Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
MOS Hari Ketiga Part 2


__ADS_3

Akhirnya acara dimulai, mereka di kumpulkan di lapangan untun mendengarkan arahan kegiatan hari ini.


kegiatan hari ini adalah mengikuti semua perintah dari mentor, tapi tidak ada perintah yang ekstrim.


Kak Hana" semuanya ikut kakak ke kelas mawar, (berjalan menuju kelas mawar sesuai dengan nama kelompok)


Semua" iya kk (mengikuti dari belakang)


Setelah sampai di kelas, mereka bisa duduk.


semua anggota MOS kelompok Mawar bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.


Desi" ampun deh, kalau kita nanti di suruh aneh-aneh, mau di taruh mana muka gue nanti. mami Desi takut..(kata hati desi)


Agus" setau aku kalau MOS sukanya nyuruh nyatain cinta lah, nari, nanyi, bingung aku, semoga aja gak ada yang aneh-aneh (kata hati agus)


Raina" ya allah semoga kami nanti tidak di suruh nyatain cinta, usia baru 16 tahun, gimana mau nyatain cinta, akunya aja belum pernah ngerasaiin namanya jatuh cinta, kalau jatuh dari kasur, sepeda dan dari pohon, nah itu udah aku alami, sakit minta ampun deh sakitnya, (katanya dalam hati)


Kak Hana dan kak Arif memulai acara hari ini.


Kak Hana" adek-adek stop dulu acara laumunan jemaahnya, kegiatan hari ini ada tiga sesi. sesi pertama kaliang nulis apapun itu, mau nya surat cinta, puisi, cerpen, atau apapun itu. Sesi kedua kalian maju satu persatu secara acak, nama kalian akan kami kocok dalam gelas aqua ini, siapa yang keluar duluan siap-siap maju kedepan, yang gak nurut akan di hukum. Untuk sesi ketiga nanti kakak kasih tau pas udah istirahat. (jelasnya serinci-rincinya)


Kak Arif" nah jelaskan tugas kalian apa, sekarang waktunya kalian menulis apa aja yang kalian mau tulis.

__ADS_1


30 menit waktu yang mereka berikan untuk menulis yang ada di otak mereka masing-masing. Akhirnya waktu habis untuk mereka menulis.


tetlihat dari wajah mereka, ada yang gugup, cemas, takut dan ada yang senyum-senyum dengan hasil tulisannya.


Kak Hana" sesi kedua kita mulai ya, kakak kocok dulu aquanya, nama siapa ya keluar duluang (sambil mengocok-ngocok aqua) nah keluar (penasaran nama siapa duluan yang keluar dan membaca nama siapa yang keluar) yang pertama Alvian.


Kak arif" Ayo alvian maju kedepan dan bawa kertasnya.


Alvian" bentar kak (****** aku, kenapa aku yang duluan maju, dan yang aku tulis tadi surat cinta untuk kak hana lagi, gimana ni, baca pasti malu nanti, kalau gak di baca kena hukuman deh, majau dulu deh, batinnya)


Alvian akhirnya maju setelah berperang dengan hatinya sendiri. dan membaca surat cinta yang ditulis.


Alvian" kak hana, makasih ya udah jadi mentot aku, kakak cantik, manis tpi agak cerewet si. kak, mau kah kakak jadi pacar aku, soalnya aku suka sama kakak pas pertama kali bertemu, kata orang si cinta pandangan pertama. mau ya kak, please, mau ya (isi surat yang dia tulis)


semua anak-anak bersorak, ada yang bilang waw, ada yang nembak ni, dan ada juga yang bilang kak jangan di terima kak dan lainnya.


anggun maju kedepan setelah mendengar namanya yang di panggil. dan dia tetlihat sedikit cemas.


