
Keesokan harinya, Vania terbangun dengan hati yang bahagia, karena malam nanti dia akan dinner, dia sudah tidak sabar ingin memiliki Malvin seutuhnya. Vania sudah merencanakan semuanya dengan matang.
Saat Vania berjalan dari loby kantor menuju ruangan, Vania banyak mendengar kata-kata dari semua karyawan, ada yang memuji, ada yang iri dengannya, ada juga yang menghina atau memandang rendah dirinya, membuat amarah Vania di ujung kepala ingin dia melabrak mereka semua yang menghina dirinya, tapi masih ditahannya takut sifat aslinya ketahuan sama Malvin, hancur semua usahanya untuk mendapatkan Hati malvin.
Vania" (menahan emosi) gue harus jaga image gue, jangan sampai itu semua menghancurkan semua kerja keras gue untuk mendekati Malvin Malhendra, setelah gue jadi nyonya kalian, gue depak kalian semua, agar kalian tau kalian itu hanya karyawan (senyum sinis) ucapnya dalam hati.
Sementara di ruangan Malvin sedang membalas chat dari Raina.
Raina
💬 Assalamualaikum kak, udah sampai kantor nya.
Malvin
💬 Waalaikumsalam Raina. kakak sampai dengan selamat di kantor, kamu udah dikampus sekarang.
Raina
💬 alhamdulillah kalo kakak udah nyanpai kantor dengan selamat, iya kak Ina udah di kampus, ada kuis jadinya pagi-pagi udah di kampus, selamat beraktivitas kak. yang semangat ya kerjanya, Ina selalu akan semangatin kakak dari sini, 🤗🤗
Malvin
💬 Ooh gitu. kamu juga semangat kuliahnya, maaf Ina, kita belum bisa bertemu dulu, setelah selesai urusan kakak, kakak ajak Raina bertemu keluarga kakak, kamu siap kan bertemu mereka,
Raina
💬 Insya Allah Ina siap kak, kak udah dulu ya, Dosen ina udah di kelas. Assalamualaikum.
Malvin
💬 Alhamdulillah kalo kamu siap. tunggu kakak kabarin kamu, waalaikumsalam.
Chating mereka terputus karena mau mengikuti Kuis. Malvin senyum-senyum sendiri melihat foto Raina yang dijadikan walpaper HP nya.
*****
Di tempat Raina. raina lagi senyum melihat HP nya, Anggun melihat Raina yang sedang senyum-senyum sendiri, membuat nya bingung, berpikir
Apa Raina lagi kasmaran....?
Sama siapa, apa Orang yang sama...?
Itulah yang sedang Anggun pikir dalam otaknya. dia harus mencari tau kebenarannya, agar bisa menjawab pertanyaan yang sedang ada diotaknya.
Hari cepat berlalu sekarang sudah jam 12 siang, waktu makan siang, dan di gunakan Anggun untuk mencari tau dari sabahatnya.
Anggun memberi tau ke semua sahabat nya yang lain. Bahya Raina sekarang sedang bahagia. seperti sedang lagi kasmaran.
Whassapp
Anggun
💬 assalamualaikum, ada kabar bahagia.
Agus
💬 kabar bahagia apa,
Anggun
💬 sepertinya Raina lagi kasmaran. jatuh cinta, dari tadi gue liat dia senyum-senyum. nah coba lo pikir napa tu Raina kalo gak lagi jatuh cinta.
Desi
💬 sama siapa Gun, kasih tau kita dong,
Aini
💬 iya Gun, kasih tau kita-kita, jangan buat kita-kita penasarab lah.
Anggun
💬 gue juga belum tau ma siapa di jatuh cinta tu, gue mikir mungkin sama kak Malvin. tapi belum pasti, ni baru mau ngorek-ngorek informasi dari dia.
Navia
💬 yang bener tu Gun, Raina sedang dekat lagi sama Malvin, bukannya dia mau lupaiin Malvin takut mak rompak ngamuk tu.
Anggun
💬 gue juga gak tau Via. tar gue kasih tau kalian lagi ya, takut Raina curiga sama gue. dari tadi gue diamin dia.
__ADS_1
Aini
💬 ok. kalo udah dapat infonya kasih kabar sama kita-kita.
Anggun
💬 ok.
Anggun mengakhiri chatingnya. Raina mulai curiga dengan sahabatnya, dari tadi asyik dengan HP nya sendiri, sampai-sampai dia di cuekin.
