
Hari ini cerah secerah hati malvin, dia sudah hampir sebulan tidak bertemu dengan pujaan hatinya, jam makan siang nanti Malvin berencana menemui Raina untuk melepaskan rasa rindunya.
Saat dia melamun di ruangannya, Vania sekretaris Malvin yang sudah menyimpan rasa pada Malvin dari pertama kerja sampai sekarang, berbagai cara dia lakukan untuk menaklukan malvin, tapi semua gagal karena malvin tidak mengabaikannya.
Vania mengambil kesempatan saat malvin melamun dia masuk keruangan untuk mengambil foto malvin dari dekat. langsung keluar agar tidak ketahuan.
Vania" pak (sambil mengetok pintu tapi tidak ada sautan) pak ada berkas yang harus bapak tanda tanganin (masih tidak ada sautan dari dalam) apa pak malvin keluar ya, tapi kenapa gue gak liat dia keluar ya, dan Ivan asistennya ada diruangannya, coba liat di ruangannya (membuka pintu) ceklek, tu orangnya apa dia lagi melalun ya. (bagus, ini kesempatan gue ambil poto bos ganteng dari dekat, gumannya dalam hati) bagus, gue harus keluar sekarang.
Di luar ruangan, vania tidak sengaja berpapasan dengan Ivan.
Ivan" van lo dari ruangan bos apa dia ada di dalam. (menepuk pundak Vania)
Vania" (terkejut dan menjatuhkan berkas yang dia pegang) i iya pak, ada tapi lagi melamun kayaknya, dari dari aku manggil tidak ada sautannya pak, jadi aku kedalan untuk memeriksanya, (masih gugup takut ketahuan)
Ivan" oh, gue masuk masuk dulu. ada yang mau dititipkan tidak, sini aku serehkan langsung.
Vania" ada pak sebentar (mengambil berkas dan menyerakan kepada ivan asisten malvin) ini pak laporang keuangan minggu ini.
Ivan" ya udah, silakan ke ruangan loe. kerja yang rajin dan (tidak jadi memberita apa yang ingin dia ucapkan) gak jadi (lanjutnya meninggalkan Vania mematung di depan pintu)
Vania" sial, untung gue gak ketahuan tadi, dan kenaa jugs dia tiba-tiba udah ada di belakan gue, (gerutunya karena di kagetin oleh Ivan)
sebaiknya gue cepat pergi dari sini, jangan sampai dia curiga sama gue. (berjalan meninggal ruang atasannya)
Sedangkan di ruangan Malvin, Ivan melihat bosnya yang melamun, dan dia bertanya-tanya apa yang dia lamunkan.
Ivan" Booooos (teriaknya membangunkan malvin dari lamunanya) dari tadi mikir apa si bos, orang manggil gak ada jawabannya. (penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh bosnya)
Malvin" van, bisa gak lo jangan teriak di dekat gendang telingah gue (memegang telingah nya) gue budek tar loe mau nanggun biaya pengobantannya hah (ucapnya ketus dan kesal karena gendang telingah masih sakit akibat teriakan Ivan)
Ivan" (cengengesan) sorry bos, maafin ya bos, gue kesini mau ngingatin bos untuk ketemuan sama Nona Raina, apa gue aja yang gantiin bos ketemu sama Nona raina hehe, kan gue penasaran bos sama orangnya. hehe.
Malvin" (berdiri) enak aja loe mau ketemu calon bini gue, tar loe naksir sama dia, tambah riber tar urusannya, kalo gue udah mastiin dia juga suka dan cinta samo gue baru gue kenalin sama kalian secara langsung, ok. (katanya tidak terima ivan yang mau gantiin dia ketemuan sama Raina, dia aja udah kangen sama calon istrinya) dan makasih udah ingetin gue, gue pergi dulu, tolong loe pantau karyawan kita, assalamualaikum. (pergi meninggal ivan yang masih berada di ruangannya dan dia bergegas menuju mobilnya)
Saat di luar gedung, malvin tidak menyadari ada yang mengikutinya dari belakan.
Malvin memacu mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia masih mematuhi peraturan lalu lintas. Di belakan mobilnya sudah ada yang mengikutinya. sampai tempat tujuan malvin langsung memakirkan mobilnya di temat parkiran, dia berlari menuju tempat mereka janjian. Disana sudah ada raina yang menunggunya.
__ADS_1
Malvin" assalamualaikum udah lama nunggunya, maaf tadi masih ada kerjaan yang harus di selesaikan. (merasa bersalah membuatnya menunggu)
Raina" waalaikumsalam, Gak pa pa kak, Raina aja baru kok nyampainya, jadi gak usah ngerasa bersalah ya kak, (tersenyum)
Malvin" (ya allah, sungguh indah ciptaanmu, senyum nya membuat hati ini tenang, dan jantungku berdetak sangat cepat, ingin aku halalin sekarang juga agar aku bisa melepas rindu ini dengan memeluknya. batinya) maaf ya akhir-akhir jarang bisa ketemu, ada masalah di kantor kakak, maaf ya raina. bukan kakak tidak ingin bertemu dengan mu (bohongnya)
Raina" (tersenyum dan memakluminya) iya kak, raina ngerti kok, Raina juga sibuk dengan kegiatan kamus (berbohong) ini udah cukup kok ngobatin rasa rindu raina (raina langsung nutup mulutnya keceplosan mengatakan apa isi hatinya)
Malvin" (merasa lega) syukurlah kalo gitu, Raina boleh kak malvin nanya suatu sama kamu,
Raina" Mau nanya apa kak,
malvin" Raina kakak mau tau perasaan raina sama malvin tu beneran apa gak, kan kemarin kak pernah lamar raina, nah waktu itu Raina terima karena malu sama orang sekitar apa Raina memang punya rasa sama kakak.
