Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Siapa Dia... ?


__ADS_3

Sudah seminggu Raina beserta suaminya di kampung, kini waktu mereka kembali ke aktivitas mereka seperti biasanya. Malvin sibuk dengan aktivitas kantornya, Raina dengan kulaihnya.


Sebelum mereka pulang, raina mengajak adik-adiknya dan juga anak panti main ke wahana bermain yang ada di sana. Kecerian anak-anak membuat hati Raina hangat, semenjak dia mengenal Ibu Panti, Raina bisa merasakan hangatnya keluarga, dan bertambah semanjak dia kenal laki-laki yang menjadi suami kini.


Raina tersenyum melihat tingkah mereka yang lucu dan gemas menyejukkan hatinya.


"Bahagianya melihat mereka bisa tertawa dan mencengkrama seperti itu, terima kasih ya Allah engkau memberikan aku rezeki yang melimpah sehingga aku bisa berbagi sama mereka, berbahagia lah keliang semuanya. Semoga menjadi pribadi yang baik dan suksen di masa depan nantinya" Batin Raina.


Malvin menghampiri istrinya yang melihat adik-adikya.


"Kayaknya bahagia sekali kamu, sayang." Malvin duduk disamping istrinya.


"Eh, mas. Iya mas, aku bahagia banget melihat mereka bisa tertawa bahagia, bermain sepuasnya tanpa ada yang menggangu mereka dan tidak ada beban pikiran yang membuat mereka takut untuk bermain." Ucap Raina dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Aku juga ikut bahagia jika kamu bahagia, sayang. Yang, kalo kita punya anak sendiri apa kamu bahagia juga ......? " kata Malvin menyampaikan keinginannya karena usianya yang sudah hampir kepala tiga belum memiliki momongan.

__ADS_1


Raina menoleh ke arah suaminya, dengan senyum di wajahnya dia berkata "aku sangat senang sekali, mas. Akan aku rawat dan jaga anak kita sebaik mungkin, dia akan mendapatkan kasih sayang yang penuh dari aku, ibunya. (Sedih) aku gak mau dia mengalani apa yang aku dan Raiden alami, aku tidak tau mengapa ibu dan ayah tega sama kami. Semoga Allah melindungi mereka, bagaimana juga mereka itu orang tua kami."


Malvin menarik istrinnya dalam dekapannya. Hatinya sesak mendengar ucapan istrinya. Dia sudah mengungkit luka yang sudah lama dia kubur kini menganga kembali.


"Maaf sayang, mas sudah membuat kamu bersedih, bukan itu maksud mas, sekali maafin mas ya, sayang. Mas pastikan anak-anak kita nanti akan dapat kebahgian dari kedua orang tuanya, tidak kekurangan apa pun, mas akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kita. Sekarang kanga sedih lagi ya, coba senyum aku takut dilihat oleh mereka wajah sedih kamu, mereka akan ikut sedih juga karena mereka sayang sama kamu." Kata Malvin menenangkan istrinya agar tidak bersedih lagi.


Malvin berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan mengecewakan keluarganya, apapun yang terjadi dia akan terbuka kepada istri dan anaknya nanti.


"Aku berjanji pada diriku, aku tidak akan mengecewakan mereka yang aku sayang, akan berusaha membahagiakan mereka, apapun yang terjadi aku akan terbuka pada istriku agar mencegah kesalahpahan antara kami. Tuntun aku ya Allah menjadi suami dan ayah yang engkau ridihi."


Raina merasa ada yang mengawasi mereka langsung mengoleh ke belakang, dia melihat laki-laki paruh baya yang sedang menangis melihat ke arahnya.


Raina berjalan menghampiri laki-laki paruh baya itu, sayang, dia pergi meninggalkan tempatnya bersembuyi. Raina penasaran denga sosok laki-laki itu.


siapa orang itu......?

__ADS_1


Mengapa dia menangis ....?


Banyak pertanyaan yang ingin Raina lontarkan kepada sosok itu, mungkin dia bisa membantuhnya, itu yang sedang dipikir Raina saat dia ingin menghampiri laki-laki itu.


Raina meninggalkan tempat itu, dia berjalan ke arah adik-adik dan suaminya bermain. Waktu sudah menunjuk jam 3 sore, Raina mengajak adik-adiknya untuk pulang karena mereka jam lima sore nanti mau berangkat ke kota.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,

__ADS_1


- Istri Tomboyku


__ADS_2