
Setelah selesai makan malam mereka berpencar, karena Anggun satu Kosan dengan Raina, terpaksa Anggun naik mobil Malvin, dan pak Beni pulang ke Kediaman majikannya bareng Ivan dan yang lainnya.
Di perjalanan Levi banyak bertanya dengan sahabat kakak iparnya.
Levi" kak Anggun, Levi boleh banya gak" tanya Levi.
Anggun" boleh lah emang mau nanya apa si Lev"
Levi" Levi dengar kalian sahabat udah lama tu, emangnya dari kapan kak" tanya Levi.
Anggun" iya udah cukup lama, udah masuk lima tahun, dari MOS saaat SMA, kenapa nanya gitu Lev" jawab Anggun dan balik nanya ke Levi alasan dia bertanya tentang itu.
Levi" Levi salut aja sama persahabat kalian, saling mendukung, dan selalu ada di saat di butuhkan, dan juga mengajak yang lain berbuat kebaikan" jawabnya sedih dengan tatapan sendu.
Raina melihat tatapan dan jawaban adiknya, bertanya kepada Levi.
Raina" ada apa hem, coba cerita sama mbak, mungkin mbak bisa cari solusinya" tanya Raian.
Levi" adek pernah kecewaiin oleh teman adek, mereka cuma berteman karena levi anak orang kaya, sebelum Levi tau sifat mereka, Levi senang aja bandar mereka, pas waktu Levi gak sengaja ketoilet, mereka juga ada di toilet, karena gak tau Levi di disana, mereka dengan leluasa ngomong di belakan Levi, mereka bilang, Levi gak gaul, kalo di ajak jalan selalu nolak, di kenalin ma anak cowo Levi selalu ngomong belum waktunya, karena Levi Atm berjalan mereka, mereka masih mau berteman sama Levi" jawabnya sendu.
Raina" setelah tau sifat dan watak mereka apa Levi masih berteman sama mereka.....?" tanya Riana.
Levi" masih mbak, tapi kalo ketemu mereka Levi selalu cari alasan agar gak tertipu mereka lagi, dan membuat mereka tidak merasa curiga, Levi suka bawak bekal dari Rumah, dan uang jajan seperlunya aja" jawabnya.
Raina" bagus banget tu dek, dengan begitu adek dapat pelajaran yang berharga, berhati-hati dalam berteman, tapi jangan membencinya atau memusuhinya, adek juga sehat, karena adek makan dari Rumah, satu lagi adek bisa hidup hemat"
Tidak terasa mereka sampai di depan Kosan Raina dan Anggun. Setelah Raina dan Anggun turun dan berpamitan Malvin langsung melajukan Mobilnya ke arah Rumah mereka.
Sampai di kosan Anggun dan Raina langsung memisakan pakaian kotor dan bersih mereka dari Panti, selesai dengan memisakan pakaian kotor, mereka bergantian membersihkan diri mereka. Setelah selesai membersihkan diri, mereka rebahan di kasur untuk melepaskan penat dari perjalanan sambil mengobrol sampai kantuk mereka datang.
Anggun" beruntung Lo Na, dapat calon suami yang sempurna, udah kaya, cakep dan orangnya baik pula, kapan gue dapet calon laki kayak calon laki Lo Na" ucapnya sambil senyum-senyum sambil membayangkan dirinya di posisi Raina.
Raina melihat Anggun yang senyum-senyum sendiri, mengerut keningnya.
Raina" ada apa dengan Anggun, kok senyum-senyum kerjaannya. Apa dia lagi ngehalu ya, tadi kan dia ngomong, kapan dia punya calon Laki kayak calon laki aku, eh aku mulai tertular gaya ngomong Anggun ni, bahasa gaul katanya, iya pa. Ada-ada aja" gumannya di hati.
Raina masih memperhatikan Anggun yang ngelahu, senyum, kadang ketawa, dan nangis. Karena merasa aneh melihat Anggun, Raina menyadarkan sahabatnya dari lamunannya.
__ADS_1
Raina" Gun, Gun ngucap Gun" katanya sambil menggoyangkan badan Anggun.
Anggun masih dunianya, belum sadar saat Raina menggoyangkan badannya, tidak putus asa Raina menggoyangkan kembali badan sahabatnya, tapi masih belum berhasil, Raina terpaksa menggunakan kekerasan pada temannya, agar tersadar dari lamunannya.
Raina" Angguuuuuun" teriak Raina di telingah sahabatnya.
Karena merasa telingahnya sakit saat Raina teriak memanggil namany, Anggun balik teriak karena tidak tau kenapa sahabatnya berteriak manggil namanya, dia kira karena iseng Raina saja.
Anggun" Na, telingah gue bisa jadi budek kalo Lo teriak di telingah gue" teriak balik Anggun.
Raina" Kamu si, udah 2 kali aku panggil kamu, aku goyang-goyang badan kamu, gak juga ngerespon, karena udah gak ada cara lain lagi, ya udah aku teriak aja di telingah, hehe"
Anggun" gitu ya, maaf de" ucap maaf Anggun kepada Raina.
