
Malvin sampai dimana keributan itu terjadi, mereka yang menyaksikan keributan kaget dengan teriakan Malvin.
Malvin" cukup" teriak Malvin berjalan menghampiri istrinya.
"Aduu gawat ada pak Malvin" takut di marahin oleh atasannya.
"Kok bisa Pak Malvin sampai di sini, bisa gawat aku"
"Bukannya Pak Malvin ada diruangannya, bisa dapat Sp ni, keluyuran jam kantor"
Itu yang ada di pikiran mereka, mereka takut dapat teguran karena keluyuran di jam kantor.
Malvin marah besar melihat istrinya diperlakukan seperti itu. Emosinya suah sampai puncaknya. Hatinya hancur melihat istrinya tersungkur di lantai tanpa ada yang membantunya.
Malvin" sayang, maafin mas tidak bisa menjaga kamu dengan baik, maafin mas. " Malvin membantu istrinya berdiri.
Raina hanya bisa diam dan tidak melawan, Raina tidak ingan melawan balik hinahan dan perlakuan Raina. Raina berpikir untuk apa dia menghabiskan tenaganya untuk melawan orang yang tidak punya ahlak, merasa dirinya hebat, dia bisa mengandap orang lain bisa dihina dan di injak-injak.
Berbeda dengan suaminya, tidak bisa menahan kemarahannya pada orang yang sudah membuli istrinya.
__ADS_1
Malvin" Kenapa kalian hanya bisa diam melihat orang yang sedang dalam kesulitan, dan bukannya membantunya malah ditertawakan, dimana kemanusiaan kalian, apa hati kalian terbuat dari batu, asal kalian tau, orang yang kalian hina dan kalian permalukan adalah istriku, nyonya Malvin Malhendra." Malvin meluapkan kemarahannya pada Bawahannya tidak ada yang membantu istrinya dari bulian Elsa, yang ada ikut menghina dan menertawakan Raina.
Mereka semua tidak berani berbicara, mereke dibuat terkejut dengan pengakuan Atasan mereka, bahwa orang yang mereka hina dan jadi bahan tertawaan oleh mereka adalah istri dari Atasannya. Mereka dibuat tidak bisa berbuat apa-apa karena takut amukan dari Atasannya. Mereka tahu pasti jika ada yang membuat Singa Jantan ngamuk, mereka tidak bisa lepas dari amukannya.
Raina merasakan hawa yang mencekap di sana, mereka semua bisa merasakan dari sorot mata Atasan mereka. Raina berusaha mencairkan suasana, dia tidak ingin suaminya bertindak berlebihan dan akan berujung fatal. Saatnya Raina bertindak untuk mencegah dari hal yang tidak dia inginkan, membuat orang yang lain memiliki dendam dan merencanakan pembalasan terhadap suaminya, juga bisa berimbas dengan orang terdekatnya.
Raina" mas, aku gak papa, cuma lecet doang kok, lama-lama juga sembuh, udah ya jangan marah lagi, gak baik untuk kesehatan," Raina menenagkan suaminya meredamkan kemarahan yang sudah memuncak karena mengetahui bahwa bawahannya atau karyawannya tidak ada rasa kepedulian terhadap sesama manusia.
Malvin" sayang, mereka itu gak punya hati, tidak ada kepedulian untuk membantu orang yang sedang kesusahan. Karena mereka belum kamu itu istri mas, seenaknya mereka berbuat kasar sama kamu, kamu itu gak pantas di tindas kaya gitu, Mereka harus di keluarkan dari kantor ini, mas gak mau punya karyawan yang tidak punya hati, dan juga suka membuli orang karena merasa dirinya hebat karena statusnya lebih baik." Malvin masih tersulut emosi karena tidak terima istrinya di tindas seperti itu.
Raina" Mas, udah dong mas, aku tau mas marah sama mereka, tapi gak perlu sampai di pecat juga ya, keluarga mereka tu gak salah mas, mereka kerja untuk anak dan istri atau suami mereka, coba mas bayangin mereka dipecat dari kerjaan mereka, keluarga mereka mau makan apa mas, mas mau menyiksa orang yang gak salah, aku gak mau suami aku berdosa diatas penderitaan orang lain, bisa kan mas, demi aku ya mas." Raina membujuk Suaminya untuk tidak memecat karyawan mereka karena ada yang akan menderita karena pemecatan ini.
Semua karyawan yang merasa takut akan di pecat menjadi lega karena mereka masih di beri kesempatan untuk bekerja di sana. Hati mereka tergugah dengan kebaikan istri dari atasannya, begitu muliah hatinya bisa memaafkan mereka dengan mudahnya, walaupun hinaan dan cacian yang dia terima tapi dia masih bisa memaafkan orang yang berbuat salah terhadapnya.
