
Kemaran dan kebencian Reni terhadap Lidia tidak bisa dia sembunyikan lagi, dia tidak mau lagi jadi pengecut, karena sebuah ancaman dia sudah membuat seseorang menderita dan dia harus merasa bersalah selama ini.
Flasback on
Di belakang gudang, Lidia sedang menyusun rencana untuk menjebak katika, karena merasa katika sudah mengambil perhatian dari semua dari karyawan dan terutama kak anton, Lidia termasuk karyawan paling senior.
Tapi Lidia tidak menyadari ada yang tidak sengaja mendengar kata-kata yang di ucapkannya, saat dia pergi dari gunang, dia menemukan sapu tangan milik Reni, sebelum memulaikan rencananya Lidia menemui Reni untuk menutup mulut atau dia terancam akan kenah imbas nanti.
Reni tidak bisa berbuat apa, dan dia tidak memiliki cukup bukti, tidak akan ada yang percaya apa yang akan dia katkan walaupun itu semua benar.
Lidia" Reni bisa bicara sebentar, ada yang ingin aku katakan sama loe, ikut gue ke belakang sekarang (ucapnya ketus)
Reni" (takut) ada apa lid, kenapa gue harus ikut loe ke belakang, kalau ada yang ingin dikatakan katakan di sini aja.
Lidia" (marah dan menarik paksa tangan Reni ke belakang) tadi gue udah bilang baik-baik loe gak denger, terpaksa gie seret loe.
Reni" (mencoba melepaskan tangannya dari genggaman lidia sampai tangannya kesakitan) lid lepasin tangan gue, auwww sakit lid, (merintih kesakitan)
Lidia" diam loe, kalau gak mulut gue supel pakai kain (membentak Reni agar diam)
setelah sampai di belakan gedung Lidia mengancam Reni.
Lidia" ini punya loe kan (menunjukkan sapu tangan ke Reni) dan gue tau tadi loe denger gue ngomong saat gue nyusun rencana untuk jebak katika, sampai loe buka suara ingat gue akan balas loe, et tar dulu, walaupun loe gomong sama semua orang (menunjukkan jari ke muka Reni) siapa yang akan percaya, loe gak punya bukti yang cukup, jadi gue sarankan loe tutup mulut dan loe aman bekerja di sini. inget itu (ancaman yang di berikan Lidia sebelum dia meninggalkan Reni sendiri)
sepeninggal Lidia, Reni terduduk ketakutan akan ancaman lidia dan dia tidak memiliki bukti jika dia buka suara. Rena menagis akan dirinya yang pengecut takut akan ancaman, dan dia baru saja bekerja.
Hati Reni sakit seperti terisis silet, saat lidia memfitnah Katika, karena dia tau katika tidak bersalah dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Flasbeck of
Lidia" (merasa terpojok dan berpura-pura nangis) ren, gue salah apa sama loe, tega loe nuduh gue yang merencanakan semua ini, loe baru kenal mereka berapa bulan ini. huuu huuu.
Reni" gak usah loe ekting lid, gue gak mempan sama tangisan pura-pura loe, loe tu cewe licik, loe akan melakukan apa saja untuk menyingkirkan siapa yang memurut loe yang bisa merebut perhatian kak anton, loe suka sama kak anton, tapi kak anton gak suka sama loe, apa lagi sifat loe yang kasar dan licik, (Reni meluapkan semua yang selama ini dia simpan)
Anton" apa benar lidia, yang dikatakan oleh reni, loe yang ngejebak Katika, (ketus)
__ADS_1
Lidia" boong kak, itu semua hanya akal-akalan reni aja karna dia mau membelah temannya.
Reni" (marah karena lidia tidak mau mengaku, akhirnya dia mengeluarkan hasil rekaman di dalam hpnya) kali ini loe gak bisa ngelak lagi.
Semua orang mendengar rekaman suara lidia saat dia di toilet yang di keluarkan Reni, Anton murka, berari selama ini dia salah karena tidak percaya sama katika, dan mengelurkannya dengan rasa tidak hormat.
