Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Kamu Milikku


__ADS_3

Obrolan mereka berhenti, Malvin meminta istrinya membersihkan dirinya, setelah itu dia juga ingin membersikan dirinya.


Selama Malvin membersikan diri Raina menyiapkan pakaian untuk suaminya, setelah itu dia menunggu suami duduk di sudut sisi ranjang kamar mereka.


Deg-degkan yang sedang Raina rsakan saat ini, apa dia siap melepaskan yang selama ini dia jaga dengan baik..? Tapi dia menjaganya memang untuk suaminya, rasa takut yang sedang menyelimutinya. Karena Raina pernah membawa di artikel saat melakukan hubungan intim dengan pasangannya untuk pertama kalinya akan terasa perih seperti terkenah sayatan silet di berih air jeruk nipis.


Membayangkan itu membuat Raina takut jika dia melakukan bersama suaminya, jika dia tidak memberi hak suaminya karena alasan masih belum siap, dia akan berdosa, karena itu lah hak suaminya atas dirinya.


Karena melamun Raina tidak menyaari jika Malvin sudah keluar dari kamar mandi. Malvin membawa pakaiannya ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaiannya. Karena sekarang statusnya berubah menjadi suami dan ada istrinya yang menunggun di kamar, Malvin berpikir Raina akan risi melihat dia berganti pakaian di dalam kamar, mulai saat ini Malvin membiasakan diri bergati di kamar mandi jika ada istrinya di dalam kamar mereka, tidak untuk saat istrinya di luar kamar mereka.


Malvin telah selesai berpakaian, Raina masih dengan lamunannya, karena Malhin menyadari istrinya melamun, ada terbesit untuk untuk menjahili istrinya.


Malvin menciun pipi kiri istrinya setelah itu memeluknya. Itu membuat Raina kaget.


Raina" aaahh (teriak histeris Raina karena kaget) kenapa kamu ada di sini..? Dan ini kenapa kamu memelukku kita belum muhrin kak.? Tanya Raina pada Malvin karena lupa kalau mereka sekarang sudah menikah.


Malvin" apa kamu lupa kita sudah menikah berapa jam yang lalu..? Tidak mungkin kamu lupa kan." Malvin bertanya sama Raina.


Raina terdiam dan memulikan ingatannya. Setelah dia sadar bahwa benar yang dikatakan oleh suaminy, dia menyembunyikan wajahnya di dada suaminya, wajahnya berubah mereh tomat malu pada suaminya.


Malvin malah menggoda istrinya yang sedang malu.


Malvin" sayang, malu ya sama mas, " ucap Malvin sambil melepas pelukan istrinya dan melihat wajah istrinya merah karena malu lupa kalau sekarang dia sudah menikah dan sekarang berada di kamar suaminya.


Raina" (mengankat wajah) iiih mas Malvin, udah tau istrinya malu pake ditanya lagi" jawab Raina cemberut.


Malvin" (tertawa) lucunya liat kamu kalo lagi cemberut gitu gemesin pengen cium tu bibirnya," goda Malvin.


Raina tersipu malu di goda oleh suaminya. Malvin bahagia bisa menggoda istrinya, dia menarik Raina dalam pelukannya.

__ADS_1


Malvin" sayang boleh mas mintah haknya mas" ucap Malvin menintah ijin kepada istrinya.


Raina" lakukanlah mas, itu hak mas, tapi sebelum itu kita solat sunah malam pengantin dulu agar anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solelah menjadi kebanggaan keluarga." Jawab Raina dan mengajak suaminya solat sunah malam pengantin.


Malvin" baiklah, oh iya kita belum solat isa, kita sholat isa dulu lanjat dengan sholat sunah 2 rekaat malam pengantin."


Mereka sholat isa berjamaah, setelah itu mereka melakukan sholat malam pengantin. Setelah mereka selesai sholat isa dan sholat malam pengantin, mereka merapikan alat sholat mereka.


Raina gugup dan deg-degan. Malvin mulai mendekat wajahnya ke wajah istrinya, Malvin mencium kening istrinya, beralih ke wajah, turun ke bibir, lalu mencium bibir istrinya.


Satu jam lamanya mereka melakukan hubungan suami istri, Malvin bahagia akhirnya dia memiliki Raina seutuhnya dan dia orang pertama untuk Raina. Raina juga bahagia karena telah memberikan hak suaminya dan melakukan sunah Rasul.


Malvin" makasih ya sayang, udah menjaganya selama ini, dan mas bahagia karena mas pria pertama kamu." Ucap Malvin bahagia.


