Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Kesedihan Berujung Manis


__ADS_3

Semua orang di dalam ruangan itu terdiam, tidak ada yang berani bicara saat Mama Sofia marah, Raina mencoba mencairkan suasana.


Raina" Tan, maaf jika Ina lancang, mungkin adeek terlalu bahagia jadi dia seperti itu, adek minta maaf ya sama Mama mu, jangan diulang lagi ya dek, mbk ngerti kalo adek berharap mbk sama kakak mu cepat menikah, tapi semua itu butuh prosennya, kalo adek butuh teman adek bisa main ke kosan mbk ya, mau kan dek (berkata lembut sambil mengelus kepala Levi, semua orang di ruangan takjut dengan cara Raina membujuk dan menasehati dengan lembut penuh kasih sayang)


Levi" Ma, maafin adek Ma, adek terlalu senang jadi gak sopan dan lancang meminta mereka menikah secepatnya, adek salah Ma, maafin adek Ma, (Levi minta maaf dengan tulus, dia senang karena bisa merasakan di sayangi oleh kakak perempuan, bisa manja dan berbagi cerita tanpa ragu karena sesama wanita)


Hati Mama tersentuh, anak bungsunya dengan mudanya minta maaf dengan bujukan halus yang Raina lakukan, dia tau anak bungsunya paling susah untuk mengakui jika dia salah, minta maaf jika orang semua sudah mengabaikannya, Mama Sofia bahagia dengan ada Raina di tengah-tengah mereka bisa mencairkan ketegangan dengan caranya.


Mama Sofia" iya dek Mama maafin adek tapi jangan diulagi lagi ya, syukur Mbk Raina orangnya baik dan sayang sama adek, coba orang lain, adek akan jadi bahan oblorannnya dengan orang lain, kamu akan jadi malu di luar sana, orang akan bilang, anak orang terpandang tidak memiliki sopan santunnya sama tamunya. Adek ngerti sekarang kenapa Mama marah sama Adek,


Levi" iya Ma adek ngerti Ma, adek tidak akan mengulanginya lagi ma, adek sayang sama kalian, adek gak mau buat kalian malu karena tingkah laku adek.


Raina" syukurlah adek ngerti, mbk senang punya adek seperti mu.


Malvin" Na, kapan keluarga kakak melamar kamu jadi istri kakak dan menantu keluarga ini (ucapan Malvin membuat mereka semua menoleh arahnya)


Raina terdiam, dia tidak percaya Malvin secepat ini membahas perihal peresmian lamarannya, dia tidak bisa mau berkata apa, apa ini tidak terlalu cepat, itu lah yang di pikirkan saat ini.


Mama ikut bicara menanyakan kepastian pada anaknya, sudah siap dia untuk berumah tangga.


Mama Sofia" kak, kakak udah siap mau berumah tangga, pernikahan bukan untuk main-main lo kak (tanya Mama Sofia pada Malvin)

__ADS_1


Malvin" kakak tau Ma, pernikahan bukan untuk main-main, kakak dah siap lahir dan batin Ma, sekarang kakak tunggu jawaban Ina kapan kita bisa datang melamar dia pada keluarganya, Na kapan kami bisa lamar kamu untuk jadi istri aku.?


Deg


Jantung Raina berdetak kencang mendengar perkataan Malvin, untuk Raina pribadi pasti menerima pinangan Malvin, belum tentu keluarga dan sahabatnya.


Raina" (gugup) maaf, jika Raina pribadi menerima pinangan kakak, tapi.......


Kata Raina menggantung membuat mereka berpikir, apa ada yang mengganggu pikiran Raina.


Mama Sofia" tapi apa Mbk, (tanya Mama Sofia mewakili mereka semua bertanya pada Raina)


Raina" (wajahnya berubah sedih) apa kalian tidak keberatan jadikan Ina bagian keluarga kalian, (Raina bertanya paa mereka apa mereka tidak keberatan jika dia masuk dalam keluarga mereka)


Mama Sofia" mbk, maksud mbk apa, kami sama sekali tidak keberatan, dengan apapun status kamu, jadi apa yang membuat mu bersedih nak (kata Mama Sofia dengan nada lembutnya sambil mengelus kepala Raina)


Raina terharu dengan kehangatan yang dia dapatkan dari keluarga Malvin. Raina menatap mereka satu per satu dengan wajah sendu, dia berpikir ini waktu dia menceritakan semua kisah piluhnya terhadap calon keluarga, karena mereka menerima Raina dan tidak keberatan statusnya, jadi tidak ada yang harus di sembunyikan dari mereka semua.


