Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Makan Siang Part 1


__ADS_3

Seperti janji Raina ingin makan siang bersama suami dan sahabat suaminya, Raina di bantu koki membuat makan siang untuk semuanya tidak terkecuali yang bekerja dengan mereka agar mereka juga bisa mencicipi masakanya.


Raina" maaf nama kalian siapa biar aku mudah memanggil kalian." Raina bertanya nama mereka.


Koki Rita" nama saya Rita non, panggil aja Rita" Rita perkenalkan dirinya.


Koki Agung" kalo saya Agung non." Agung perkenalkan dirinya.


Raina" oh nama kakak Rita dan Kak Agung, karena kalian lebih tua dari aku dan juga lebih mudah dari bibi. Tidak mungkin aku manggil kalian paman dan bibi, gak papa aku panggil kalian kakak"


Koki Agung" terserah sama nin Raina aja, senyaman non mau manggil apa, kami ngikut saja" ujurnya dengan senyum.


Koki Rita" benar apa yang di bilang kak Agung, kami ngikut saja, senyaman non manggil apa." Ucap Koki Rita.


Raina" kalo gitu aku akan manggil kalian kakak, kak bantu aku ya masak makan siang untuk semuanya," Raina meminta bantuan dari Koki Rita dan Agung menyiapkan makan siang.


Mereka berdua mengangguk dengan senyum. Mereka masak makan siang dengan gembira, banyak kominikasi yang membuat mereka akrab.


Koki Rita" beruntungnya den Malvin punya istri seperti non Raina, cepat berbaur kepada suiapa saja, tidak membedakan orang, bersikap rama kesemua orang, tidak seperti nemantu atau anak manja, bersikap kasar pada pembantu dan tidak menghormati mereka yang tua." Batin Koki Rita.


Koki Agung" bahagianya jika aku memiliki istri seperti non Raina, cantik, baik hati sama semua orang, tidak membedakan mereka yang berbeda karena statusnya. Walau dia sekarang istri dari orang terpandang tapi dia tidak menunjukan ke angkuhan dari yang dia miliki. Sungguh beruntung mereka memiliki Raina menjadi keluarganya. Guman Koki Agung dalam hatinya.


Masakan yang mereka masak sudah matang, Raina minta tolong untuk mereka untuk menyajikan di meka makan, dan juga menyiapkan untuk makan siang mereka di tempat terpisah. Dia menyiapkan makanan yang akan dia bawah ke kantor suaminya.


Raina" kak Angung tolong kakak sajikan untuk Mama, Papa dan juga untuk Adek Levi. Dan kak Rita sisikan untuk makan siang kalian juga ya, aku mau kalian juga makan masakan yang aku masak. Kalian mau kan mencicipin masakan yang aku masak, untuk dibawah kekantor biar aku yang menyiapkannya." Ucapnya dengan senyum yang tulus pada mereka berdua.


Koki Agung" baik Non, aku akan menata makan untuk nyonya dan tuan." Balasnya dengan senyum juga.


Koki Rita" mau dong non, sepertinya masakan non enak-enak ni gak kala sama masakan kami. Makasih ya non, non mau berbaus sama kita." Ucapnya dengan rasa bahagia.

__ADS_1


Raina" aku bahagia banget kalo kalian juga mau makan masakan ku, tolong bersikan ya, aku mau siap-siap ke kantor mas Malvin. Mau makan siang bareng di kantornya."


Setelah Raina menyiapkan yang akan di bawa kenator, dia meninggalkan dapur, Raina membersihkan dirinya berdandang untuk suaminya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya.


Raina berangkat kekantor diantar supir. Sampai lobi kantor Raina menuju resepsionis bertanya dimana ruangan suaminya. Resepsionis menaruh curiga melihat Raina menanyakan ruangan CEO perusahaannya, mereka belum tau jika atasannya sudah menikah dan orang yang mereka curigai itu adalah istri dari Atasannya, yang mereka tau jika Atasannya mau menikah berapa minggu lagi.


Raina" permisi, ruangan Pak Malvin nya dilantai berapa." Raina bertanya pada reepsionis dengan sopan.


Tita" maaf apa nona sudah membuat janji dengan sekretaris Ivan." Jawabnya dengan sopan.


