Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Pertemuan dan Kehilangan


__ADS_3

Di perjalanan menuju Panti Malvin melihat kerumunan warga yang membuat jalan macet. Karena penasaran Malvin menghentikan mobilnya, turun dari mobil untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Saat sampai di kerumunan di melihat warga di sana para bersedih, dia penasaran apa yang membuat mereka bersedih, dia bertanya pada salah satu warga.


"Permisi pak, apa yang terjadi di sana, kenapa para warga bersedih pak ?"


Bapak yang di tanyai oleh Malvin menghapus air matanya dan berkata.


"Ada kecelakaan tragis nak, satu mobil masuk jurang, yang satu lagi nabrak pohon, penumpangnya dapat di selamatkan tapi sayang meninggal saat ibu hamil itu berbicara padanya. Sepertinya korban adalah ayah dari ibu hamil tersebut, mereka di pertemukan lagi setelah lama berpisah. Kami ikut merasakan, sedih melihat dia meraung-raung manggil ayahnya sudah tiada. Andai kami di posisi dia, pasti bereaksi seperti dia."


"Bapak tidak bisa membayangkan nak, andai bapak di posisinya. Sangat menyakitkan menyaksikan orang yang kita sayang pergi selamanya di depan mata" sambung bapak itu.


Malvin mendengar cerita dari bapak itu terhenyu hatinya, "benar kata bapak itu andai dia yang di posisi ibu hamil mungkin akan bereaksi sama."


Malvin belum mengetahui jika ibu hamil yang di ceritakan itu adalah istrinya.


Para sahabat Malvin juga suda sampai di tempat kecelakaan. Mereka melihat mobil Malvin berhenti mereka juga ikut berhenti.


Tidak lama para sahabat Malvin sampai, Mama dan Papa Malvin juga samapi di tempat kejadian. Melihat sahabat anaknya berhenti di sana mereka juga ikut berhenti dan menghampiri sahabat anaknya.


"Nino, Gagas, Ivan. Kalian ada disini juga."


Nino, Gagas dan Ivan menoleh ke arah suara.


"Om, tante," ucap mereka bersama.


"Apa yang terjadi disini ? " tanya pada Mereka.


"Kami juga belum tau Tan, Om" jawab Nino.


"Om sama tante kok juga ada disini? Tanya Ivan.


"Om sama tante tadi dapat telpon dari Levi, katanya mereka di ikuti mobil. Sebab itu Om sama Tante melewati jalan ini, melihat kalian turun kami ikut turun juga." Jelasnya.


"Sama dong Om, kami juga dapat chat dari Malvin, dia bilang istri sama adeknya di ikuti orang Om, itu lah kami ngikuti Malvin. Pas di jalan kami lihat Malvin berhenyi di sini, kami juga ikut berhenti. Kami juga baru sampai, Om." Kata Gagas.


"Mana Malvinnya? " tanya Mama Sofia.


"Kayaknya ke sana Om (menunjukan arah kecelakaan terjadi)" jawab Ivan.


"Anak itu, rasa penasaran dan jiwa sosianya yang tinggi membuat dia lupa apa tujuan awalnya. Ayo kita kesana juga, mungkin kita bisa membantu dan juga mengingatkan Malvin." Ucap Papa Deri bangga pada anak sulungnya.


"Iya Om/ iya Pa" kata mereka bersam.


Malvin mencoba mendekati lebih dekat, saat sudah dekat sama korban, hatinya berdetak saat mengenali suara ibu hamil yang sedang memanggil ayahnya.


"Ayaaaaah, bangun yah hikz hikz, kakak gak akan maafin ayah kalo ayah gak bangun, ayaaah" teriak dalam tangisannya.


Deg

__ADS_1


Deg


Deg


"Itu suara Raina, apa yang menjadi korban itu mungkin ..........." katanya dalam hati.


"Ayah hikz hikz, kakak kangen sama ayah juga ibu, kakak kecewa tapi kakak bahagia bisa lihat ayah, tapi kenapa harus gini yah?"


Malvin sangat kenal suara istrinya, mendekat dan memeluk istrinya. Hatinya pilu melihat istrinya.


Raina merasakan pelukan hangat dari orang yang memeluknya selain adik iparnya mendongakkan kepala. Saat melihat siapa yang memeluknya, dia langsung manggil orang itu.


"Mas hikz hikz ayah mas, ini ayah Ina mas,"


"Ayah mertua, apa yang terjadi pada dia, yang?"


"Seperinya dia menabrak mobil yang mengikuti kita, Ina tau plat mobil yang menikuti kita karna Ina sempat menoleh ke belakan tadi pas supir menambakan kecepatan, dan melihat Plat mobil itu. Ina gak tau kalo yang di dalam salah satu mobil itu ayah, mas. (Menangis)


"Tenang ya, ayah udah tenang sekarang, kita bawah ayah kerumah ya, biar ayah bisa dimandikan, disolatkan baru kita kubur ayah." Malvin menenangkan istrinya juga mengajak untuk membawah jenazah pulang untuk dikuburkan."


Raina hanya mengangguk


Melihat istrinya mengangguk Malvin tau kalau istrinya setuju dengan sarannya. Malvin milihat sahabat-sahabat dan orang tuanya mendekat, Lantas Malvin memanggil sahabat-sahabatnya untuk membantu warga membawah jenazah kedalam mobilnya.


