Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Jangan Kira Kalah, Tapi Mengalah


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, ujian semester 1 minggu lagi, semua murid menyiapkan diri mereka untuk menhadapi ujian semester, tidak terkecuali Raina dan Navia, mereka mengisi waktu istirahat dengan mengulang pelajaran kembali supaya mereka bisa menjawab jika ada pertanyaan mengenai apa yang guru ajarkan, dan belajar sendiri pelajaran yang belum diajari oleh guru, jika ada pertanyaan jebakan.


Navia" na, bosan belajar terus, sekali² ke kantin, tar aku yang teraktir (bujuk Navia dengan gaya anak kecil membujuk kedua orang tuanya)


Raina yang tidak mampu menolak melihat sahabatnya bertingka lucu, seperti anak kecil. sambil menahan ketawanya Raina mengangguk menandakan bahwa dia mau.


Navia merasa gembira karena berhasil mengajak sahabatnya ke kantin, dia tau selaam sekolah disini Raina tidak pernah ke kantin, alasan tetap sama karena tidak ada uang jajan, memang benar. Tanpa Navia sadari akibat ulahnya dia mendapat masalah, sebenarnya bukan dia mencari masalah tapi teman sekelasnya yang cari gara², yang selama ini iri kepada Raina, dan juga iri melihat persahabatan mereka.


Tania" berisik tau, kayak anak kecil aja. (ucap nya dengan ketus) jangan di sini. (menandang dengan wajah sinis)


Navia" sewot banget si loe, serah² gue (jawab balik ketus) emang ni sekolah punya nenek moyong lo, dan ini jam ga jam istirahat, (membung muka)


Tania" nyolot lagi, loe kira sekolah ini punya nenek moyang loe juga hah (jawabnya yang tak terima jika ada yang berani sama dia) apa hebatnya sahabat lo, cuma anak panti, miskin, gak level sama gue, lo sama aja ma dia, walau lo anak nak orang berada, karena lo sahabat ma dia, level lo turun. temenan sama rakyat jelata, gue ada lagu buar lo rakyat jelata.


jangan dekat-dekat dengan ku


Karena kamu bukan levelku


kita beda kasta, beda segalanya


Tak sudi berteman sama rakyat jelata


Mendingan lo semua ke laut aja


Lihatlah aduhai, hatiku pun keren badai


gak seperti lo semua kamseupay


na itu pas buat lo berdua (ucapnya dengan senyum kemenangan sudah puas merendahkan mereka berdua)


Karena selama ini tidak ada yang berani melawan atau balas membentak dia, dia kira selama ini Navia itu lemah karena tidak pernah membalas perbuaannya. Tapi itu bukan kalah atau lemah, tapi mengalah malas cari masalah, berbeda saat sekarang yang dihina atau diganggu bukan dia melainkan sahabatnya, tidak terima sahabatnya di ganggu Navia ingin membalasnya.


Navia" serah loe mau ngomong apa (mengalah demi terhindar dari masalah) gue ngalah aja, yuk nak kita tinggalin dia, gak usah di denger omongan mak lampir, (membalas mengejek Tania dengan sebutan Nenek Lampir, tapi langkah merake dihentikan oleh Tania karena tidak terima di sebut Nenek Lampir oleh Navia)


Tania" berani lo ya ma gue, semenjak loe kenal sama anak panti n miskin tu, loe makin berani ya, dasar anak panti, orang tua aja gak jelas

__ADS_1


loe gak cocok sekolah disini, loe cocok sekolah sesama anak orang miskin, bisa di bilang sekolah untuk kelas bawah (katanya menghina dengan menekan kata anak panti)


Tania yang tidak tahu kebenaran yang pasti, menghina semaunya kepada Raina. Raina tidak menghiraukan apa yang dilontarkan oleh Tania, baginya sekolah bukan cari musuh tapi cari ilmu.


Berbeda sama Navia tidak terima. dia ingin membalas Tania, tapi dihalangi oleh Raina, dia tidak mau Navia terlibat dalam masalah.


