Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Teror Lagi


__ADS_3

Acara Resepsi sudah usai, para tamu sudah pulang tinggal kerabat dekat yang lagi menyantap makanan yang ada di sana. Malvin mengajak Istrinya bergabung dengan yang lain untuk mengisi perus mereka yang sudah keroncongan.


Setelah selesai makan malam mereka berbincang-bingcang, karena waktu menunjukan pukul 10 malam mereka bergegas istirahat ke kamar mereka masing-masing yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.


Didalam kamar Raina sudah mulai melepaskan pernak pernik di kepalanya, dia kesulitan untuk melepaskan semua yang melekat di tubuhnya. Malvin melihat istrinya kesusahan mendekat memberi bantuan kepada sang istri.


"Sayang, mau mas bantu, dari tadi mas perhatikan kamu kesulitan melepasnya" ucap Malvin mengambil perhiasan yang ada di kepala istrinya.


"Bolehlah, Mas. Dari tadi kek dibantunya. Ini diliatin aja istrinya kesusahan, gak peka banget si (cemberut)." Ucap Raina.


"Hehehe maafin, Mas. Jangan cemberut lagi ya, inikan hari bahagia kita, masa di hari berbahagia ini kita lewati dengan ngambekan gini. Mas maunya dengar suara desahan dari kamu, sayang." Ucapnya menggoda istrinya.


Wajah Raina bersemu mendengar ucapan suaminya, pikirangnya suaminya sangat mesum menurutnya.


"Maaaaas (kesel) bisa gak si otak mas tu gak mesum-mesum, omongan mas vulgal banget, aku kan malu mas." Ucapnya.


"Ngapain malu sama mas, bukan kita udah sering melakukannya, mas udah sering lihat tub-" ucapannya dipotong oleh Raina.


"Maaaaaas ih, stop ngomong itu, iya aku udah paham maksud ucapan mas. Aku ngerti dari ujung kata mas apa ?. Ucap Raina.


"Masa si, Yang. Ngerti maksud dari kata-kata mas, coba mas mau denger" Malvin menggoda istrinya yang sedang kesal.


"Sangat pahamlah, kita menikah sudah sebulan jadi aku paham dari ucapan mas yang ujung-ujung ke arah sana, apa gak ada obrolan yang gak kejurus ke sana, tiap sama aku mas bawaannya mesum mulu, aku gak nyangka suami aku mesumnya kebangetan de. " ucapnya melepaskan baju yang dia pakai.


Malvim senyum-senyum saja mendenger ocehan istrinya. Dia senang istrinya mau melepas pakaiannya di depatnya, tapi banyangannya hilang sudah ternyata istrinya memankai tentop dan lejing. Dia kira bisa melihat istrinya mekakai bra dan segitiga kramatnya. Kecewe yang dirasakan Malvin saat ini 😞😞😞.


Raina tertawa dalam hatinya bisa mengerjai suaminya. Sukurin kamu mas, aku jahilin kau, dari tadi buat aku kesel mulu, sekarang kamu rasaiin tu, kecewa ya kecewa lah sana 😂😂😂.


Malvin yang sedang kecewa membuka lemari mengambil handuk, lamu pergi kekamar mandi. Awas ya kamu, sayang. Udah ngerjai mas. Kamu bakalan hahis sama mas, gak akan mas kasih ampun nantinya. Batinnya.

__ADS_1


Setelah Malvin membersikan diri kini giliran Raina juga membersikan diri. Selama Raina di kamar mandi Malvin menelpon adiknya untuk membawa koper kakak iparnya kekamarnya, Levi hanya meninggalkan baju tidur tipis yang lengan pendek dan seksi.


Malvin berpura-pura tidak tau saat istrinya mencari koper dan bertanya padanya.


"Mas, liat koper aku gak, kok gak ada si, tadi kan ada. Apa mas yang sumpetin biar aku pakek bajuk ini (memengang baju tidur), ngaku aja lah mas. Ini pasti ulah mas." Ucapnya kesal maksa suami untuk ngaku.


"Mas mana tau, sayang. Saat kamu mandi mas tadi ke balkon bentar, mungkin emang dari tadi udah gak ada, yang kamu lihat tu kopor mas. Udahlah sayang, sekali-kali kamu pakai baju itu, mas juga pengen lihat kamu yang seksi, kan dapat pahala kalo membuat suami bahagia." Ucapnya membujuk istrinya memakai baju tidur seksi yang sedang istrinya pegang.


Raina pasrah memakai baju tidur yang menurutnya seksi tapi mendapat pahala karena bisa menyenangkan suaminya. Raina keluar dari kamar mandi dengan baju tidur tipis dan seksi membuat jiwa laki-laki suaminya meronta-ronta ingin pelepasan.


