Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Jangan Suka Menilai Dari Luarnya


__ADS_3

Setelah menghabiskan makan yang mereka pesan, dan membayar. Raina dan Anggun keluar dari kantin berjalan menujuh Gerbang Kampus. Tidak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menunggu Mama Sofia, mobil Mama Sofia sudah sampai Kampus.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil Mama Sofia dan melanjutkan perjalanan menuju Butik Tante Neni Seperti kesepakatan tadi malam. Untuk mengurangi kebosan mereka, Mama Sofia mengajak mereka ngobrol.


Mama Sofia" mbak, gimana perasaannya mbak sekarang, bahagia gak mau nikah sama anak Mama..?


Raina" gimana ya Ma ngomongnya, bahagia pasti, siapa yang gak bahagia saat akan di pinang sama orang yang di cintainya, tapi...." raut wajah Raina berubah sedih.


Mama Sofia" tapi apa mbak..?" Tanya Mama Sofia.


Anggun" Na, jangan sedih lagi dong, ini kan hari bahagia Lo, cerita sama kami Na, jangan membuat bertanya-tanya apa yang membuat Lo sedih" timpal Anggun.


Raina" (sedih) Nenek gak bisa nemanin aku di saat hati bahagia aku, dan kami belum sempat bersiarah ke makan Nenek. Minta restu dia" lirihnya menahan air matanya.


Mama sofia" (memeluk Raina) maaf kami gak peka kesedian mu, mbak, jika tidak ada kejadian ini mungkin kalian akan bersziarah ke makam Nenek mbak, itu janji kakak, tapi kita tidak punya waktu, maafin kami ya mbak"


Anggun" maaf Na, gue gak peka. Jangan sedih lagi ya, kan masih bisa ziarah ke makam Nenek Lo setelah kalian menikah, gue yakin Nenek Lo gak akan sedih dia disana pasti ngerti kok Na." Anggun memberi Raina jalan keluar untuk sahabatnya.


Mama Sofia" benar yang di katakan Anggun, mbak kan masih bisa berziarah ke makam Nenek mbak, dan mengenalkan Kakak sebagai Suami mbak. Udah ya mbak sedihnya, senyum dong, apa mbak mau liat kita sedih juga.. ?" Ujur Mama sofia melepas pelukannya dan mengusap air mata Raina.


Raina mencoba untuk tersenyum lagi, dia tidak ingin membuat orang terdekatnya bersedih.


Raina" (senyum) makasih Ma, makasih Gun, benar kata kamu, Gun. Aku masih bisa ziarah ke makam Nenek setelah menikah, dan aku akan mengenali Kak Malvin bukan sebagai calon suami ku tapi suamiku. "


Mama Sofia" na gitu dong, cantiknya gak ilangkan karena melow terus (ucap Mama) oh iya (baru ingat sesuatu) kakak kan juga harus ikut fitting jas yang dia pakai nanti malam. Kok Mama bisa lupa ni, bentar Mama telpon Kakak dulu"


Mama mengambil HP di tas yang di pakainya dan langsung menelpon anak sulungnya.

__ADS_1


📞Mama Sofia" tuuut tuuut tuuut (telpon tersambung)


Malvin" assalamualaikum Ma, tumben nelpon kakak.


📞Mama Sofia" waalaikumsalam Kak, kakak bisa kan nyusul ke butik Tante Neni sekarang, kami sudah di jalan mau kesana, mau Fitting baju yang kalian pakai nanti malam untuk acara ijab kabul nanti kak,"


Malvin" maaf Ma, kayaknya gak bisa karna bentar lagi Kakak ada Miting Ma,


📞Mama Sofia" oh kakak lagi sibuk ya, udah kalo kakak gak bisa nyusul, gak papa da kak, assalamualaikum.


Malvin" jangan sedih dong Ma, Raina juga ya, kakak usahain kalo mitingnya cepat selesai kakak nyusul kalian kesana. Hati-hati di jalan, waalaikumsalam.


Telpon mereka terputus. Ada kesedihan di wajah Raian dan Mama Sofia, tapi mereka tidak boleh memaksa karena urusan kantor juga sangat penting.


