
Raina dan rombongan pulang ke kota jam 4 sore setelah sholat Asar berjemaah, mereka pulang beriring-iringan.
Raina naik Mobil bersama Malvin, dan Levi adik iparnya, dan juga supir. Mobil kedua di bawal oleh Alvian, bersama Anggun, dan Aini. Mobil ketiga di bawah oleh Revin bersama Agus, Dini dan Nina. Dan Mobil terakhir di bawah Oleh Nino, Ivan dan Gagas.
Dan juga di ikuti oleh beberapa anak buah Malvin yang terlatih untuk berjaga-jaga mengantisivasi jika ada yang berniat jahat sama mereka.
Malvin teroma kejadian naas yang menimpahnya 5 tahun lalu. Itu lah sebebnya mereka diikuti sama Anak buahnya di mobil belakang.
Merekan bercerita, barcanda gurau agar mereka tidak suntuk dalam mobil, karena perjalan ke kota lumayan lama.
Levi" mbk Ina, mbk serem iiiih kalo lagi marah, adek jadi takut kalo liat mbak marah tadi, adek gak nyangka loh mbak bisa galak kayak singa betina lagi ngamuk" cerocos Levi.
Raina" itu karena mbk udah saking kesalnya dek, mbk ngomong udah dua kali gak ada yang dengar, pertama mbak masih nahan emosi mbk, mbak ngomong lagi masih aja gak di hiraukan, jadi nambah tingkat emosi mbak" jelas Raian ke adik iparnya.
Levi" oh gitu ya, maaf mbak tadi udah buat mbak kesal, adek sayang sama mbk" ucap Levi yang manja ke kakak iparnya.
Maklum saja Levi tidak punya kakak perempuan untuk bermanjaan, kakaknya sibuk kerja di kantor, ibu dan ayah sibuk dengan kehiatannya masing-masing, walaupun gitu mereka banyak menghabiskan waktu dirumah dari pada di luar.
Raina" mbak juga sayang sama adek, dek tamat SMA nanti mau kuliahnya dimana, di luar apa di dalam aja" tanya Raina ma adik iparnya.
Levi" menurut mbak adek kuliah dimana" Levi memintah pendapatdari kakak Iparnya.
Raina" menurut mbak, dimana aja kita kuliah, itu gak penting, kalo itu hanya untuk gengsi sama yang lain, dan agar dipuji karna kuliah di luar Negri, tapi mamfaat nya Nol, sama aja boong dek, pahamkan maksud mbak" Raina memberi saran agar adiknya kuliah bukan untuk pamer atau dapat pujian, yang dia mau adiknya bisa berhasil dan dapat mengamalkan untuk sirinya dan yang lain.
Malvin merasa beruntung memdapatkan cinta Raina, dan menjadi suaminya. Karena dia tidak mengajarkan hal-hal butuk ke semua orang terdekatnya.
Pak Beni supir Keluarga Malhendra pun ikut senang karena majikannya mendapat calon Istri yang cantik, solehah, baik dan juga tulus ke semua orang yang dia sayangi.
Pak Beni" alhamdulillah aden dapat calon bini yang seperti neng Raina, udah cantik, baik, tulus, dan solehah lagi, menantu idaman banget de, coba bapak punya anak laki-laki yang belum nikah, pengen punya anak mantu kayak neng Raina. Gumannya dalam hati.
Di mobil Sahabat sekaligus orang kepercaan Malvin.
__ADS_1
Gagas" waw, gue gak nyangkah kalo calon Nyomud kita galak juga kalo lagi marah, tambah lagi tatapannya ke kita kayak mau membunuh kita aja" ucapnya keren ke Raian.
Nino" iya, padalah dia tu kalo ngomong biasanya lembut jarang banget menggunakan nada tinggi, kalo dengernya lagi ngomong enak banget, tapi tapi busyet deh, galak banget, cocok banget tu sama bos Malvin"
Ivan" mungkin mereka memang jodoh yang tentukan Allah, lewat pertemuan 5 tahun lalu, coba kita bayangkan bagaiman kalo mereka gak bertemu dalam kejadian naas yang menimpah Boss Malvin, kita gak akan dapat melihat Boss Malvin lagi" kata Ivan membayangkan kejadian pertemuan Boss dan calon Istrinya"
Nino dan Gagas mengingat kembali kejadian naas yang terjadi sama sahabatnya yang mereka dengar langsung dari sahabatnya, dan itu menjadi sesal Gagas kenapa dia tidak ada di samping Bossnya.
Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Berbeda di Mobil Alvian mereka tertawa saat melihat ekspresi dari sahabat Malvin. Mereka terkejut saat Raina marah dan menggumakan kata-kata kasar.
Mungkin mereka tidak menyangkah bahwa Raina bisa marah segalak itu. Dan tatapan membunuh yang Raina berikan sama mereka.
Anggun" Ai, Lo lihat gak tadi wajah mereka yang kaget pas tau Raina bisa marah dan galaknya minta ampun" ucap Anggun ke Aini.
Aini" iya tu Gun, mungkin mereka gak nyangkah aja Raina yang mereka kenal kan cantik, lembut, baik hati dan Solehah. Jadi gak mungkin bisa marah sampai segitunya.
Alvian" ingat banget lah, kita kena semprot Raina, dia marah banget sama kita yang gak kasih kabar kalo kita datang telat" jawab Alvian.
Flashback On
Raina dan sahabatnya janjian mau ke panti asuhan untuk bakti sosial mereka, yang biasa mereka lakukan sebulan sekali.
Raina dan yang lain suda sampai di panti Asuan tujuan bakti sosial mereka, cuma Alvian dan Aini yang belum datang.
Sudah setengah jam lebih Raina dan yang lain menunggu Alvian dan Aini tapi mereka belum sampai juga, yang membuat Raina kesal dan marah, udah tau telat kenapa tidak mengabari mereka. Mungkin mereka tidak akan kesal dibuatnya.
Raina" Gun, Ada kabar dari mereka, mungkin mereka mau hubungi aku HP aku mati" tanyanya ke Anggun mungkin aja mereka menghubungi Anggun.
Anggun" gak ada Na, coba tanya yang lainya mungkin mereka ada di chat sama Vian tau Ai" jawab Anggun dan meminta Raina bertanya sama yang lainnya.
__ADS_1
Raina" apa Ada Vian atau Aini WA ke kalian" tanya raina ke yang lainya.
"Gak ada" jawab mereka.
Raian istigfar karena perasaannya tidak enak, dan membuat dia takut karena sampai saat ini tidak ada kabar dari mereka.
Raina" astagfirullah, ya Allah lindungi mereka dari hal yang tidak kami inginkan.
Tidak lama Alvian dan Aini datang juga. Mereka turun dari mobil dan menhampiri mereka.
Anggun" Na tu mereka datang juga. Bikin orang kesal aja mereka.
Raina menoleh kebelakan melihat Aini dan Alvian berjalan arah mereka.
Alvian" maaf kami telas" kata Alvian minta maaf.
Raina" bagus ya kalian, udah telat gak ngasi kita kabar, apa kalian gak mikir kita hah, kami nunggu kalian hampir sejam, setidaknya kasih kami kabar, biar kami gak berpikiran yang gak-gak kekalian. Asal kalian tau aja ya, aku tu khawatir banget sama kalian tu, hati aku gak tenang takut kalian terkenah musibah dan kami gak bisa bantu kalian. Tau gak sih hah" tetiaknya menangis mengeluarkan kemarahannya bercampur kecemasan pada mereka.
Mereka terkejut melihat Raina meluapkan kemarahan dan kecemasannya dan menagis karena cemas takut terjadi sesuatu yang tidak dia harapkan.
Raina" alhamdulillah kalian gak kenapa-napa, aku gak bisa bayangkan bagaimana sedihnya tante dan om jika tau kalo terjadi sesuatu sama anak-anak mereka" ucap Raina menangis dan sudah tenang.
Raina memeluk Aini dan menagis bersykur katena sahabatnya selamat sampai tujuan.
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
__ADS_1
🤗🤗🤗