
Liburan sekolah telah usai, akhirnya Raina bisa bersktivitas lagi di sekolah, dia merindukan suasa di sekolah, terutama sahabatnya, Raina jarang bertemu dengan sahabatnya karena setiap hari raina isi liburan sekolah dengan bekerja, cuma 2 kali dia bisa bermain dengan sahabatnya.
Raina pergi ke sekolah dengan semangat untuk bertemu kembali sama sahabatnya, dan guru, dia juga tidak sabar juga untuk belajar kembali.
Sampai di sekolah, langsung menuju kelasnya. dia sudah duduk di bangku sambil menunggu sahabatnya. Seraya Raina menunggu dia membuat puisi tentang yang dia rasakan.
Angin sampaikan salam rindu padanya.
setiap malam ku selalu bermimpi tentangnya
Merindukan kehangatan yang selalu
Dia berikan padaku
Tuhan salah kah bila aku merindukannya
dia yang jauh dariku
Kehilangannya membuat hati sakit
hilang sosok penuh kasih sayang.
Nenek aku rindu akan kehangatanmu.
aku rindu candamu, senyummu
aku akan selalu memdoakanmu.
Tanpa Raina sadari wajahnya sudah basah, air matanya mengalir begitu saja. kesedihan yang dirasakan saat neneknya menginggal masih membekas sampai saat ini.
Dari tadi ada sosok yang memerhatikan dari kejahuan dan ikut menangis, hatinya piluh melihat sahabatnya menangis, selama ini sahabanya selalu terlihat tegar, menutupi kesedihannya dengan senyumannya. Tapi hati ini berbeda.
Navia berjalan mendekati sahabatnya yang masih menangis, sampai di bangkunya di duduk dan langsung memeluk sahabatnya, mereka larut dalam kesedian. air mata mereka terus menetes tanpa henti.
Navia" Na gue janji, akan jadi sahabat yang baik biat lo, selalu ada buat lo, suka duka kita lewati bersama, walau nanti gue jauh dari lo, gue tetep menjadi sahabat lo, karna lo udah gue anggap saudara gue, gue gak mau lagi kehilangan orang yang gue sayang, batinnya.
__ADS_1
Raina" makasih ya allah, kau telah mengirim aku sahabat sebaik ini, selalu ada disaat aku membutukan sandaran untuk melepaskan semua kerinduan ku pada nenekku. jadikan kami sahabat yang saling menyayangi, saling mendukung, dan selalu ada dijalan mu. aamiin. batinnya
Tangisan mereka berhenti, murid-murid yang lain mulai berdatangan. Agar tidak mencurigakan mereka menunduk kepala mereka dam mengelap air mata di wajah mereka.
Hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar. hanya memberikan jadwal pelajaran dan membentuk jadwal piket. Setelah itu siawa/siswi di pulangkan karena ada rapat dadakan.
Semua siswa/siswi senang mendengar kalau ada rapat dadakan. Begitu pulah pada Raina dan Navia. Raina bisa bermain bersama adik-adiknya di panti, karena selama liburan raina jarang di panti.
Rania berpisah dengan sahabatnya di depan gerbang sekolah. Navia pulang di jemput supir, setelah Navia hilang dari pandangannya, baru Raina pulang ke panti dan meluangkan waktu bermain dengan anak-anak panti.
Raina" Assalamualaikum.
ibu Panti" Walaaikumsalam, udah pulang nak.
