
Suasana di kediaman Malhendra tidak seperti biasanya, hangan dan damai. Dari tadi Papa Malvin memerintah anak buahnya mencari Malvin yang ditakutinya jika Malvin jadi korban kelicikan dari pesaing bisnisnya. Malvin anak dari pemilik perusahan Malhendra Grup yang bergerak di Hotel dan Parawisata, Perdagangan, infrastruktur dan konstruksi, dan buka Restoran.
Perusahaan dirintis dari kakek buyutnya Malvin, namun mereka memiliki sifat yang dermawan, tidak memandang rendah terhadap orang, sebelum mereka berjaya keluarga kakek buyutnya hidup dalam kesederhanaan, berkat kerja keras dan kecerdasan dari kakek buyut Malvin mereke bisa berjaya sampai saat ini.
Ketegangan, kekhawatiran, dan kepanikan yang mereka rasakan saat ini, sampai saat ini mereka belum mendapat kabar dari anak sulung mereka. Mama Malvin dari tadi menangis, takut jika anaknya dalam bahaya, Papa Malvin mondar-mandir di depan ruang tamu menunggu anaknya pulang.
Akhirnya Malvin sampai di rumahnya, Malvin turun dari mobil yang dia tumpangi, karena mobilnya telah dibawah pergi perampok. Malvin masih bersyukur dompetnya belum sempat diambil oleh perampok, karena mendengar sirine polisi meraka kabur membawa molil Malvin.
Malvin berjalan menuju gerbang rumah, dibuka pintu gerbang dan bertemu satpam di depan pos, satpam melihat kedatangan Tuan Mudanya langsung menghampiri Tuan Mudanya.
Satpan" Den Malvin (katanya terkejut)
Malvin" Iya pak, ini Malvin (jawabnya tersenyum)
Pak Komar satpam rumah gembira dan terharu adennya sudah kembali dengan selamat, dia membantu adennya berjalan, karena adennya terlihat tertatih-tatih saat berjalan karena seluruh tubuhnya sakit semua akibat pukulan yang di terimah adennya.
Satpam" nya, nya, (pangil pak komar pada majikannya) den Malvin udah pulang.
Mama dan Papa yang mendengar kalau anak mereka sudah pulang langsung keluar menuju anak mereka. sesampai di pintu utama mereka terkejut melihat kondisi anak mereka.
Mama" Ya Allah nak, apa yang terjadi sampai kamu babak belur begini (tanya mama penasaran, hatinya sakit melihat anak sulungnya menderita seperti ini) nak mana yang luka, (melihat keseluruhan tubuh anaknya) mama gak bisa liat kakak kayak gini. hati mama ikut sakit nak. (menangis)
Papa" Ma, kita masuk dulu, nanti Malvin cerika sama kita ma, gak kasihan liat anak kita ni, (jelas papa yang memcoba menenangkan mama)
Malvin" iya ma, kita masuk dulu, nanti Malvin cerita semuanya.
Mereka masuk kedalam rumah, mereke berkumpul di ruang keluaga. Mama menangis, hatinya sakit melihat apa yang menimpa anak sulungnya. Tapi Mama Malvin bersyukur karena anaknya masih bisa berkumpul sama mereka, tidak bisa Mama bayangkan harus kehilangan anak mereka.
__ADS_1
Mama" sekarang ceritakan sama Mama dan Papa, apa yang terjadi (tanya mama penasaran)
Malvin" Iya ma, (menarik napas, membuang napas) Malvin dirampok ma sama preman, mobil Malvin dibawah laci perampoknya, (diam sejenak) malvin mencoba melawan ma, tapi Malvin kalah telak mereka berempat, malvin Kira kita bisa kumpul lagi (melihat kedua orang tuanya yang menangis mendengar ceritanya), alhamdulillah allah mengirimkan penyelamat untuk membantu Malvin. Dengan keberaniannya dia mendekati tempat kejadian, dia pintar melihat kondisi, untuk mengelabui mereka dia membunyukan sirine polisi, mendengarkan bunyi sirine polisi perampok kabur membawa mobil Malvin. setelah keadaan aman dia mendekati Malvin, membantu Malvin mengobati luka, dengan susah payah dia membawa Malvin ke panti untuk mengobatin Malvin. Malvin bersyukur pada Allah masih memberi Malvin kesempatan untuk berkumpul lagi bersama keluarga Malvin (menjelaskan serinci-rincinya).
Tangisan Mama pecah setelah Malvin selesai bercerita, Mama masih bisa bernapas lega, karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul lagi sama anak sulungnya.