Raina" (curiga) Gun asyik bener main HP nya, dari tadi aku perhatiin fokus banger. lagi chat sama siapa si. (mengecek hpnya) ni maksudnya apa ya gun,
Anggun" hehehe lupa lo ada di chat ini juga. (tertawa diri sendiri, karena lupa bahwa Raina juga ada di grup WA yang di pakai untuk memberi info sama yang lain) itu .....
Raina" itu apa hah, bilang aku lagi kasmaran lah. (pura-pura marah, setelah itu dia cengesan) hehehe emang. maaf lupa kasih tau kalian bahwa aku udah baikan lagi sama kak Malvin.
Anggun" (bengon)
Raina" lah napa bengon si gun. tar aku ceritain detailnya ya. sekarang kita makan siang dulu, habis ini masih ada mata kuliah lagi.
******
Tidak terasa sore pun menjelang, semua karyawan pulang kerumah masing-masing. begitu pula dengan Vania. Dia tidak sabar untuk bersiap-siap untuk dinner sama Malvin dan waktu dinner akan dia gunakan untuk melancarkan rencananya untuk menjebak Malvin.
Waktu yang di tentukan sudah datang, sebelum malvin menjemput Vania, dia memberi tau sahabatnya lewat Whassapp bahwa dia sudah siap jalan untuk menjemput Vania.
Malvin
💬 gue udah otw ke tempat Vania
Nino
💬 earphon udah disiapkan, agar mempermudah kita kominikasi. dan alat sadap yang lo gunakan untuk tau apa rencana udah ada.
Malvin
💬 semua udah disiapkan semua. apa gak ketahuan gue pakai earphon di telinga gue tar.
Ivan
💬 lo beli yang ginama si bos. yang besar ya bos.
Malvin
Gagas
💬 kalo itu pasti ketahuan bos. gini aja bos, sekarang lo di mana bos. gue samperin ke tempat lo tuk kasih earphon yang mini. tunggu guu
Malvin
💬 gue shere lok sama lo sekaranng (mengirin lokasi) udah gue kirim sama lo.
Gagas
💬 udah masuk, tunggu gue sebentar.
Malvin
💬 ok, gue tunggu. cepat. siap sama tugas kita masing. gue udah gak tahan lagi untuk menyelesaikan semua ini.
Ivan
💬 siap bos
Nino
💬 siap.
Tidak membutuh waktu lama, Gagas sudah sampai di lokasi yang Malvin kirim sama dia. Gagas turun dari mobilnya dan memberi earphon mini ke bos untuk di pakai.
Tok Tok Tok
Malvin menurun kaca mobilnya, dan melihat Gagas menyerakan earphon yang sudah terhungun dengan yang lain dan alat sadap yang sudah di hunungkan dengan earphon mereka, saat alat itu diletak di bawah meja nanti mereka semua bisa mendengar langsung percakan malvin dan nenek sihir, siapa lagi kalau bukan Vania.
Seletah itu mereka terpisah, sesuai dengan rencana awal dan tugas mereka masing-masing, mereka siap di tempat yang dengan tugas mereka.
malvin sudah sampai di depan rumah Vania. dia menekan klakson mobilnya.
tiiiiiit tiiiiiit tiiiiiit
Vania mendengar suara klason mobik, dia keluar dari rumah menghampiri Malvin. Malvin melihat penampilan Vania yang seperti wania penghibur, membautnya menahan emosi, dia harus pura-pura senyum agar Vania tidak curiga.
__ADS_1
Malvin" (pura-pura senyum) ayo kita berangkat.
Vania" (senyum manis) baik pak,
Malvin" jangan panggil pak, panggil Malvin aja, kita gak lagi di kantor, gak usah formal.
Vania" baik pak eh maksudnya Malvin (senyum)
Mereka melanjutkan tujuannya, tidak membutuhkan waktu mereka sampai dimana tempat mereka makan malam. Ivan, Nino dan gagas sudah di tempat masing-masing.
Ivan dan Gagas sudah di Cafe tempat Malvin dan Vania makan malam, mereka duduk terpisah agar tidak menimbulkan kecurigaan Vania dan pengunjung lainnya. Nino sudah stanbay di posisinya.
Malvin memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.
malvin" mas
pelayan" iya tuan mau pesan apa.
Malvin" Nasi Goreng Seafoof Orenge Jus dan kamu Vania mau pesan apa.
Vania" samaan sama kamu aja.
