Hendro Putra" ucapa ayah Raina lemah sambil melihat wajah cemas anaknya.


Deg


Deg


Deg


Raina terdiam saat tau siapa nama bapak itu. Luka dihatinya terbuka kembali, tanpa di suruh air matanya menetes.


Raina melihat wajah ayahnya yang hancur sebelah berlumur darah membuatnya sedih, bahagia, juga kecewa. Campur aduk perasaannya saat ini.


Ayah Raina menahan sakitnya untuk tersenyum bisa melihat wajah anaknya langsung.


"Na ak, ma af kan a yah, (menjeda karena menahan sakit) a yah ber sa lah sa ma ka li an. A yah e go is, me mi sah kan i bu de ngan ka li an. i bu ka li an ti dak ber sa lah, di ya sa ngat me nya yangi ka li an (sesak nafas) di ya ju ga kor ban ke e go isan A yah." Ucap ayah Raina sambil menangis juga menahan sakit di tubuhnya.


Raina meraung mendengar ucapan ayahnya.


"Aayaaaah, hikz hikz nanti bicara lagi, sekarang kita ke rumah sakit. Ayah tahan ya. Kakak akan memaafkan ayah jika ayah bertahan dan juga mempertemukan kami dengan ibu." Ucapnya.


Ayah raina bahagia anaknyanya memanggilnya Ayah. Dia merasakan nyawanya sudah tidak lama lagi, ia berbica pada anaknya untuk terakhir kali.


"Ma ka sih, kak. Su dah mang gil a yah. A yah ba ha gi ya bi sa me li hat ka kak. Ma af kan a yah. To long am bil hp a yah di sa ku a yah, hu bu ngi jack, kar na di ya ta hu di ma na ru mah a yah. Aak (Menahan sakit) ju ga am bil bu ku sa ma di ya. Bu ku ha ri an ii bu ka li an." Ucapnya terakhir.


Raina melihat ayahnya tidak bergerak lagi histeris.


"Ayaaaaaah bangun ayah, hikz hikz kakak marah kalau ayah gak bangun (menggoyang-goyang tubuh ayahnya) ayaaaah." Raungan Raina terdengar pilu.


Pak supir dan Levi ikut merasakan kepiluhannya, karena mereka tau kisah hidup Raina.


Levi memeluk kakak iparnya. Dia ikut sedih, dia bisa merasakan apa yang kakak iparnya rasakan.


""""""""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... 🥰🥰


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku


- Cewe Bar-bar Jodoh ku

__ADS_1


__ADS_2