Raina" belum, apa saya harus membuat janji dulu untuk bertemu dengan suami saya" ucapnya dengan tersenyum.


Tita" maaf nona jika nona belum menbuat janji nona tidak bisa bertemu dengan Pak Malvin, dan satu lagi ya Nona jangan mengaku-ngaku sebagai Istri CEO kami, memang benar CEO kami sebentar lagi menikah, tapi tidak mungkin dengan nona, kalau lihat penampilaan Nona, mana mau CEO kami Suami Nona, sebaik nona pergi dari sini dari pada mencari ribut disini dan di seret paksa sama satpam."


Raina" sudah selesai bicaranya." Balas Raina dengan senyum manisnya.


Yuni" ada apa ni Tit, kok Ribut-ribut." Ucap Yuni ingin tau.


Yuni" (berbisik) Tit gimana kalo yang di bilang sama mbak itu benar, bisa gawat kita" ucap Yuni takut jika yang dikatakan Raina benar bisa terancam mereka di pecat dari pekerjaannya.


Raina melihat mereka berbisik-bisik membuatnya geram, tapi dia harus menahan emosinya itu bisa memicu keributan dan membuat malu suaminya.


Raina" mbak, apa kalian meragukan ucapan saya, jika kalian meragukan ucapan saya kalian boleh menanyakan langsung dengan Atasan kalian atau sama asisten dan sekretasisnya," Raina berbicara dengan tenang dan tersenyum.


Ucapan Raina membuar mereka sedikat takut, jika benar mereka dalam bahaya.


Yuni" baiklah mbak, mbak bisa menunggu di sana, saya mau menanyakan kepada Asisten Nino tentang kebenaran yang mbak katakan tadi." Ucapnya dengan gugup.


Belum sempat menelpon Nino, orang yang ingin ditelpon lewat, Raina melihat Nino lewat didepanya, Raina manggilnya untuk menghampirinya.

__ADS_1


Raina" Nino" panggil Raina"


Nino mendengar suaranya dipanggil tampa embel-embel pak di kantor mengerutkan keningnya menoleh ke arah sumber suara.


Nino" non Raina eh salah nyony Malvin Malhendra, tumben kesini, mau ketemu yayangnya ya," bercanda Nino didepan kedua resepsionis itu.


Kedua resepsionis itu mulai ketakutan karena mereka meragukan Raina dan juga menghina Raina karena penampilannya.


Raina" bisa aja kamu No, mas Malvin ada diruangannya, ini aku bawain makan siang untuk dia juga kalian bertiga." Raina balas candaan Nino.


Nino" ada, kenapa gak nelpon atau Whasapp dia aja." Tanya Nino.


Raina" HP aku ketinggalan, gak bisa menghubungi mas Malvin, oh iya No, tolong kamu jelaskan sama mereka kalo aku benar istri dari Atasannya." Mintnya meninta Nino memberi tau kepada kedua Resepsionis.


Nino" perkenalkan ini Istrinya dari CEO kita, karena ada berapa masalah jadi pernikahannya di majukan kemarin malam. Dan juga CEO kita belum memperkenalkan istrinya kepada bawahannya karena nantinjuga mereka tau waktu resepsi pernikahan mereka." Nino menjelaskan kepada kedua Resepsionis itu.


Yuni" maafkan kekilapan kami bu, kami tidak tau bahwa ibu benar istri dari Atasan kami, saya mohon sama ibu maafkan kami. Jangan pecat kami bu" mohonnya kepada Raina.


Raina" (senyum) gak papa, gak perlu takut, saya sudah maafin kesalahan kalian, saya cuma mau menberi kalian saran yang berguna untuk kalian, lain kali jangan menilai dari penampilan orang, benar apa tidaknya kalian informasikan dulu sama sekretaris atau asisten atasan kalain untuk mencari kebenarannya. Agar kalian bisa aman diperusahaan ini. Kalian beruntung bertemu dengan saya, jika orang lain mungkin kalian bis dipecat sekarang juga. Ingat pesan saya, itu juga untuk kebaikan kalian" Raina berkata dengan tenang dan sopan kepada mereka.


Tita dan Yuni" terima kasih bu atas kemurahan hati ibu, kami janji akan memperbaiki sikap kami kedepannya" jawab mereka berdua.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2