Raina" na gitu kan enak liatnya, udah gak marah-marah lagi (tersenyum). Untuk kamu (menunjuk Elsa) aku diam bukan karena aku gak mau melawan, tapi karena aku tidak mau terjadi keributan atau kejadian bisa berakibat fatal, itu sebabnya aku mengikuti semua kemauan kamu, tapi apa yang aku dapatkan.? aku di permalukan di depan semuanya. Tapi aku maafkan, aku akan meminta pada suamiku untuk memberimu kesempatan kedua jika kamu mau merubah semua sipat kamu. Untuk kalian semuanya, aku sudah memintah kepada suami aku untuk memberi kalian kesempatan kedua karena ada keluarga yang bergantung sama kalian, tapi aku mau kalian jadikan ini sebagai pelajaran hidup kalian, jika di kemudian hari kalian melihat kejadian yang aku alami, cobalah untuk membuka hati kalian untuk membantunya, yakinlah kebaikan kalian akan terbalaskan walaupun bukan dari orang yang kalian bantu, apa kalian ingin kejadian ini tertimpa kepada keluarga kalian, karena karma yang kalian perbuat bisa di rasakan oleh anak atau orang yang kalian sayangi, apa kalian mau itu terjadi pada anak atau orang yang kalian sayangi.?" Raina menasehati mereka panjang lebar atas apa yang mereka lakukan akan berdampak untuk orang yang mereka sayangi.
Elsa dan semua orang yang ikut membuli Raina merasa bersalah karena yang mereka lakukan itu salah, dan mereka tidak pernah memikirkan apa akibat dari dari perbuatan yang mereka lakukan, tapi mereka bersyukur istri Atasan mereka berbaik hati ingin memaafkan mereka dan juga membujuk suaminya tidak pecat mereka dari pekerjaan mereka. Elsa memberanikan diri memintah maaf langsung sama Raina atas apa yang dia lakukan.
Elsa" (berjalan menghampiri Raina) bu, maafakan saya bu, saya benar-benar salah, saya hilaf bu, mungkin selama ini tidak ada yang berani melawan saya atau menegur atas apa yang saya lakukan, walau itu perbuatan salah. Itu menjadikan saya semena-mena terhadap orang lain, juga tudak pernah berpikir apa akibatnya.? Makasih bu kamu sudah membuka hati kami terbuka, sudah memberi kami kesempatan, sudah memikirkan nasib keluarga kami. Sekali lagi maaf dan terima kasih." Elsa minta maaf dengan hati yang tulus dan berjanji untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.
__ADS_1
Raina bahagia karena dia sudah memberi kebaikaan dan kebahahian untuk semuanya.
Semua karyawan yang ikut menertawakan Raina juga minta maaf pada istri Atasannya.
Raina" alhamdulillah kalian semua meyadari kesalahan kalian, aku ikut senang, ingatlah kejadian ini. Karena semua sudah terselesaikan, kalian boleh keruangan kalian masing-masing. Bekerja dengan baik ingat kalian kerja untuk keluarga kalian, ingat pesan aku ini, jika orang tidak melawan bukan karena dia lemah tapi mungkin dia memiliki pemahaman yang lain atau apa, kita tidak tau yang dipikirnya, jadi setiap ingin melakukan sesuatu ingat akibatnya." Raina tersenyum bahagia semua mengakui kesalahan mereka dan mau berubah menjadi lebih baik. Juga menasehati mereka agar tidak mengulanginya.
Mereka ikut bahagia jika atasan mereka mempunyai istri yang berhati malaikat. Karena mereka merasakannya langsung, jika bukan keiklasannya memaafkan mereka mungkin mereka sudah di pecat dari tempat mereka kerja.
Setelah semua keributan itu berakhir dengan baik, mereka pergi keruangan mereka masing-masing karena jam kerja mereka belum berakhir.
Elsa melihat kepergian Malvin dan Raina menuju Ruangannya.
"Tetima kasih ya Allah kau telah mempertemukan aku dengan dia, aku mengakui kesalahanku selama ini, aku bersyukur bertemu dengannya, dia tidak mambalas tindakanku tapi dia maafkanku juga membuka hatiku untuk merubah hidupku menjadi yang lebi baik, aku doakan semoga dia dan suaminya diberi kehidupan yang bahagia sampai hayat mereka, makasih ya Bu Boss," batin Elsa menatap kepergian atasan beserta istrinya.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
__ADS_1
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
🤗🤗🤗