Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Penerus Malhendra


__ADS_3

Di kediaman Malhendra


Semua orang sekarang berada di Kediaman Malhendra dan menunggu kabar tentang Raina.


Saat ini Dokter sedang memeriksa keadaan Raina. Setelah selesai memeriksa Raina Dokter tersenyum kepada Malvin dan berkata " selamat Tuan, sebentar anda akan jadi ayah"


"Ayah," Malvin masih mencernah baik-baik penjelasan Dokter tapi otaknya belum terkoneksi dengan penjelasan Dokter, masih dalam kebingungan.


Dokter tersenyum melihat kebingunan orang yang ada di depannya saat ini. "Selamat Tuan, istri tuan sedang hamil 2 minggu dan anda sebentar lagi menjadi orang tua" Jelas Dokter lebih rincih menjelaskannya.


"Hamil" kata Malvin.


"maksut Dokter istri saya-" kata Malvin mengulang ucapan saat dia mengerti dari penjelasan Dokter.


"Benar tuan, istri anda hamil dan saat ini janinnya baru berusia 2 minggu, masih sangat Rawan keguguran, harus di jaga kondisi istri anda juga makananya, dan mood istri anda itu sangat berpengaruh dengan janin yang dia kandung." Jelas Dokter.


Malvin sangat bahagia, sebentar lagi ia akan menjadi orang tua, akan ada tangis bayi di rumahnya, akan ada pengobat di saat dia lelah dengan pekerjaannya. Malvin bersujud syukur, di balik kejadian ini ada kebagiaan sedang menghampiri mereka.


Malvin mencium kening istrinya yang sedang istirahat. "Makasih, sayang nya mas. Sekarang didalan rahimmu ada anak kita (mengelus perut Raina), mas akan jaga anak kita dan kamu sebaik-baiknya, kamu tidak perluh kawatir dengan keselamat mereka, mas akan melindungi mereka. Kamu harus bahagia ya sayang, agar anak kita juga bahagia di dalam sisi."

__ADS_1


Dokter tersenyum melihat Tuannya begitu perhatian terhadap istrinya, bukan itu saja dia juga senang bisa menjadi Dokter pribadi keluarga Malhendra, bukan masalah gaji mereka tapi mereka juga menjaga keselamatan keluarganya. Terutama mereka sangat ramah terhadap orang yang bekerja dengan mereka.


Dokter keluar bersama Malvin, Raina masih membutuhkan istirahan. Gagas mengantar Dokter Anwar sampai depan pintu Rumah.


Saat ini mereka menunggu penjelasan dari Malvin, mereka sangat penasaran dengan kondisi Raina, karena sampai saat ini Raina belum juga sadar.


Sebelum Malvin bercerita tentang kondisi Raina istrinya, Malvin meminta yang ada di kediamannya untuk bisa tidak membocorkan informasi yang mereka dengar saat ini karena bisa membahayakan keselamatan Raina dan janinnya.


"Selum aku menjelaskan keaadaan Raina saat ini, aku pinta jangan sampai membocorkan keluar, kalian akan mengerti maksud perkataanku ini saat kalian tau bagaimana kondisi Raina. Kalian paham. Ucapnya.


Mereka semua mengangguk paham dengan yang di katakan oleh Malvin. Malvin malvin menjelaskan keaadaan Raina saat ini. Mereka terkejut dan bahagia sebentar lagi mereka akan kedatangan anggota baru menanbah kebahagian mereka.


"Apaaaaaa?" Hesteris mereka mendengar kabar bahagia dari Malvin.


Kami akan jasi nenek sama kakek, wah bahagaianya, aku bisa mendengar tangis bayi, bisa main dengan cucuku, Pa kita sekarang jadi nenek sama kakek, mbak kita akan jadi nenek, aku bahagia sekali" kata Mama Sofia antusian, kebahagian terlihat di raut wajahnya.


"Iya Ma, Papa juga bahagia, penerus keluarga kita sebentar lagi hadir memberi kebahagiaan yang kita nantikan." Ucap Papa Deri tersenyum bahagia "selamat Kak, sebentar lagi ada tangin bayi di keluarga kita, dan kakak jadi seorang ayah, jadilah suami dan ayah panutan anak mu nanti jika dia sudah dewasa, dia akan melihat bagaimana ayahnya menyayangi dan menjaga dirinya dan ibunya. Seperti dirimu saat ini, kakak sudah berhasil menjadi suami yang baik, Papa bahagia nak. Papa lega karena Papa bisa memberi contoh yang baik untuk anak-anak Papa." Papa Deri begitu bangga pada anak sulungnya.


"Horeeee kita sekarang mau punya keponakan, asyik nya di panggil Aunty sama Uncle. Hay Aunty-aunty cantik, dan hay Uncle-uncle tampan" Levi sangat bahagia bisa menjadi tante, di juga menirukan suara anak kecil menyapa semua sahabat kakak dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Hay juga Aunty Levi" mereka mebalas sapaan Levi.


Mereka tertawa bahagia bersama mendengar celotehan Levi yang menirukan suara anak kecil. Hanyut dalam kebahagian.


"Terimakasih ya Allah engkau mempercaikan kepada kami, engkau sudah titipkan buah hati kami ditengah-tengah kami, jaga istri dan anak yang sedang istriku kandung, beri kami kekuatan dalam menghadapi masalah yang sedang kami hadapi ya Allah. Sayang, terimah kasih engkau sudah memberi hadia yang sangat beharga dalam hidupku, kamu juga hadia terindah yang Allah berikan kepadaku dan keluarga Malhendra." Malvin membatin.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku


- Cewe Bar-bar Jodoh ku

__ADS_1


__ADS_2