Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Semua Berakhir Dengan Indah


__ADS_3

Vania bangun dari tidur panjang setelah pertempuran yang sangan melelakan. Vania belum menyadari siapa yang ada di sampingnya, karena pria yang dia kira Malvin tidur telungkup dan mengarakan wajah ke arah membelakangi Vania. Senyuman terlukur di wajahnya, karena dipikirnya dia bisa memaksa Malvin menikahinya atau tidak keluarga Malvin akan dipermalukan oleh kebejatan anaknya.


Namun semua itu tidak bisa terjadi. yang ada kehancuran dirinya dan keluarga besarnya sendiri. Semua itu hancur saat pria itu membalikan wajahnya kearah Vania, seketika Vania teriak histeris.


Vania" aaaaah (teriak nya kaget melihat siapa yang ada di sampingnya dan itu bukan malvin) siapa lo, ngapaiin lo ada di sini hah, cepat jawab. (tanya bertubi-tubi kepada pria yang ada disampingnya)


pria itu adalah cowok yang suka pada Vania, tapi tidak berani mendekatinya namanya Rizki, dia anak dan sekaligus tulang punggun untuk ibu dan adiknya, karena ayahnya sudah meninggal, dia memiliki toko kecil, tapi keluarga hidup dalam kesederhanaan, itu lah membuatnya minder mendekati Vania karena dia merasa dirinya jauh dari pantas untuk menjadi kekasih Vania.


Rizki tidak tau bagaimana dirinya bisa berakhir disini dan melakukan malam panjang bersama Vania. Dia sadar saat terbangun dari pingsangnya sudah ada Vania yang sedang terbius obat, Rizki ingin pergi tapi ditahan oleh vania, karena dia tidak bisa menghindari lagi akhir nya dia juga terbuai dari tindak agresif Vania. Rizki juga laki-laki normal, akan tergoda dengan wanita yang menyerahkan dirinya sendiri minta di sentuh.


Vania" (marah) kenapa gak jawab hah, apa lo bisu hah.


Rizki" bisa diam tidak (katanya dengan nana tinggi membuat Vania tersentak dan diam seketika) aku juga gak tau kenapa aku bisa ada disini. saat aku sadar kau udah ada disini, aku mau pergi dari kamar ini tapi kau mencegat tanganku dan memintaku memuaskan hasrat mu, puas kau (ketusnya)


Vania" (berusaha mengingat kembali) aaah, kenapa gue yang minum jus yang udah gue kasih obat untuknya, dan kenapa gue bisa ada disini. Tidak mungkin gue melakukannya sama dia, (melihat ke arah Rizki) apa kita sudah melakukannya (tanya penuh harap)


Rizky" iya kita sudah melakukannya, apa kau tidak merasakan ada yang berbeda pada dirimu, kau masih perawan, pasti saat ini bagian sensitif mu sangat ngilu. (jelasnya yang membuat Vania)


Vania tidak bisa berkata lagi karena yang dikatakan Rizki benar, saat ini daerah sensitif nya perih dan ngilu. Vania menangis, apa yang akan dia jelaskan pada keluarga nya jika dia sudah tidak suci lagi. Semua usahanya hancur untuk mendapatkan Malvin.


Rizki heran melihat Vania menangis dan mencoba mendekatinya agar bisa menenangkannya, dan dia berkata akan bertanggung jawab.


Rizki" (memeluk Vania) jangan sedih aku akan bertanggung jawan dan menikahimu, jika kamu hamil tidak akan membuat kamu malu, karena kamu sudah memiliki suami (kata Rizki memcoba menenagkan Vania dan dia berhasil, membuat Vania tersentuh hatinya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rizki)


Vania" (tersadar dari kesalahannya) mungkin inilah hukuman untukku, gue kira bisa memdapatkan apa yang aku inginkan, tapi semua membuat gue hancur. gue salah mencari lawan, bukan menjebak orang mala aku terjebak permainan ku sendiri, mungkin Pak Malvin sudah menyadari jika aku ingin menjebaknya, saat aku memberi kopi yang sudah aku masukan obat itu. mungkin saja dia sudah curiga dari itu. Bagaimana ini karir ku akan hancur, apa pak malvin mau memaafkanku jika aku mengakui kesalahanku, berniat menjebak dia dan mengancap waniata yang dia cintai, (menghela nafas) gue akan mencobanya, apapun hasilnya akan gue terima. batinnya


Vania melepas pelukan Rizki, dan bertanya sekali lagi pada nya benar dia akan menikahi diarinya.

