Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Terimakasih Dengan Adanya Kalian Membuatku Tenang


__ADS_3

Di kediaman Malhendra


Tidak seperti biasanya, malam ini Mama Sofia dan Papa Deri tidak bisa tidur cepat, tidak tau apa yang membuat mereka sulit untuk memejamkan mata. Saat Papa Deri sedang mengobrol dengan istrinya HP berbunyi, heran kenapa jam begini ada yang mengganggu waktu istirahatnya kecuali hal yang penting.


Mama Sofia" pa, sepertinya HP Papa bunyi tu, cek Pa, mungkin ada hal penting, biasanya kalo dihubungi jam segini itu ada hal yang penting" ujur Mama.


Papa Deri" ntah lah Ma, Papa cek dulu mungkin benar yang Mama katakan (mengambil HP di samping lampu tidur)


📞Papa Deri' assalamualaikum Van, ada apa Van, nelpon Om malam-malam....?


Ivan" waalaikumsalam Om, maaf Om ganggu istirahat Om, Boss Malvin nyuruh hubungi Om dan mintah Om dan Tante datang ke kekosan Non Raina Om"


📞Papa Deri' emang ada apa Van, ada masalah dengan Raina....?"


Ivan" maaf Om Ivan gak bisa jelasin di telpon, karna Ivan belum tau pasti ceritanya Om, secepatnya kesini ya Om, kasihan Non Raina terlihat sangat ketakutan terhadap yang menimpahnya Om, mungkin Tante bisa temanin Non Raina"


📞Papa Deri' baiklah Van, kami segera kesana, makasih udah hubungi Om, assalamualaikum."


Ivan" waalaikumsalam."


Telpon mereka terputus.


Mama Sofia yang tidak tau apa yang sedang dibicarakan Suaminya ditelpon membuatnya penasaran, karena melihat perubahan wajah suaminya.


Mama Sofia" ada apa Pa...?" Tanya Mama Sofia.


Papa Deri" Ma cepat ganti pakaian, kita di minta Malvin ke tempat Raina segera, sepertinya Raina lagi dalam bahaya, sampai membuatnya ketakutan"


Mama Sofia" apaaaa Pa..? " Teriak Mama Sofia kaget.

__ADS_1


Papa Deri" Ma, Papa juga gak tau Ma, pirasat Papa kalo Raina dalam bahaya,"


Mama Sofia" ya allah semoga aja Raina tidak terjadi apa apa , Mama merasakan hal sama, apa hal itu terulang lagi. Ntahlah"


Papa Deri" Ma jangan-jangan benar. Ya Allah kasihan dia, jika hal itu terjadi lagi. Mendengar cerita dari kakak saat dia di ancam waktu itu aja dia sangat tersiksa dan hatinya hancur harus berkorban demi orang yang dia sayangi. Papa gak bisa banyangi itu terjadi lagi, "


Mama Sofia" iya Pa, Mama aja gak sanggup bayanginya, kalo dugaan kita benar, begitu beratnya ujian mereka untuk bersatu, semoga hal yang kita takuti tidak terjadi, Aamiiin" ucap Mama Sofia sedih membayangkan jika Raina mengalami hal yang pernah dia alami dulu.


Papa Deri" Aamiiin Ma, yo Ma kira ganti baju dan cepat ke sana"


Papa Deri mengakhiri obrolannya dengan istrinya, bergegas berganti pakaian. Setelah mereka menggantikan pakaian, mereka keluar kamar tidak sengaja berpapasan dengan anak bungsu mereka.


Karena heran melihat orang tuanya yang biasa sudah tidur jam segini, tapi mereka terlihat lagi tergesa-gesa, Levi bertanya kepada orang tuanya kenapa malam-malam mereka keluar rumah.


Levi" Ma, Pa kok belum tidur, dan ini sepertinya mau keluar, tergesa-gesa lagi, ada apa ini..? jangan ada yang ditutup-tutupi dari adek Ma, kalian ini mau kemana" cercah Levi dengan pertanyan-pertanyan kepada kedua orang tuanya.


Mama Sofia" kami gak bisa jelasin sekarang dek, buruan ganti pakaian mu jika ingin mengetahuinya, kami tunggu di mobil" jawab Mama.


Orang tuanya berjalan ke arah garasi, Levi menuju kamarnya untuk berganti pakaian, di otaknya banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus di cari jawabannya.


Selah berganti pakaian, Levi menyusul kedua orang tuanya ke dalam Mobil yang sudah menunggu dirinya. Mereka langsung bergegas ke tempat tujuan.


Sampai di sana mereka langsung keluar dari mobil menuju Malvin untuk mencari tau apa yang sebenarnya yang terjadi.