"Ivan, Gagas, Nino bantu warga mengangkat jenazah ayah mertua ke dalam mobil sekarang juga" perintahnya kepada sahabat sekaligus anak buahnya.


Papa Deri, Mama Sofia, Ivan, Nino, dan Gagas terkejut saat Malvin menyebutkan jenazah itu Ayah mertua.


"Itu berarti ayahnya Raina" cletuk Ivan.


"Besan kita Pa," ucap Mama Sofia pada suaminya.


"Benar Ma, itu besan kita ayah mbak Raina" Papa Deri membenarkan ucapan istrinya.


"Ayo Om, Gagas, Ivan kita bantu warga, kasihan Raina terus menangis, dia butuh istirahat, jenazah harus di kubur segera." Nino mengajak mereka membantu Warga.


Mama Sofia menghampiri menantunya. Dia memeluk Raina agar menantunya lebih tenang.


"Sayang, udah ya nangisnya, kasihan calon anakmu yang ada di kandungan, nanti terjadi sesuatu sama calon anakmu. Ayahmu juga harus di kuburkan selayaknya. Yang tegar ya sayang." Ucap lembut Mama Sofia memberi ketenangan bagi Raina.


Raina tersadar jika dirinya saat ini sedang mengandung. Dia mengelus perutnya dan minta maaf pada bayinya.


"Sayang, maafin bunda ya, bunda larut dalam kesedihan bunda sampai melupakan mu" ucapnya sambil mengelus perutnya.


Dia melihat jenazah ayah di pindakan ke dalam Mobil Suamiya. Raina mencoba untuk lebih tenang. Setelah tenang dia ingat pesan ayahnya untuk mengambil HP ayahnya di saku celana ayahnya dan juga buku harian ibunya yang saat ini berada di tangan tangan kanan ayahnya.


Dia bangun dan menghampiri suaminya, meminta untuk suaminya memeriksa saki celana ayahnya.


"Mas, tolong periksa saku celana ayah, tadi sebelum ayah meninggal dia meminta Ina mengambil HP di dalam saku celananya, juga menghubungi anak buah ayah, dia tau dimana rumah ayah dan ibu menunggu di sana." Pinta Raina pada suami juga menjelaskan bahwa anak buah ayahnya tau rumah ayahnya, ibunya menunggu disana.

__ADS_1


"Baiklah, mas akan mengambil Hp ayah dan segera menghubungi anak buah ayah" jawabnya dengan senyum.


Malvin segera memeriksa saku celana ayah mertuanya, sebelum memeriksa dia minta maaf pada jenazah ayah mertuanya.


"Maaf ya Ayah, Malvin meriksa saku celana Ayah. Yang tenang disana ya Ayah, aku berusaha untuk membahagia anak-anakmu"


Setelah dapat apa yang dia cari, malvin mencari catatan panggilan terakhir. Setelah ketemu langsung Malvin menghubi nomor itu.


📲tut tut tut


Assalamualikum Bos, Bos dimana, apa sudah ketemu dengan Non Raina. Kami kehilangan jejek kalian Bos. "


"Waalaikumsalam, ini Malvin suami Nona kalian, maaf Bos kalian ayah mertua sudah meninggal setelah di selamatkan dari kecelakaan maut. Dia sempat berbicara sama Istriku, di berpesan untuk menghubungi kamu. Cepat susul kami kediaman Malhendra. Juga bawah sertah ibu Mertuaku. Tolong. Assalamualaikum.


"Waalaikum salam"


Telpon terputus


Jack mendapat kabar itu terdiam sesaat, hatinya sedih sesuatu terjadi dengan Bosnya. Tio heran melihat Jack diam dan wajahnya berubah sedih.


"Ada apa Jack? Apa terjadi sesuatu? Jawab Jack" Tanya Tio sedikit teriak.


Jack tersadar mendengar teriakan Temannya.


"Yo, Non Raina Selamat tapi Boss Meninggal karena kecelakaan." Jawabnya.


"Apaaa, Boss meninggal"


"Iya Yo, Bos sempat bicara sama Non Raina, dia minta kita nyusul kediaman Malhendra juga bawah Nyoya Delia."


"Gue gak nyangkah Boss relah mengorbankan nyawanya untuk anaknya untuk menebus dosa dimasa lalunya, andai aku di posisinya mungkin gak sanggung seperti itu."


"Mungkin Boss sangat menyesal telah melantarkan anak-anaknya, juga memisah anak dengan ibu. Mungkin itu belum bisa menebus semua dosa."


"Benar katamu Jack, ayo sekarang kita jemput Nyonya Delia, dan jalan kan pesan terakhir Boss untuk dimakamkan di dekat Ibunya dikampung halamannya"


"Iya Yo, pertemuan mereka sangat singkat berakhir dengan kelihangan selamanya. Semoga Boss bahagia disana sudah bisa menebus dosanya walau meninggalkan luka mendalam untuk anak dan istrinya"


""""""""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... 🥰🥰


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku

__ADS_1


- Cewe Bar-bar Jodoh ku


__ADS_2