Raina" Ma, gak papa kok Ma kakak gak bisa ikut Fitting baju, mbak gak mau maksaiin kehendak kakak, urusan kantor juga penting Ma, lagian kakak kan Bossnya, Boss juga harus memberi contoh yang baik untuk bawahannya, mbak gak mau gara-gara Fitting baju merusak konsentrasi kakak kerja, akhirnya kerjaannya terhambat yang dirugikan perusahaan, na coba kalo perusahaan kakak dapat masalah, kasihan yang kerja di peusahaan kakak, terancam PHK Ma, iya kan Ma." Raina menjeaskan kalau mereka memaksakan kehendak mereka akan fatal akibatnya.


Anggun mengingatkan Raina untuk minta ijin ke Boss tempat dia bekerja, dan mengundang mereka ke pernikahannya malam nanti.


Anggun" Na, kata Lo mau mampir dulu ke Kafe, minta ijin ke kak Anton, juga mau ngundang mereka ke acara nikahan lo tar malam."


Raina" astagfirollah, kok aku sampai lupa ni, Mama bolehkan kan kita ke tempat kerja Raina dulu baru ke butik ..?"


Mama Sofia" (senyum) boleh dong, kita masih punya waktu untuk milih kebaya, gak usah sedih. Mbak kasih tau aja lokasinya dimana sama supirnya."


Raina" makasih Ma, pak lurus aja nanti ada lampu merah belok kiri, nanti kalo udah sampai sana berhenti tepat di depat Kf tempatnya gak jauh dari lampu merah.


Sopir" iya non,

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai tempat Raina dan Anggun bekerja, mereka turun dari mobil. Sebelum mereka turun Mama minta ijin ke menantunya untuk ikut turun dan melihat tempat kerja mereka.


Mama Sofia" mbak, Mama ikut turun ya, mau lihat tempat kalian kerja. Gak papa kan kalo Mama ikut."


Raina" gak papa kok Ma, ayo kita turun, dan mbak juga mau undang mereka ke acara nanti malam nanti malam, boleh kan Ma," Raina mengijinkan Mama mertuanya ikut turun, tidak masalah jika dia mau lihat-lihat tempat menantunya kerja. Raina juga minta ijin Mama mertuanya, ralat calon mertuanya untuk mengundang Boss dan teman tempatnya kerja datang di acara nikahannya nanti malam.


Mama Sofia" boleh dong mbak, mereka juga teman kamu, mereka juga harus kamu undang" jawab Mama Sofia dengan senyum ngenbang.


Raina" Makasih ya Ma" Raina senang karena calon mertuanya mengijinkannya untuk mengundang teman kerjanya.


Mereka turun dari mobil, Raina dan Anggun turun duluan dan di ikuti oleh Mama Sofia dari belakang. Saat mereka turun dari mobil semua mata menuju ke arah mereka, karena mobil yang mereka tumpang mobil mewah yang harganya kisaran 1M lebih. Raina dan Anggun merasa risih diperhatikan seperti itu.


Banyak yang berbicara tentang mereka, ada yang memuji, iri dan ada juga yang menjelek-jelekkan mereka.


"Beruntungnya jadi mereka, andai gue di posisi mereka, udah paner gue, kan orang lain gak tau itu mobil punya gue pa bukan"


"Palingan mereka tu simpangan om-om, gak mungkin mereka tu anak orang kaya"


Dan banyak lagi yang mereka katakan tentang Raina dan Anggun. Mama Sofia melihat tatapan orang di sana, ada tatapan pujian, jijik dan iri yang mereka berikan kepada Raina dan Anggun. Karena geram melihat tatapan itu, Mama Sofia menegur mereka semua.


Mama Sofia" jangan suka menilai orang dari luarnya, sebelum kalian tau yang sebenarnya. Apa kalian merasa kalian lebih baik dari mereka." Kata Mama sofia meninggalkan orang-orang yang ada di dalam Kf itu menuju tempat Raina berada.


Mama Sofia" ini lah kebiasaan orang, suka menilai orang dari luarnya, tanpa mereka mencari tau kebenarannya, kalian salah menenilai calon menantu keluarga Malhendra, anakku tidak akan salah mencari calon istrinya, kalian tidak bisa dibandingkan dengan dia. Batin Mama Sofia.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2