Navia" Tania, kalau ngomong tu saring dulu, jangan asal ngomong aja (katanya dengan menahan amarahnya)


Tania" ala, nyatanya benarkan


Navia" loe gak (ucapan nya tepotong oleh Raina supaya tidak terjadi keributan yang berakhir hukuman)


Raina" cukup Via, gak usah diperpanjang, loe mau kita gak ikut ujian, dan nilai kita merah semua hah (ucapnya kesal pada sahabatnya terancing emosi) biarkan aja dia mau ngomong apapun itu, aku gak masalah (jelasnya pada sahabat seraya menenagkannya) dan ingan Tania sebentar lagi mau ujian, apa kamu mau tidak ikut ujian, da membuat keluarga mu malu. (lanjutnya)


Tania" Baiklah (lirihnya meninggalkan Navia yang sudah tenang)


Navia bangga bisa bersahabat dengan Raina, baik hati, pintar, cantik, dan bijaksana. Tapi Navia bingun kenapa Raina selalu saja diam dan tidak membalas setiap orang menghina dirinya.


Navia" Na, gue bingung sama lo, lo gak pernah balas balik mereka, saat orang menghina lo, gue sahabat lo aja gak bisa terima kalau lo dihina (ucapnya seraya mencari jawaban dari sahabatnya) tapi lo, sih


Raina" Via, bukan gak mau balas, tapi tujuan utama sekolah apa, (tanyanya menatap sahabatnya dengan wajah seirus) cari ilmu untuk masa depan, dan cari teman untuk berbagi suka cita kehidupan, dan untuk cerita kepada anak dan cucu kita nanti, tapi itu bukan kalah tapi mengalah, pasti ada saatnya kita bertindak jika sudah kelewatan batas, paham (jelasnya Raina, navia mengangguk mengerti dengan semau penjelasan Raina)


Navia" Paham Na, (jawabnya) yuk kita ke kantin tar keburu habis waktu istirahatnya (mengajak Raina ke kantin niat awalnya yang tertunda karena tania mengganggu mereka)


Mereka pergi ke kantin, membeli makanan untuk mengisi perut mereka yang sudah lapar. 15 menit kemudian Raina mengajak sahabatnya untuk solat zuhur di musola. setelah selesai solat mereka kembali ke kelas, namun guru telah tiba di kelas 5 menit sebelumnya. Guru bertanya pada mereka darimana kalian? kenapa bisa telat masuk? mereka menjawab dari musolah bu, habis solat zuhur. karena jawaban mereka masuk akal, guru memakluminya. pelajaran bisa guru mulai kembali karena terganggu pada kedatangan mereka. Sekolah haru ini berjalan seperti biasa.


Mereka berpisah di gerbang sekolah, Raina pulang dengan wajah bahagia, karena untuk waktu ke depan tidak ada yang akan mengusiknya, karena mereka sibuk semua.


diperjalan raina berjalan sambil bernyanyi lagu Kehilangan Romah Irama,


Kalau sudah tiada baru terasa


Bahwa kehadirannya sungguh berharga


Sungguh berat aku rasa, kehilangan dia

__ADS_1


Sungguh berat aku rasa, hidup tanpa dia


Kalau sudah tiada baru terasa


Bahwa kehadiran nya sungguh berharga


Ku tau rumus dunia


Semua harus terpisah


Tapi aku mohon tangguhkan


Tangguhkanlah


Bukan Aku mengingkari


Apa yang sudah terjadi


tetapi ku mohon


kuatkan lah, kuatkan lah.


Raina menangis menyanyikan lagu ini, karena dia begitu kehilangan sosok nenek yang sangat dia sayangi, semenjak neneknya meninggal, setahun dia dan adiknya tidak mendapatkan kasih sayang.


Raina beruntung dan bersyukur karena bisa mendapatkan kasih sayang yang hangat dan perhatian seperti neneknya dari ibu panti yang dia anggap ibunya sendiri,


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2