Raina" iya mas, Ina juga bahagia udah menganya sebaik-bainya untuk suami Raina, karena mas suami aku, jadi itu hak mas,"


Malvin" makasih selaki lagi ya sayang, udah jagain untuk mas, sekarang kita bersihkan badan kita baru itu kita tidur, mau mandi duluan apa mandi bareng" Malvin menggoda Raina.


Malvin" iya iya, mas pakai baju dulu, mejam matanya mas mau pakai baju dulu" ujur malvin memintah istrinya pejamkan matanya.


Raina pejamkan matanya, saat Raina sudah mejamkan matanya Malvin mengambil baju yang dia pakai tadi setela itu menuju kamar mandi untuk membersian dirinya.


Selama suaminya membersihkan diri dikamar mandi, Raina mengambil bajunya tadi dia pakai untuk dipakai kembali sebelum suaminya keluar dari kamar mandi.


Tidak lama setelah Raina mengenakan pakaiannya, dengan susah paya Raina mengambil baju yang berserak, dan juga menahan perih dibagian bawahnya.


Malvin keluar menggunakan handuk karena lupa membawa baju gantinya, Raina melihat suami telanjang dada tersipu malu karena belum terbiasa dengan semua ini. Malvin hanya tersenyum melihat istrinya yang malu melihatnya hanya menggunakan handuk saat keluar kamar mandi. Muncul ide untuk menggoda istrinya, bagai candu baginya melihat istrinya tersipu malu karena digoda olehnya.


Malvin" sayang kenapa menundukkan kepalamu ?, bagian mana yang belum aku lihat, kamu sudah seutuhnya menjadi milikku dan aku seutuhnya menjadi milikmu, gak usah malu lagi." Gada Malvin pada Raina, sekerika wajah Raina merona karena godaannya.

__ADS_1


Raina" tapi aku masih malu, aku belum biasa mas, ini pengalaman pertama aku, pastinya aku jadi malu" jawabnya dengan mulut merucut.


Malvin mendekati istrinya, duduk di sampingnya.


Malvin" iya mas ngerti, tapi kamu harus terbiasa mulai sekarang, buruan mandi pakai air hangat, sudah mas siapkan untuk istri mas tercinta." Ucap Malvin sambil mengelus kepala istrinya, menyuruhnya buruan mandi karena angin malan tidak baik untuk kesehatan.


Kebahagian yang dirasakan Raina saat ini membuatnya bersyukur mendapatkan suami yang sangat pengertian, mengerti akan kondisi bahwa dirinya memang butuh berendam dengan air hangat untuk menghilangkan rasa perih yang dia rasaka dibagain bawahnya.


Raina berjalan dengan tertatih-tatih menahan perih membuat sang suami kasihan kepada istriny, jika bukan karena dirinya mungkin sang istri tidak akan tersiksa seperti itu.


Malvin ingin membantu mengatar istrinya ke kamar mandi tapi di tolak oleh Raina, dia masih bisa walau butuh waktu lama.


Raina merendamkan tubuhnya di bathtub dengan air hangat selama 10 menit sampai dia merasakan bagian bawahnya tidak sakit lagi, raina membilas badannya denga air shower. Raina keluar menggunakan kimono handuk, karena lupa membawa baju kedalam kamar mandi. Raina menganbil baju dalam kopernya dan segera membawa kemar mandi, dia masih merasa malu berganti pakaian di hadapan suaminya.


Setelah selesai Raina keluar dengan handuk kecil dikepala sambil menggosok rambutnya yang basih basah. Rasa cukup dengan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk Raina menuju meja hias untuk menyiris rambutnya, Raina merasa risih karena si perhatikan oleh suaminya dari dia keluar sampai di selesai menyisir rambutnya.


Raina mendekati suaminya yang dari tadi memperhatikan apa yang dia lakukan, hanya senyuman yang diberikan Malvin untuk dirinya.


Raina" kenapa senyum-senyum ?, apa yang menarik dari aku mas ?" Tanya penasaran melihat suaminya senyum-senyum dari tadi.


Malvin" tidak, mas hanya merasa ada yang beda saja, biasanya maskan tidur sendiri, tidak ada yang mas lihat kecuali isi kamar mas, tapi sekarang berbeda karena ada kamu yang bisa nenyejukan mata mas, makasih sayang sudah menjadi istri mas, kamu hanya milikku, untukku mas seorang."


Malvin menjelaskan apa yang dia rasakan sat ini.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,

__ADS_1


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


__ADS_2