Malvin" ok. Nasi Goreng Seafoof nya 2, Orenge Jus nya 2. itu aja mas. (senyum ramah)
Pelayanan" Nasi Goreng Seafoof 2, Orenge Jus nya 2. di tunggu sebentar ya tuan.
Dijawab anggukan oleh Malvin, vania memberanikan diri untuk membuka pembicaraan sama malvin, saat mereka ngobrol Malvin menempel alat sadap yang diberikan Gagas di bawah meja, dan mengaktifkan nya. Secara otomatis mereka mendengarkan obrolan Malvin dan Vania, 20 menit kemudian makanan yang mereka pesan sampai.
Mereka makan tanpa ada percakapan. Malvin minta izin kepada Vania untuk ketoilet. saat malvin di toilet, Vania bergerak.
Vania" (senyum seringai) bagus, ini waktunya gue masukin obat yang gue minta dari teman gue, (melirik ke kanan dan kiri, merasa aman baru Vania memasukan obat itu, setelah itu mengaduknya) hahaha lo milik gue malam ini Malvin Malhendra.
Malvin, Nino, Ivan dan Gagas mendengarkan semua apa yang dikatakan Vania. benar dugaan Malvin bahwa Vania ingin menjebaknya malam ini. malvin minta Ivan alihin perhatian Vania saat dia hampir sampai di meja nya.
Malvin" (tertawa) tepat dugaan gue. selanjutnya kita bergerak sesuia rencana kita. Nino, apa senua sudah siap disana.
Nino" udah siap bos, cowo yang suka sama vania sedang di bius, akan bangun 1 jam dari sekarang,
Gagas" berarti kita harus bergerak sekarang. saat cowi itu sadar vania sudah dikuasai obat yang dia masukan dalam minuman lo bos.
Malvin" Ok, Van saat lo liat gue udah mau dekat meja gue, lo mulai beraksi. siap.
Ivan" siap.
Malvin" gue kedalam dulu, saatnya kita beraksi
Malvin masuk kedalam Cafe, mwalvin hampir sampai meja, Ivan membuat keributan agar Vania tidak menyadari minuman yang dia masukan obat sudah di tukar Malvin. Setelah Malvin sudah menukar minumannya, Ivan meminta maaf atas keributan yang dibuatnya. dan pergi dari Cafe, menunggu rencana selanjutnya dari Malvin.
Malvin" ada apa vania, (bertanya)
Vania" oh malvin udah balik lagi. gak tau ada apa disana. udah lah jangan dibahas lagi yuk kita lanjut makan lagi.
Malvin" (senyum) baiklah, (minum tanpa curiga, gimana mau curiga, kalo minuman sudah ditukar sana dia)
Vania" (senyum kemenangan) akhirnya lo jadi miliknya. batinnya (meminun jusnya, tanpa dia sadari bahwa jus itu sudah ditukar sama Malvin)
Malvin" Vania, lo pokir udah pintar, mau ngejebak gue, sekarang kita lihat siapa yang lebih pintar diantara kita. saat lo bangun besok hancur sudah kehidupan lo, dan lo harus menikah sama orang yang udah ambil kehormatan lo. lo kira gue mau ambil perawan lo walau cuma-cuma, najis gue, sampai benih gue ada di rahim lo. batinyanya
Akhirnya mereka selesai makan. Malvin menawarkan diri untuk mengantar Vania pulang, agar mempermudah dia mengantar vania ke hotel yang dia siapkan.
Di perjalan obat sudah beraksi di dalam tubuh Vania, dia seperti cacing kepanasan, Malvin melihat itu hanya senyum, Malvin mengendarai Mobil nya ke hotel. di belakang mobilnya di ikuti oleh mobil Ivan dan Gagas.
Vania sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, Malvin membawa Vania kekamar Hotel di bantu sahabatnya. Di sana sudah ada Nino yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Nino" Sampai juga kalian, ayo kita antar Vania ke dalam kamar Hotel, sepertinya sebentar lagi cowo itu mau sadar.
Gagas" ok, bantu kita antar ninik sirir ke dalam gue nya, dan lo bos tunggu disini aja.
Malvin" siiip.
Mereka bertiga mengantar Vania ke dalam kamar Hotel, didalam kamar sudah ada cowo yang mereka siapkan. akhirnya tencana mereka selesai tinggal memantau dari jauh, karena di kamar hotel sudah di selipkan kamere pemantau.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
🤗🤗🤗
__ADS_1