Raina" Iya bu, hari ini ada rapat dadakan di sekolah jadinya semua siswa di pulangkan. hari ini Raina udah izin ma bu Wanti gak kerja. mau main sama adik-adik bu. (jelasnya pada ibu panti) kan udah lama adik-adik gak main bareng Raian bu, kasihan mereka, setiap mau main, rainanya kelelahan habis pulang dari warung, syukur mereka mengerti dengan kondisi raina,
Bu Panti" Nak, sekarang kamu nggak usah kerja lagi, sebentar lagi mau persiapan ujian, alhamdulillah sekarang ada donatur yang setiap bulan ngirim uang untuk kebutuhan panti dan pendidikan kalian semua (kata ibu Panti menjelaskan bahwa sekarang mereka mendapatkan donatur)
Raina" Alhamdulillah bu, sekarang kita bisa menyekolahkan adik-adik. Bu, Raina boleh nanya gak bu, siapa yang jadi donatur kita. raina mau ngucapin makasih sama mereka, (tanya Raina penuh harap)
Raian" ayahnya navia bu, alhamdulillah dia mau jadi donatur bu, (katanya beryukur atas apa yang terima), dan apa isi amplopnya bu, uang ya bu. (tanyanya antusias ingin mengetahui apa isi dari amplop itu)
Ibu Panti" Isinya atm dan sepucuk surat. di sur... (ucapan Bu Panti dipotong oleh Raina)
Raina" Hah, cuma atm dan sama surat bu, (katanya tidak percaya) surat cinta yang terpendam kali bu (katanya sambil tertawa)
Bu Panti" Huus kamu ni, ada-ada aja, gak liat ni ibu udah kepala 4 (katanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dan tak habis pikir bisanya berkata begitu) kamu tu jangan dipotong dulu kalau ibu ngomong, kan belum selesai cerita nya. jangan sampai kebiasaan, gak baik kalo udah punya suami, itu gak sopan, ingan pesan ibu, (katanya menasehati Raina)
Raina" iya bu (katanya menahan tawa) maaf bu, Raina janji de (lirihnya sambil tangan membentuk huruf v)
Bu Panti" isi suratnya, uang didalam atm ada 50 juta, untuk kebutuhan panti dan pendidikan mereka, gunakan sebaik mungkin, tiap bulan akan saya transfer ke atm itu yang tertulis di suranya, tertanda M.M, mungkin itu nama donatur (jelasnya yang masih bingung siapa sosok misterius itu)
Raina" hah (mata melotot terkejut mendengar berapa nominal uang yang di donasikan kepada panti) yang bener tu bu, gak boongkan bu (katanya masih tidak percaya)
Bu Panti" bener lah, ibu udah cek sendiri di mesin atm. (katanya membenarkan isi atm)
__ADS_1
Raina masih belum yakin apa yang dia dengar, tapi tidak mungkin ibu panti berbohong. dia masih diliputi kegundahan dihatinya.
Siapa sosok misterius itu.....?
Apa ada tujuan dia menjadi donatur....?
kenapa dia tidak menuliskan namanya hanya ada inisial nama....?
Tuhan semoga dia tidak punya tujuan aneh-aneh. Itulah yang di otaknya sekarang.
Raina harus berpikiran positif, supaya dia merasa tenang.
Ibu panti" buruan ganti baju, tar kotor baju sekolahnya. udah tu samperin adek-adek mu tu, pasti mereka senang banget bisa main sama kamu. (menyuruh raina bergegas berganti pakaian)
Raina" (tersadar dari lamunanya, nyengir) iya bu, siap laksanakan. (lari kekamar)
sampai kamar langsung berganti pakaian, tidak lupa menggantung pakaian sekolahnya digantungan baju agar tetap rapi. selesai berganti baju raina menghampiri adik-adiknya.
Raina" (tersenyum bahagia akhirnya dia bisa main bareng adik-adiknya lagi dan mangil mereka satu persatu) iden, radit, kevin, revan dan andri (mereka asyik dengan dunia mereka masing-masing) kalian lagi apa ni. kakak manggil gak ada yang jawab si. gak mau ya main sama kakak lagi ni (pura-pura sedih) ya udah kakak pergi aja (sambungnya bangkit dari sana)
Raina ingin pergi dari sana berhenti langkah nya karena memeka memeluk raina.
Iden" maaf kak, (katanya mulai nangis) kami senang kakak ada waktu main sama kami. iya kan. (katanya pada Revan, Kevin, Radit dan Andri dan dijawab angukkan)
mereka menghabiskan hari ini bercanda, bermain dan menjahili satu sama lain.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
🤗🤗🤗
__ADS_1