Malvin yang sudah tidak sabar melihat istrinya terlalu seksi langsung meluk istrinya dan mencium bibir istrinya. Raina pasrah dengan kinginan suminya, karena jika menolak akan berdosa dirinya di laknat Allah. Akhirnya mereka melakukan ritual suami istri.


Keesokan Pagi


Raina bangun duluan karena ingin menunai ibadah solat subuh, setelah dia selesai mandi dia membangunkan suaminya. Sambil menunggu suaminya mandi Raina menyiapkan sajadah mukenah. Mereka sholat subuh berjamah, karena masih di hotel Raina dan Suaminya tidur kembali, Raina juga tidak bisa melakukan apa-apa.


Pukul 9 pagi Raina terbangun karena perutnya terasa lapar, dia juga membangunkan suaminya untuk sarapan sebelum pulang kerumah mereka.


"Hahahha ampun sayang, mas bangun, kasiannya istri mas kelaparan ya. Ayo kita kebawah untuk sarapan. Sebelum itu cuci mula dan godok gigi." Malvin bangun langsung menuju kamar mandi serta menyeret tangan istrinya, dia tau pastinya strinya juga baru bangun.


Raina selesai duluan dan menggantikan baju yang ada di lemari dan menyiapkan baju suaminya. Sekitar 15 mereka selesai bersiap. Saat mereka membuka pintu, Raina melihat amplop yang di selipkan di bawah pintu. Waktu Malvin mau mengambil amplop itu sudah keduluan Raina. Karena rasa penasaran Raina membuka dan membacanya.


Setelah membaca surat itu Raina berteriak dan jatuh pinsang, membuat semua yang ada di sana menghampiri mereka.


"Tidaaaaaak (Teriakan Raina)" bruuuk Raina jatuh pinsang.


"Sayang, bangun jangan buat mas kawayir sayang," Malvin sangat panik melihat istrinya tidak sadarkan diri.


Semua menghampiri mereka karena mendengar teriakan Raina, mereka penasaran apa yang sedang terjadi saat ini.

__ADS_1


"Kak, apa yang terjadi sama istrimu ? Kenapa dia berteriak ?" Tanya Papa Malvin mewakili semua orang yang ingin tahu apa yang terjadi saat ini.


Malvin menjelaskan bagaimana kronologi kejadiannya "Aku juga gak tau Pa, tadi saat kamu mau kebawah untuk sarapan, aku sama Raina melihat ada amplop di selipkan di bawah pintu kami. Aku mau ambil amplop itu udah keduluan sama Raina, karena penasaran dia langsung buka dan baca, setelah itu baru dia teriak dan pingsang. Aku karena saking paniknya tidak membaca apa yang ada di surat itu yang membuat dia histeris seperti ini.


Gagas mengambil surat yang dimaksud oleh Malvin dan membacanya. "Pantas saja Raina histeris seperti tadi karan isi rusat ini adalah ancaman" jelas Gagas.


"Coba loe baca lagi, kami semua ingin memdengarnya," pintah Papa Deri Sama Gagas.


"Baik Pa. *Raina, aku sudah memberimu peringantan terakhir kalinya, untuk menjauhi Malvin, tapi apa kalian menikah dan mengadakan Resepsi. Seharusnya aku yang berada di posisi ini bukan kamu ja*ang, perebut kebahagian orang. Karena kamu tidak menghiraukan peringatan ku, nyawa keluarga yang kau sayangi akan menganggung akibatnya, nyawa anak-anak panti dan adik-adikmu semua terancam jika kamu tidak menceraikan Malvin. Camkan itu.* Itu lah isi surat yang Raina baca tadi Pa.


"Astagfirullah, siapa yang tega mengirin suras ancaman seperti ini, tidak puas dia sudah membuat jiwa Raina terguncang, baru sebulan dia bisa tenang, kini datang lagi surat ancaman. Kasian sekali kamu sayang, kami akan menjadi mereka, kamu tidak perlu kawatir." Mama Malvin memeluk menantunya masih pinsang.


"Ya Allah, apa lagi cobaan yang kau berikan untuk anak ku ? Sudah cukup penderitaan yang selama ini dia derita, kau tambah lagi beban deritanya, Ina, yang kuat ya, kita selalu ada untuk mu." Lirih ibu Panti sambil mengelus kepala anak Angkanya itu.


"Nanti lagi kita bahas bagaimana mencari jalan keluar ini semua, yang penting sekarang kita Raina pulang kerumah, sekarang di Hoter sudah tidak aman saat ini, juga hubungi doktor pribadi kita kerumah sekarang. Untuk pakaian kita minta para pelayan yang ada di rumah datang memberesin dan bawah kerumah." Printah tegas dari Sang Tuan Besar Malhendra.


"Baik Pa. " ucap Nino, Ivan Dan Gagas serempak.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku

__ADS_1


- Cewe Bar-bar Jodoh ku


__ADS_2