Raina" iya aku maafin kamu, apa si yang kamu lamunin si, apa jangan-jangan......." kata Raina menggantung.
Anggun" jangan-jangan apa si Na, jangan ngaco de Na"
Raina" hehe, kamu si ngelamun aja, apa kamu lagi ngehalu ya, punya cowok keren tajir melintir gak habis 7 keturunan ya" kekeh Raina liat ulah sahabatnya.
Anggun" hahaha tau aja Lo Na, gue kan pengen kayak Lo, tambah lagi keluarga calon laki Lo baik-baik lagi, gimana gak ngiri hati adinda, siapalah yang akan jadi kakanda di hati adinda, hay kanda dimana dirimu berada" lebay Anggun.
Anggun yang dengat apa yang dikatakan Raina agak merinding.
Anggun" Na, kok ngomong gitu si, merinding aku, masa kanda nya makluk halus si, jangan gitu Na"
Raina" maaf, maaf ya Gun. Udah ah ngobrol aja, aku udah ngantuk ni. Besok mau kuliah ma kerja, jadinya sekarang waktu istirahat, bocan" maaf Raina pada Anggun.
Mereka mengakhiri obrolan mereka, karena mata mereka tinggal 5 wath, alias ngantuk banget.
Keesokan pagi, mereka bagun saat azan Subuh berkumandan, mereka mandi bergantian dan juga solat bergantian.
Saat mereka membuka pintu kosan mereka ada paket yang nyasar ke kosan mereka, karena merasa tidak merasa memesan barang, mereka tidak menghiraukan keberadaan barang itu, mereka berpikirn punya kamar sebelah, dan juga tidak ada nama penerima.
Hari ini kuliah mereka sangat lancar, karena tidak ada jadwal lagi mereka bergegas ke KF tempat mereka bekerja. Mungkin Raina tidak dibolehin Malvin kerja lagi setelah menikah nanti, karena setelah menikah tanggun jawab Raina beralih ke Malvin sebagai suami Raina.
Tidak seperti saat kuliah, mereka lancar tanpah ada gangguan sama sekali, di KF mereka mendapat pelanggannyang aneh, gimana gak dibilang aneh si, mau dilayani sama pemiliknya langsung, dan gaya pakaiannya nyentrik banget dan gaya ngomongnya di buat-buat.
__ADS_1
Semua karyawan di buat kesal karenanya. Karena pemilik KF lagi pergi, Raina mencoba untuk melayaninya dengan baik.
Raina" maaf mbk, mau pesan apa, maaf pemilik KFnya lagi tidak ada di tempat" alus Raina berbicara kepada pelanggannya.
Sela" gue gak mau tau, kalo gak sama pemilik KF gua gak mau pesan apapun titik" ucapnya nolak layanan Raina.
Raina masih sabar menghadapi Sela yang tidak mau ngerti jika tidak ada pemiliknya bisa dengan pegawainya.
Raina" mbak. Berapa kali mau di sampaikan, kalau pemiliknya lagi pergi. Bagaimana dengan saya saja, saya siap melayani mbak nya" ucap Raina sopan.
Sela" gue juga berapa kali ngomong, kalo gak ada bos kalian gue gak mau pesan" tekannya.
Anggun dan yang lain sudah kehilangan kesabaran menghadapi sela. Mereka mau melabrak sela tapi di tahan oleh Raina. Raina takut itu akan membuat ketidak nyamanam untuk yang lain, dan merusak citra KF.
Raina berpikir keras untuk menaklukkan hati Sela agar dia mau pesan atau perhi dari KF. Akhirnya Raina mendapatkan sebuah ide yang tidak akan di tolak oleh Sela.
Raina" baiklah kalo kamu tidak mau dengar penjelasan kami, gimana kalo aku tantang kamu aja, kalo kamu kalah, kamu mau dilayani oleh saya atau pergi dari KF dan datang lagi mungkin keberuntungan kamu bertemu Boss kami. Bagaimana, tertarik" tantang Raina pada Sele.
Seperti dugaan Raina, Sela tertarik dengan tantangan Raina berikan.
Sela" ok, gue terima tantangan Lo, emang apa tantangan Lo, cepat jangan lelet" ucapnya tidak sabar menerima tantangan Raina.
Raina" simpel, teka-teki, udah siapkan, dan kamu harus pegang janji kamu tadi, kalo gak, berarti kamu orang yang gak tepat janji dan gak bisa di andalin ni" Raina memprovokasi Sela agar ingat janji dan takut jika dia tidak menepati janjinya dia bisa di cap cewe yang gak bisa diandalin.
Sela" ok, Lo bisa pegang kata-kata gue tadi, dan kalian di sini semua menjadi saksinya"
Raina" ok, dengar baik-baik ya, siapa aku, jika kalian tidur aku berdiri atau tegak, tapi jika kalian berdiri aku yang tidur"
Mereka semua berpikir apa jawabannya.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