Setelah mereka duduk di dekat Malvin, Papa Deri memintah Malvin bercerita bagaimana kejadian ini menimpah Raina dan membuatnya sangat ketakutan.


Papa Deri" kak, coba kakak ceritakan apa yang sebenarnya menimpah Raina. Kami dari tadi merasakan firasat yang gak enak tengtang Raina kak" pintah Papa Deri pada Malvin.


Malvin" pirasat kalian gak salah, Raina mendapat teror dan ancaman lagi Ma, Pa. Kakak gak tau kenapa ini terulang lagi sama dia, kakak juga sangan terpukul Ma liat dia sampai ketakutan seperti itu, ingin kakak meluknya untuk memberi ketengan tapi kakak gak bisa karna masih terhalang Ma, Pa." Ucapnya sedih bercerita kepada orang tua dan adiknya tentang yang memimpah Calon istrinya, dan yang membuatnya Frustasi dia tidak bisa berada didekatnya saat dia ketakutan seperti saat ini.

__ADS_1


Mama Sofia" Ya Allah, benar Pa apa yang kita pikirkan, Mama gak bisa bayangkan di posisi Raina saat ini, pasti sangat ketakutan dan hancur hatinya, ini terjadi lagi. Mama mau kesana dulu, mau nemui Raina, pasti di butuh orang-orang terdekatnya untuk membuatnya aman, dek ayo kita ke mbak Raina." Kata Mama Sofia yang menghapus air matanya, dia tidak bisa menahan air matanya, harinya ikut sedih apa yang sedang menimpah calon menantunya.


Levi kaget dan merasa sakit hatinya mendengar cerita dari kakaknya, jika kakak iparnya dapat ancaman lagi, mungkin dia belum tau ancaman seperti apa, tapi hatinya sedih karena ancaman itu membuat kakak iparnya sampai ketakutan para.


Levi" ayo Ma, mbak Raina mungkin butuh kita disana, mungkin saat ini dia mulai tenang kan ada sahabatnya yang temaninya, dengan ada kita dia lebih merasa aman." Ajak Levi ke Mamanya untuk menemui Raina kakak Iparnya.


Di dalam Kosan Raian


Raina lagi vidio call dengan Desi dan Navia, karena mereka kuliah di luar negri. Saat Raina mulai tenang Anggun menghubungi Navia dan Desi, dia menceritakan apa yang sedang terjadi pada Raina saat ini.


Navia dan Desi ikut terpukur atas apa yang memimpah sahabatnya, mereka tidak bisa menahan air mata mereka, mereka juga bertanya-tanya mengapa ini terulang kembali paa sahabatnya.


Saat mereka sudah tenang dan masih vidio Call Mama Sofia dan Levi masuk langsung meluk calon menatu dan kakak iparnya.


Mama Sofia" sayang, apa kamu masih ketakutan nak, Mama sangat sedih liat kamu seperti ini, pantasan malam ini Mama dan Papa gak bisa tidur, ternyata ini yang terjadi, nak mungkin kamu cuma menantu Mama, tapi Mama sayang banget sama kamu, Mama nganggap kamu seperi anak Mama sendiri." Lirihnya menangis melihat apa yang memimpah calon menantunya.


Levi" mbak, jangan sedih lagi ya dan takut ada kita yang selalu ada buat mbak, sahabat-sahabat mbak juga ada disini, adek ikut sedih juga liat mbak gini, apa lagi Kakak, pasti dia sangat frustasi banget liat mbak. Mungkin dia ingin sekali meluk mbak saat ini, tapi dia gak bisa, mbak harus kuat untuk kita dan untuk mbak dan kak Malvin. Adek sayang banget sama mbak" ucapnya menahan tangisnya, dia tidak bisa banyangi bagaimana perasaan kakaknya saat ini, pasti sangat marah sekali pada orang yang telah membuat calon istrinya terpuruk begini.


Raina bahagia, karena calon mertuan dan adik iparnya ada didekatnya. Memang yang dia butuhkan saat ini orang-orang terdekatnya, walau ibu angkat dan adik-adiknya tidak ada didekatnya saat ini, tapi dia masih bersyukur ada mereka yang membuatnya lebih aman dan tidak lagi ketakutan.


Raian" aku gak boleh berburuk sangkah atas apa yang terjadi padaku saat ini, mungkin ini ujian cinta kami berdua, terima kasih kalian ada saat aku terpuruk, nek, doain Ina ya nek, semoga Ina mampu menjalani semua cobaan yang Allah berikan ke Ina. Nek ina bahagia, karena calon mertua dan adik ipar Ina datang, mereka perhatian banget sama Ina nek, mereka sayang sama Ina nek, Ina bersykur banyak yang sayang sama Ina, nenek bahagia ya disana. Batin Raina.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2