Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Sarapan Bersama Keluarga Baru


__ADS_3

Rona bahagia terihat jelas di wajah Malvin dan Raina, semua yang melihatnya tau bahwa dia sedang bahagia. Semua orang ikut dapat imbas dari apa yang sedang di rasakannya. Kebahagian di keluarga Malvin bertambah semenjak Raina hadir ditengah tengah mereka.


"pagi semuanya" sapa Malvin dan Raina.


Mama Sofia" pagi kak, pagi mbak" balas sapa Mama Sofia.


Papa Deri" pagi juga kak, mbak, ayo kita sarapan bersama, sepertinya sarapan ini sangat lezat, Papa udah gak sabar nyobaiinya." Sapa Papa yang tidak sabar ingin mencoba sarapan yang terlihat lezat.


Levi" pagi kak, pagi mbak, benar kata Papa kayanya lezat banget sarapannya, gak sabar pengen coba"


Malvin dan Raina duduk dan ikut makan bersama, Raina bahagia melihat sarapan yang dia masak disukai oleh mereka semua. Raina mengambil sarapan untuk suaminya, setelah itu baru mengambi sarapan untuk dirinya. Mereka makan dengan tenang.


Papa Deri mencoba sarapan yang ada di piringnya, saat makanan itu masuk dalam mulutnya, dia merakan ada yang beda, ini sangat lezat.


Papa Deri" heem lezat, baru kali ini Papa makan nasi goreng se lezat ini, bii" Papa Deri manggil bibi.


Mama" ada apa si Pa..? manggil Bibi,"


Papa Deri" ini Ma, Papa mau nanya sama bibi, siapa yang nyiapin sarapan untuk kita, apa dia tau koki..? Kok hari ini sarapannya lezat bangat beda dari sebelumnya." Papa Deri menjelaskan kenapa dia memanggil bibi.


Malvin senyum karena dia tau siapa yang menyiapkan sarapan hari ini, Raina ingin memberi tau ke semua bahwa dia yang masak sarapan hari tapi di cegah oleh suaminya.


Bibi yang mendengar dia dipanggal segera menemui majikannya.


Bibi" ya tuan ada apa..?" Tanya bibi pembantu dirumah Malvin.

__ADS_1


Papa Deri" bibi, aku mau tanya sama bibi, siapa yang masak sarapan hari,"


Bibi" oh yang masak sarapan hari ini bukan bibi tuan, juga bukan Koki." Jawab Bibi.


Papa Deri" jadi siapa bi, kalo bukan kalian yang masak sarapan hari ini" tanya Papa deri pada Bibi.


Bibi" menantu tuan, nyonya muda tuan, tadi pas bibi habis jemur pakaian liat nyonya muda lagi buat sarapan di bantu sama koki juga" jelas bibi kesemuanya.


Semua orang mengalih pandangannya ke Raina meminta jawaban dari Raina.


Raina" benar Pa kalo Mbak yang nyiapin sarapan hari ini, alhamdulillah kalian suka sama masakan yang mbak masak"


Ucap Raina dengan senyum.


Raina" gak capek kok Ma, Mbak malah senang masakin sarapan untuk kalian, mbak juga mau masakin suami mbak, agar dia betah makan dirumah, kita bisa makan bersama seperti saat ini. Boloh ya ma kalo mbak yang masak untuk sarapan, makan siang dan juga untuk makan malam kita"


Mama Sofia" sayang, itu bukan tugas kamu, kamu disini bukan untuk masak untuk kita semua. Kamu itu menantu Mama bukan pembantuh Di rumah ini"


Raina" Ma, mbak tau kalo mbak ini menantu di rumah ini, tapi Ma, Masak untuk kalian itu kebahagian bagi mbak, mbak ingat pesan nenek mbak, 'jadilah menantu baik untuk keluarga suamimu, masak untuk mereka, beri mereka kehangatan di meja makan dengan masakan yang kamu masak, jadi kamu harus pintar masak biar gak maluin suamimu dan agar suami betah dirumah' itu pesan nenek mbak, karena itu lah mbak mau makak untuk kita semua, itu juga tugas seorang istri," jelasnya.


Mereka bangga memiliki menantu seperti Raina, berbeda dengan anak yang lainya, di usianya bisanya hanya shoping, jalan-jalan keluar kota, jangan disuruh masak kedapur saja tidak mau, takut kotor, merusak kukunya, tangan jadi kasar banyak alasan ini itu lah yeng menbuatnya tidak mau ke dapur. Levi ingim berajar masak dengan kakak iparnya, dia ingan menjadi seperti kakak


Mama Sofia" terima kasih Ya Allah engkau memberikan kami menantu yang sangat baik, penyayang, pengertian, solehah dan juga pintar masak, kehangatan yang diberinya membuat kami bahagia. Mama akan selalu menjaga kamu mbak, Mama bahagia kamu menjadi menantu Mama. Batin Mama Sofia.


Papa Deri" bahagia rasanya memiliki menantu yang bisa memberi kebahagian untuk keluarganya, penyayang dan baik. Kakak tidak salah mencari istri, pintar menyenangkan keluarganya juga pintar masak. Batin Papa Deri.

__ADS_1


Levi" aku mau belajar masak sama mbak Ina, biar tar kalo udah nikah nanti bisa masakin suami aku nanti. Bisa nyenangin mertua aku nanti, hus-hus kenapa pikiran aku kesana, sekolah aja belum selesai udah mikir kesana. Udah ah lanjut makan lagi, enak banget sarapan masakan mbak Ina. Guman Levi dalam hatinya.


Mereka melanjutkan sarapan dengan nikmat. Selesai sarapan bersama pagi ini mereka melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Papa Deri dan Mama Sofia mereka keluar ada urasan yang harus mereka selesaikan, Levi berangkat ke sekolah di antar supir, tinggal Malvin yang belum berangkat, dia berangkat nunggu adik dan orang tuanya berangkat. Setelah orang tuanya berangkat barulah Malvin pamit sama istrinya.


Malvin" sayang mas kekantor ya, nanti siang mas pulang kita makan siang bareng," pamit Malvin sama istrinya.


Raina" iya mas hati-hati di jalan ya (menciun tangan suaminya) gak usah pulang biar nanti aku aja kekantor mas kita makan siang bareng, juga ajak sahabat mas ya. " ucap Raina menberi tau suaminya agar tidak repor pulang kerumah untuk makan siang.


Malvin" sayang, kamu gak ada jam kuliah siang ini, sayang. Mas gak repot kok pulang mas kan mau liat istri mas ini." Ucap Malvin dengan lembut dan mengelus pipi istriny.


Raina" gak ada jadwal untuk hari mas, udah mas nanti telat lo ke kantor, mas harus beri contoh yang baik dong sama karyawannya, udah sana berangkat,"


Akhirnya Malvin berangkat kekantor dengat berat hati, tapi sebelum berangkat Malvin menyempatkan mencium kening dan pipi istrinya.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2