
Di perjalana Raina memikirkan siapa sosok laki-laki yang menangis itu, apa dia kenalannya.....? Atau ada anaknya di antara adik-adik angkatnya. Itu sangat mengganggu pikiran Raina.
Malvin memperhatikan istrinya sejak awal mereka berangkat sampai sekarang melamun, apa yang sedang istrinya pikirkan sampai membuatnya melamun seperti itu...?
"Sayang, apa ada...? Kenapa dari tadi mas perhatikan kamu melamun, mas ajak ngobrol gak kamu dengar..?" Tanya Malvin pada Raina, dia juga penasaran dengan yang sedang istrinya pikirkan saat ini.
Masih belum mengubris ucapan suaminya. Raina larit dalam pikirannya. Akhirnya Malvin menepi di pinggir untuk menyadarkan istrinya dari laminannya.
Menepuk pundak istrinya lalu berkata " sayang."
Raina merasa ada yang menepuk pundaknya tersadar dari lamunannnya.
"Eh, mas. Ada apa ya mas..?" Tanya yang bingun kenapa suaminya menepuk pundaknya.
__ADS_1
Malvin menyadari bahwa istrinya belum sadar penyebab kenapa dia mepuk pundaknya.
Malvin tersenyum melihat kebingungan di wajah istrinya. "Sayang, apa kamu sadar tidak kalo kamu itu dari tadi cuekin mas tau..? Mas ajak ngobrol kamu, nya masih aja ngelamun. Sampai mas tepuk pundak kamu baru kamu sadar, tapi belum tau kenapa mas nepuk pundak kamu. Emang apa yang sedang mengganggu pikirang kamu, sayang...? Cerita sama mas, siapa tau mas bisa bantu."
Setelah mendengarkan penjelasan Malvin baru Raina bisa mencerna apa yang yang sebenarnya terjadi. Raina mulai menceritakan apa yang sedang mengganggu pikirannya.
"Gini mas, tadi saat kita nemani adik-adik bermain di wahana bermain, aku merasa ada yang memperhatiin kita, karena ada yang memperhatiin aku menoleh arah kebelakang, dan benar mas, ada yang sedang mengawasi kita dari jauh, aku lihat sosok laki-laki paruh baya sedang menangis mas, mungkin ada anaknya di antara adik-adik panti. Tapi takut untuk mendelat. Saat aku mau menghapirinya untuk bertanya mala di pergi meninggalkan tempat dia mengawasi kita"
Raina tersentuh hatinya mendengarkan ucapan suaminya, dia terlahir dari keluarga yang terpandang tapi tidak ada sifat angkih dan sombong dalam diri suaminya.
Di lain tempat ada laki-laki paruh baya yang sedang menangis di depan makan orang terkasihnya. Menyesalih atas perbuatan kejinya pada istri, ibu dan kedua anak-anaknya.
"Bu, maafkan semau perbuatan Putra, bu. Yang membuat ibu sedih dan kecewa, dari awal kehamilan sampai kelahiran Raina, Putra tidak mengharapkannya, Putra selalu mennyiksa istriku yang sangat menginginkan Raina, karena kasih sayangnya pada anak pertama kami dia menanggung semua siksaan yang sering aku lakukan pada dirinya, setelah lahir dia tidak perna mengasihnya karena larangan dan ancaman dariku, dia tidak berani menggendong dan mencium anaknya, padahal dia sangat ingin mencurahkan kasih sayang pada Raina. Hal itu terjadi kembali saat istriku lupa meminum pil kb, dia kecolongan sampai hamil anak kedua kami, dia sangat bahagia dengan kehamilannya yang kedua, ibu dan Raina mendukung kehamilannya. Karena dukungan kelian berdua dia sanggup menahan siksaanku untuk nya selama kehamilannya. Ibu yang penuh kasih sayang ingin merawat anak-anakku, walau kekecewaan yang ibu dapat dari perbuatan ku tidak mengurangi kasih sayang ibu terhadap istri dan kedua anak-anakku. Maafkan istriku bu, dia tidak sekalipun ingin melantarkan anaknya tapi karena aku dia tidak berani, takut ancamanku akan aku lakukan pada kalian. Sekali lagi maafin aku ibu. Maafin aku istriku, mungkin sampai nafas terakhirmu tidak memaafkan aku. Sayang, aku tidak sengajah menemukan buku harian mu yang ingin kau berikan untuk anak-anak kita, di sana menceritakan begitu menderitanya dirimu atas perbuatanku, tidak boleh mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak kita, harus birsikap kejam pada mereka supaya aku tidak menyiksa mereka, maafin aku, maafin aku, aku akan mengirim buku itu untuk mereka, agar mereka tidak salah paham lagi terhadapmu, ya Allah maafin aku, anak-anakku, maafin ayah kalian yang sangat hina ini, ayah ingin menemui kalian, tapi penyelasan ayah ini membuat ayah takut melihat wajah-wajah kecewa dan kemarahan kalian terhadap perbuatan ayah yang memisahkan kalian dari ibu kalian."
__ADS_1
Dia menangis sejadi-jadi menyesali semua perbuatannya di masalalu.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,
- Istri Tomboyku
__ADS_1