Raina" (sedikit gugup) bismillahirohmannirrohim raina nerima lamaran kakak bukan karena orang lain tapi karena raina juga ci-cinta sa-sama kakak, raina yang takut kalo kakak waktu itu hanya main-main sama ucapan kakak, (menahan malu karena mengakui perasaannya kepada Malvin)
Malvin" benaran Raina apa yang kakak dengar ini (katanya sumringah mendengar jawaban raina yang membuat hatinya bahagia) secepatnya kakak akan mengajak kamu ketemu keluarga kakak, apa kamu siap untuk letemu sama keliarga kakak, karna kakak serius dengan perasaan kakak sama kamu. (katanya dengan sungguh-sungguh dengan tersenyum bahagia)
Raian" iya kak, insya Allah kak raina siap untuk ketemu dengan keluarga kakak, karena ini tujuannya muliah, untuk mempersatukan dalam ikatan pernikahan.
Hati mereka lagi bahagia karena perasaan mereka terbalas dan tidak bertepuk sebelah tangan. Tanpa mereka sadari ada hari yang tersakiti akan kebahagian mereka.
Tidak lama Malvin sudah pergi meninggalkan Raina sendiri di taman karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Raina berjalan menyusuri jalan dari taman ke kosannya, karena hari ini raina dan geng BEST FRIENDS FOREVER mengadakan bakti sosial ke rumah sakit yang mayoritasnya menangani penyakit kangker, kelainan jantung, tumor dan penyakit yang berbahaya, dan yang pasiennya anak-anak.
Raina yang sedang berjalan di cegat oleh Vania, karena menurutnya raina lah penyebab malvin tidak pernah melihatnya, memang kenyataannya malvin tidak memiliki rasa pada nya.
Vania" jal*ng, berhenti loe, (tapi tidak dihiraukan oleh raina) gue bilang berhenti (menarik tangan raina agar raina menghentikan langkahnya)
Raian" auww sakit mbak (merintih kesakitan dan mencoba melepaskan tanggannya Dari genggaman Vania) mbak, maksud mbak apa, bisa mbak jaga ucapan mbak, Karena ucapan mbk sangat menghina dan membuat hati saya perih mendengarnya mbak.
Vania" (melepas tangan raina dari genggaman tangannya dan menamvar pipi raina) Plak, itu hukuman untuk jal*ng seperti loe, yang udah merebut calon suami gue, gara-gara loe dia udah lupa sama gue (bohongnya agar raina mau menjauhui Malvin) awas kalo gue liat loe ketemu dia lagi, bukan loe aja yang akan terima akibatnya tapi orang terdekat loe juga. dan loe gak pantas bersanding dengan dia. loe itu hanya orang miskin (katanya merendahkan raina) camkan itu, gue gak main-main dengan ancaman gue. (sambungnya mengancam dan mendorong raina sampai terjatuh)
Setelah puas memberi pelajaran Vania kembali kekantor. sepeninggal Vania raina meratapi nasipnya.
Raina" (berdiri sambil menahan sakit) auww, ya allah, kenapa ini bisa terjadi pada ku, baru saja aku merasakan kebahagiaan, tapi penderitaan juga menghampiri ku, apa salahku, bila aku mencintainya, cinta tidak pernah salah, tapi yang salah kepada siapa dia berlabu, kenapa kau hadirkan cinta dihati ini jika akan menyakitkan sepeti ini, kenapa kau pertemuan aku dengannya, jika akan berakhir seperti ini, maafkan aku ya allah, aku tidak tau jika gara-gara hamba ada hati yang tersakiti, aku ikhlas melepaskan nya jika memang dia bukan jodoh yang kau takdirkan untukku (menangisi kebodohan yang dia lakukan karena mencintai calon suami orang lain)
__ADS_1
Kaki Raina melemas dan hatinya hancur mengetahui kenyataan yang baru saja dia ketahui. Berselang beberapa menit hujan turun
Raian" hujan, kau turun di saat hatiku hancur dan ingin menangis, terimakasih kau telah menemaniku menangis. ya allah salah bila aku egois, untuk mempejuangkan kebahagianku, arrggghhh (teriak frustasi jika dia egois akan ada yang terluka) apa yang harus ku lakukan?.
Karena kedingan, raina berlari menuju kosannya, belum sampai raina di kosannya dia jatuh pinsang karena tubuhnya lemas dan pucat.
Saat Navia ingin menjeput Raina di kosannya, dari dalam mobil Navia melihat orang pingsan dan turun menghampirinya, Navia sangat terkejut saat melihat siapa yang pingsan. ternyata sahabatnya sendiri.
Navia" (membalik badan orang yang pinsang dan terkejut sambil berteriak) Rainaaaaa, pak tolong pak, (katanya memanggil supirnya sambil menangis melihat sahabatnya tergeletak pinsang dijalan) angkat Raina ke dalam mobil, cepat pak (pintanya kepada sopirnya)
pak sopir" iya non (mengangkat raina ke dalam mobil)
Navia" (masuk kedalan mobil) pak ke rumah sakit.
Dalam perjalanan ke rumah sakit raina mengabari semua sahabatnya lewat chat.
Whassapp grup
Navia" kita gak jadi bakti sosialnya, sekarang gue lagi dalam perjalanan ke rumah sakit
Alvian" siapa yang sakit Via...?
Anggun" jawab Via, jangan buat kami semua penasaran.
Navia" Raina. tar gue ceritaiin kronologi nya dirumah sakit, gue tunggu di rumah sakit Bunda. cepatan ya. dan hati-hati saat mengendarai motor atau mobilnya.
Revin" ok.
Yang lainnya tidak membalas chatingan tapi langsung menujuh kerumah sakit.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