Orang tua mana yang tidak sakit hatinya, anaknya pulang dalam keadaan penuh luka, bisa pulang dengan selamat, dan berkumpul lagi di tengah-tengah mereka itu berkah dari sang pecipta.
Mereka penasaran sosok penyelamat anak mereka, cerdas dalam menganani kondisi. dan juga membantu anaknya dalam merawat luka.
Mama" Hiks,, hiks,, hiks,, (menangis dalam pelukan Malvin) kak, mama sangat bersyukur pada Allah, masih ada yang mau menolong, walau dia tergolong beliah, tapi dia anaknya cerdas. kak seperti apa sosoknya.
Papa" iya nak, papa juga penasaran siapa sosok penyelamamu nak, Papa dan Mama ingin berterimakasih padanya karena berkat dia kami masih bisa berkumpul lagi dengan kamu (Tanyanya penasaran akan sosok malaikat tak bersayap yang menolong anaknya)
Malvin" dia seorang gadis remaja pa, orannya cantik, ceria, penyayang, penyabar, pintar dan baik hatinya, namanya Raina pa, usianya kalau tidak salah 15 tahun pa. (katanya tersenyum menceritakan sosok gadis remaja yang menjadi penolongnya)
Papa" papa ingin bertemu dengannya, Papa penasaran sekali, ingin melihat langsung gadis remaja yang kau banggakan. (harapan papa dan ingin berterimakasih padanya)
Papa" iya nak, Papa tunggu kapan kamu bisa bertemu kembali dengan dia.
Hari sudah menjelang malam, mereka pergi ke kamar untuk membersihkan diri mereka, 30 kemudian mereka berkumpul dimeja makan untuk makan malam.
Levi Talia Malhendra adik dari Malvin Malhendra, kaget melihat kondisi kakaknya penuh lebam di wajah tampan kakaknya. Hal ini membuat dia penasaran, apa yang terjadi.
Levi" (kaget) hah, muka kakak napa penuh lebam kak, apa kakak habis berantem ya kak. (tanyanya yang penasaran penyebab wajah kakaknya penuh lebam)
Mama" Levi nanyanya nanti aja habis makan ya, sekarang kita makan lagi (kata mama Sofia pada Levi, agar bisa melanjutkan makan malamnya, dia tau sifat anaknya, jika pertanyaan yang diberikan tidak di jawab secara rinci, dia akan bertanya sampai jawaban memuaskan hatinya)
__ADS_1
Levi" iya deh ma, tapi harus cerita sama levi habis makan ya kak, awas gak cerita sama levi, kakak gak bakalan tenang hidupnya. (ancam levi agar kakaknya mau cerita padanya)
Malvin" iya kakak akan cerita secara rinci ma kamu, puas (kesal)
Levi" hihihi (nyengir) puas kak.
Selesai makan, malvin memceritakan apa yang terjadi pada dirinya.
Levi" (tidak sabar) kak buruan ceritanya (duduk di sofa)
Papa" Levi, sabar dong, kakak mu aja belum duduk udah disosor aja, kasian kakakmu, mau kakak mu cerita sambil berdiri, yang adanya bukan cerita mala lemas berdiri (menasehati anak bungsuya)
Levi" (merasa bersalah) maaf pa, maaf kak, levi yang gak sabaran, gak mikirin kakaknya udah duduk apa belum, kakak maafin Levi ya kak, Levi janji gak ngulang lagi deh
Malvin" (senyum) iya dek, kakak maafin kamu, tapi ingat ya gak boleh gitu lagi, sama siapapun itu, lihat dulu, apa dia udah duduk apa emang dia mau tegak, sebaik nya tawarin duduk duli, baru kamu bisa nanya pertanyaan yang ingin kau tau jawabannya. paham dek (memberi nasehat dan arahan kepada adiknya adar tidak melakukannya setelah ini)
Levi" iya kak, Levi paham.
Kedua orang tua mereka bangga memiliki putra seperti malvin, tampan, bijaksana, penyayang, pintar dan soleh, dia selalu berkata lembut jika menasehati adiknya, karena malvin tidak mau adiknya merasa tertekan dengan caranya kakaknya menasehati dengan nada keras, seperti lagi memarahinya, itu akan membuatnya takut.
Malvin menceritakan kenapa wajahnya lebam, dan menceritakan bagaimana dia bisa selamat, secara serinci-rincinya. Selesai bercerita mereka pergi kekamar masing untuk istirahat.
Semejak pertemuan itu Malvin suka senyum² sendiri, dan dia melanjutkan kuliahnya di Luar Negeri, saat itu Malvin pulang ke Indonesia karena libur semester.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
__ADS_1
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...