Anggun" Untuk semuanya, terimakasih untuk mentor2 yang cantik dan yang ganteng, dan semua teman-teman baru aku, makasih kalian mau berteman sama aku, aku sebernanya dari keluarga yang sederhana, bukan seperti keluarga kalian, tapi orang tua ku masih mampu menyekolahkan aku disini, walaupun mereka harus banting tulang, aku bersyukur karena aku masih memiliki mereka, dan kalian semua mau bergaul sama aku. makasih ya. (isi surat yang dia tulis)


semua" iya kami mau berteman sama kamu,


Semua tersenyum dan acara dilanjutkan lagi. yang berikutnya dini.

__ADS_1


Dini" Maaf ini sebenarnya ini adalah isi hati aku. Makasih semuanya, sebelum aku kenal kalian semua, aku takut tidak dapat bergaul sama anak-anak di sini, takut mereka tidak mau berteman sama aku yang cupu ini. maklum selama di smp aku tidak punya banyak teman, mereka semuanya merendahkan aku karena penampilan aku, (menangis) dikatakan kampungan, anak orang miskin dan kata hina lainnya, apa salah aku berpenampilan begini. aku cuma mau hidup tenang dan bersahabat dengan mereka. (katanya nada tinggi)


Raina" (maju kedepan dan memeluk Dini) gak ada yang salah disini, mereka saja yang selalu menilai dari fisik, merasakan dia lah yang di atas segala-galanya, dan malu bergaul dengan orang yang bukan levelnya. Jangan sedih ada kami semua disini, yang mau jadi teman kamu (menenangkan Dini).


Semua ikut bersedih mendengar cerita dari Dini, mereka tidak pungkiri itu, kejadian itu semua sudah sering mereka temui.


kak Arif" udah dong tangis-tangisan. Din, kami semua teman kamu, jika semua tidak mau berteman sama kamu, jangan sedih ada kami yang siap untuk kamu (memberi semangat) kita lanjutkan lagi ya. nama yang selanjutnya adalah Navia. Navia maju kedepan.


Navia" (berjalan ke depan dengan gaya santainya) ok sekarang giliran aku. tadi ada yang ngatain cinta, ada yang lagi cerita pengalans mereka di SMP, na kalau aku cerita aku bisa kembali bangkit dari keterpurukan aku. aku anak yang jahil, ceria, dan mudah bergaul pada semua orang, tapi semenjak aku kehilangan kakak aku, aku berubah jadi pendiam, suka mengurung diri dikamar, dan jika orang ganggu aku aku mudah marah. (menangis) tapi semua berubah semenjak aku kenal sahabat aku, yang baik hati, cantik, penyabar, dan selalu memberikan aku semangat hidup, dan bangkit dari ketepurukan ku. Raina lah sahabaku. dia sabar menghadapi kejahilan aku, sabar mengajar aku, dan berkat dia aku bisa lulus masuk disini tanpa tes, karena aku lulusan terbaik ke tiga di sekolah aku, yang pertama di pegang Raina. dia anak yang berprestasi dan perhatian sama setiap orang yang dia kasihi. jadi jangan sedih karena raina akan jadi teman sekaligus sahabat baru kalian. (katanya bercerita panjang lebar)


Kak Hana" Bagus cerita kamu Navia, kamu berbakat dalam membuat cerita pendek, na dengarkan dini sama anggun, walau nanti kalian tidak sekelas, kalian tetap sahabat ya, kalau kalian mau sekelas bisa nanti di kelas 2, nah di sana kalian bisa mau masuk jurusan apa, agar kalian bersama. untuk selanjutnya (mengocok aqua) keluar namanya, Desi.


Desi mendengar namanya di panggil maju kedepan dan membaca apa yang dia tulis tadi.


Desi" kak Arif, aku senang sama kakak, suka liat wajah kakak, kalau saat kak senyum manis sekali, kak maaf jika kau suka sama kakak.


semua orang tersenyum mendengarkan pengakuan kekaguman Desi sama kak mentor mereka.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,

__ADS_1


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗


__ADS_2