
Suara tawa mereka membangunkan Raina dari pinsannya, dia penasaran apa yang membuat mereka bahagia dia atas musibah yang sedang menimpah dirinya saat ini.
Raina keluar dengan tatapan datar, karena dia berpikir mereka bisa tertawa bahagia saat dia dilanda musibah.
Orang yang melihat Raina keluar dengan wajah datarnya menghentikan canda tawa mereka. Suasana tegang, tidak ada yang berani bisara. Raina melihat semunya diam tidak ada yang mau menjelaskan apa yang membuat mereka bahagia yang membuat dia salahpaham.
Emosi Raina melunjak mungkin bawaan hormon kehamilannya, membuat mereka takut dan cemat terhadap bayi yang sedang di dalam rahinnya "tega kalian bahagia diatas misibah yang sedang menimpahku, hah!! Ini balasan kebaikan yang selama ini aku lakukan untuk kalian, aku rela menderita demi kalian, tapi apa yang aku dapatkan .? Hiks hiks Kenapa kalian semuanya diam, jawab, hah!"
Malvin berjalan menghampiri Raina. Dia takut bisa membahayakan janin dalam kandungan istrinya jika tidak cepat dia menenangi istri. "Sayang, jangan marah-marah, nanti bisa berpengaruh dengan anak kita, usianya masih sangat muda nanti kita bisa kehilangan dia, kamu cuma salah paham, mas minta maaf atas mereka semua, karena larut dalam kebahagian jadi lupa dengan masalah yang ada saat ini."
__ADS_1
Raina mencerna ucapan dari suaminya. "Anak kita, aku menikah baru sebulan, resepsinya aja baru kemarin di gelar, kenapa dia bilang Sayang, jangan marah-marah, nanti bisa berpengaruh dengan anak kita, usianya masih sangat muda nanti kita bisa kehilangan dia ? Usianya sangat muda, kihilangan dia. (Berpikir keras) Hah, mungkinkah aku sedang hamil, usia kandunganku sangat muda. Benarkah ini, pantas aja emosiku mudah meledak, karena ada kamu, sayang. Maafkan Bunda sayang, bunda tidak tau kamu sudah ada di rahim bunda. Bunda sangat bahagia. Maafin Raina ya semuanya." Ucapnya dalam hati.
Malvin dan semuanya masih tidak ada yang berani birsuara takut memperkeruh suasana. Mereka menunggu Raina bersuara agar tidak ada kesalapahaman lagi.
Raina melihat semuanya diam dan tidak ada yang berani bersuara, akhirnya dia membuka suara. "Maaf, Raina sudah emosi, semuanya menjadi tegang, karena kalian bercanda gurau terlihat bahagia di saat aku lagi ada masalah, aku kira kalian bahagia tantang apa, ternyata kalian bahagia karena aku sedang mengandung saat ini, membuat kalian lupa masalah yang sedang kita hadapi saat ini, maafin Raina Bu, Ma, Pa dan semuanya." Raina mimintah maaf karena sudah salah paham kepada mereka semua, itu semua karena mereka larut dalam bahagia akan ada anggota baru dan tangis bayi.
Mama Sofia mendekati menantunya dan menggenggap tangan menantunya "mbak, maafin kami semua ya, kami terlalu bahagia jadi lupa dengan masalah sedang kita hadapi sekarang. Mbak jangan memikirkan masalah itu, jaga baik-baik calon cucu Mama yang sedang berada di rahimu, usia baru 2 minggu rentang keguguran karena terlalu banyak pikiran, mood kurang baik, dan salah dalam makanan. Mama akan menjaga mbak dengan baik, agar Mama bisa memantau mbak gak melakukan pekerjaan berat dan gak makan dan minum yang bisa membahayakan kandungan mbak."
""""
__ADS_1
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,
- Istri Tomboyku
__ADS_1
- Cewe Bar-bar Jodoh ku