__ADS_1


Vania" apa benar kamu akan menihai aku. (tanyanya dengan penuh harap)


Rizki" benar aku akan menikahimu, apa kamu bersedia hidup dengan kesederhanaan ku, asal kamu ketahui bahwa aku sangat mencintaimu, sudah lama aku selalu memperhatikan mu, tapi aku tidak berani mendekatimu, karena kita berbeda, kamu kerja kantoran dengan gaji besar dan keluargamu juga kalangan berada, berbeda dengan diriku, aku cuma memiliki toko kecil untuk memenuhi kebutahan hidup kami, tapi kami sangat bersyukur masih diberi riski dari Allah. (jelasnya panjang lebar pada Vania, dia takut Vania tidak mau hidup bersamanya)


Vania" (tersentuh hatinya) iya aku mau, tidak masalah buat ku, aku sadar kemewahan tidak bisa menbuat orang bahagia jika dia tidak mengsyukuri nikmat yang diberikan padanya. dan yang terjadi padaku ini murni kesalahanku. (menatap Rizki) mau kamu menemani ke kantorku untuk meninta maaf atas apa yang sudah kulakukan pada bosku. (tanya dengan penuh harap)


Rizki" iya aku mau menemanimu untuk meminta maaf, aku senang jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, aku akan berusaha membahagiakan mu, dan membimbingmu ke arah yang lebih baik lagi. kamu mau (tanya Rizki pada Vania dan dijawab dengan anggukannya)


Vania menangis bahagia, karena laki-laki yang sudah mengambil keperawannya adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab. Mereka bergantian membersihkan diri, setelah selesai Vania mengajak Rizki ke kantornya.


*****


Disisi lain Malvin tersenyum melihat apa yang dia lihat, dia akan memaafkan Vania. Karena Vania sudah menyadari perbuatan nya salah, dan berniat untuk meminta maaf,


Malvil" alhamdulillah akhirnya kamu sadar atas kesalahanmu, dan berniat untuk meminta maaf, aku tidak akan bertindak jahat padamu jika kamu tidak mengancam Raina dan berniat untuk menjebakku. Maafkan aku sudah bertindak balas dendam padamu.


1 jam kemudian Vania sampai di kantor nya, ditemani Rizki, tangannya tidak lepas dari genggaman tangan Rizki, wajah vania terlihat ceria. Membuat semua Karyawan bertanya-tanya siapa laki-laki yang Vania bawah ke kantornya.


Siapa yang dibawah kak Vania, cakep juga tu cowok....?


Apa dia kekasinya......?


Apa dia calon suaminya Vania....?


Pertanyaan itu yang ada di kepala mereka.


Vania akhirnya sampai di depan ruangan bosnya. Sebelum dia mengetok pintu, dia menoleh ke arah Rizki meminta dukungan. Rizki paham maksud dari Vania dan berkata.

__ADS_1


Rizki" (senyum) jangan takut, ada aku. apapun yang terjadi kita hadapi bersama.


Vania" (senyum) makasih kamu sudah memberi ku dukungan, aku pasti bisa.


Tok Tok Tok


Vania" maaf pak ini Vania, ada yang ingin saya bicarakan sama bapak.


Malvin" masuk aja Vania.


Vania" makasih pak atas kesempatan nya.


Cekrek


Vania masuk bersama Rizki, ada sedikit ketakutan di wajah Vania, takut bosnya akan marah dan menghancurkan hidupnya. Rizki menyadari ketakutan di wajah Vania, dia berusaha memberi semangat pada Vania, itu sangat berguna untuk Vania, Vania sedikit lebih tenang.


Malvin tersenyum melihat aktivitas orang di depannya, dan membuka pembicaraan mereka.


Malvin" (senyum) Vania apa yang ingin kamu jelaskan (pura-pura tidak tau)


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2