Anggun" gak bisa lagi loe ngelak, bukti rekaman suara loe, udah menguak rencana licik loe sendiri, loe kira loe bisa ngejebak raina, asal loe tau saat loe ngeletak uang di loker raina gue ada disana, gue gak sengaja liat loe ke ruang ganti, karena merasa curiga gue ikutin loe, saat loe pergi gue pindahin uang itu keloker loe sendiri, ada kata pepata senjata makan tuan, niat hati mau jebak orang, eh kenah jebakan sendiri. hahahaa (tertawa puas)
Anton" sekarang loe keluar dari sini, dan mulai hari ini loe gue pecat, dan loe tidak mendapatkan uang pesangon,
Saat Lidia berdiri dan mau pergi, anton memanggilnya.
Anton" tunggu, ini gaji loe bulan ini, gue harap kita gakkan ketemu lagi, dan sekarang loe pergi.
Lidia" (merasa terhina dan marah) Raina ingat gue bakal bales semua ini, kalau bukan loe, gue gakkan melakukan semua ini. tunggu pembalasan gue (ancamnya terhadap Raina)
Anggun" gue yang akan balas kalau loe berani macem-macen sama sahabat gue, gue dan yang lain tidak akan diam. jagi gue saranin sama loe, jangan menggau singa betina tidur. dan jangan loe anggap sahabat gue ini lemah.
Di sisi lain, dari kejahuan toni memantau apa yang terjadi kepada Nonanya, karena penasaran dia mendekati KF dengan berpura-pura membeli.
Toni" maaf kamu karyawan kf ini ya,
Ana" iya ada apa,
Toni" maaf jika ini membuat mu marah, karna ada yang mau aku tanyakan, kenapa terdengar keributan di kf ini. karena penasaran itu lah aku bertanya pada mu,
Ana" oh tadi ada yang mau ngejebak raina, tapi karena ada yang tau niat jahat orang itu, dia pindakan uang itu di loker orang itu, sempat ngelak dan nuduh sahabat nya bersekongkol dengan raina. untuk reni bongkar kebusukannya, jadi raina selamat. gitu ceritanya.
Toni" maaf emang siapa namanya, kok kamu bilang orang itu, apa kamu takut sama dia,
aku penasaran mau tau namanya
Ana" (gemetaran) iya aku takut (berbisik) Lidia namanya.
Toni" maaf kalo aku buat kamu takut karena rasa penasaran aku, sekali lagi maaf ya. (merasah bersalah)
__ADS_1
Ana" tidak pa pa, tapi janji jangan di kasih tau orang lain, aku takut nanti aku kena marah dia, orangnya kejam dan licik. maaf aku masuk dulu ya, bay. (pergi meninggalkan toni)
Toni" beguman untun non raina tidak apa, kalau non raina kena jebak, lidia akan abis kenah amukan bos malvin karena mengganggu ketenangan calon istrinya, masih banyak yang menyayangi non raina, ada sahabat nya yang selalu membelanya, dan mereka tidak tinggal diam. jadi ini gue laorin gak ya sama bos Malvin, ah gue lapor ke bos Gagas dulu, gue minta sarannya.
Toni"📱tut tut tut
Gagas" 📲 tut tut tut (mengankat HP) iya Ton ada apa.
Toni" maaf bos ganggu, ni mau lapor tentang non Raina.
Gagas" ada masalah apa (katanya penasaran) cepat loe ceritakan.
Toni" tadi ada yang mau jebak non Raina bos. tapi...
Gagas" APAAAAA (tetiaknya) kenapa loe diam aja hah (marah)
Toni" jangan marah dulu bos, kan belum selesai ceritanya, tapi non Raina gak kena jebak bos, karena ada sahabatnya yang gas sengaja liat orang yang ingin jebak non raina naroh uang di loker non raina, tapi di pindahin oleh sahabatnya ke loker penjahat itu bos, gitu bos ceritanya.
Gagas" syukurlah nona Raina baik-baik aja (merasa lega) gak kebayang gue gimana marahnya bos malvin tau kalau ada yang mau jebak calon istrinya. loe tau namanya, dan karakter cewe tu. (tanyanya kepada anak buah nya)
Toni" iya bos, namanya lidia, dari yang gue tau si orangnya kasar dan licik,
Gagas" Baik lah loe pantua terus non raina, jangan sampai terlewati satu pun, dan loe selidiki lidia, gue takut dia akan mengancam ketenngan nona raina di kemudian hari. kerja loe bagus, gue suka. makasih atas kerja keras loe.
Toni" ok bos, akan gue laksanakan, sama-sama bos telah mempercayai pekerkaan ini ke gue, bay bos.
Toni menutup teleponnya dan lupa menanyakan apa kejadian hari ini harus dilaporkan pada Bos malvin.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