Ina mulai mencerita kisah pilu tentang hidupnya, mereka semua kaget dan emosi kepada kedua orang tuanya, begitu kejam menganggap Raina dan adiknya sebagai beban.


Raina" alhamdulliah jika kalian tidak keberatan dengan status Ina, karena kalian menerima Ina ada apanya, aku akan cerita kisah piluh Ina yang ina simpan selama ini, kak Malvin pasti sudah tau Ina dan adik Ina tinggal di panti, tapi Ina belum cerita bagaimana Ina dan Raiden sampai tinggal di panti. (katanya bersyukur keluarga Malvin menerimanya apa adanya, Raina bertanya pada Malvin bahwa dia belum cerita bagaimana dia sampai tinggal di panti)

__ADS_1


Malvin" iya, kamu belum cerita perihal itu sana kakak (jawab Malvin)


Raina" baiklah, Ina akan cerita sekarang pada kalian sekarang, seberannya kami (Ina dan Raiden) adalah anak yang tidak diharapkan oleh orang tua kami, kami lahir di dunia ini semua karena nenek yang mengiginkan kami, jika tidak kami mungkin tidak ada, dan gak mungkin kita bisa bertemu, hiks hiks untung waktu itu ada nenek, jadi nenek lah yang merawat kami, dari kecil hingga sanpai nenek menghembuskan napas terhakhir, ibu dan ayah tak pernah memberi kami perhatian dan tanggung jawab sebagai orang tua, karena mereka menganggap kami sebagai bebannya, sekolah pun hiks hiks (katanya terhenti karena tidak tahan menahan tangisnya) nenek yang mencari biayanya, terbantu berkat beasiswa yang Ina dapatkan. Satu tahun setelah nenek meninggal ibu dan ayah mengusir kami tanpa memberi uang sepeser pun, setelah kami keluar dari rumah mereka menjual rumah warisan nenek untuk kami, dan menghilang entah kemana, Ina kasihan melihat Adik Ina yang masih kecil harus lutang lantung di jalan, mau makan saja Ina harus memcuci piring di warung makan, untung ibu itu baik hati, dia mau menolong kami. (tangis Raina pecah, dia tidak bisa menahannya lagi)


Mam Sofia, Papa Deri, levi dan Malvin ikut merasakan kepiluhan dan rasa sakitnya dianggap sebagai beban dan tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya, Mama Sofia dan Levi memeluk Raina, mereka ikut menangis.


Mama Sofia marah atas sikap kedua orang tuanya, dia meluapkan emosinya.


Mama Sofia" mereka tidak memiliki hati apa hah! (kata dengan nada tinggi) anak sebaik dan secantik ini dianggap beban, ya Allah jika aku menjadi mereka, aku sangat bersyukur dikarunia anak-anak yang baik dan pintar seperti mereka. Sunggu hati mereka terbuat dari batu. Nak anggap lah kami Mama dan Papa pengganti mereka, dan ibu dan ayah kalian, sekaligus ibu mertuamu. Nak ibu tidak menduga kisah hidupmu sepiluh ini nak, (lirinya menyekah air matanya)


Papa Deri" iya Nak, janggan menggap kami ini calon mertua mu tapi sebagai orang tua mu, jangan sungkat dengan kami. Papa sebagai ayah sangat marah denga sikap kedua orang tua mu Nak, sekarang kebahagianmu adalah kebahagian kita semua, juga kesedian mu Nak (ucap Papa Deri pada Raina)


Raina merasa bahagia sekaligus menangis haru, mendapat keluarga baru yang menyanyanginya lebih dari orang tua kandungnya.


Raina" nek Raina bahagia sekarang nek, raina mendapat kan keluarga baru, dan calon suami yang menyayangi Raina nek, nenek bisa tenang di sana sekarang, Raina dan Raiden bisa hidup seperti keuarga yang lain nek. Nek Raina rindu nenek. Gumannya dalam hati.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,

__ADS_1


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗


__ADS_2