
Nino menanyakan kepada bos sekaligus sahabatnya, apa yang ingin dia lakukan untuk membuat Vania mundur bahkan menjauhi dia selama-lamanya.
Nino" bos, apa rencana bos agar mak lampir tu hilang dari pandangan kita, gue aja jijik liatnya, apa lagi bos (ocehnya jijik melihat wanita itu setiap kali mereka bertemu)
Malvin" (senyem devil) tenang, gue udah punya rencana yang bisa membuat dia tidak bisa mengganggu hubungan gue sama Raina lagi.
Ivan" (penasaran) bagi tau dong bos sama kita-kita, apa rencana yang sedang bos pikirkan, agar kita bisa bantu bos.
Gagas" (penasaran) iya bos. gue yakin rencana ini bisa membuat dia tidak bisa berkutik lagi. (melihat tatapan membunuh bosnya)
Malvin" mau tau (tersenyum) jangan kaget ya dengan apa yang akan gue katakan. rencananya........ pikir sendiri hahahaha (puas membuat sahabat penasaran)
Nino" booooos, yang serius dong. (kesal sudah dipermainkan)
Malvin" iya ya, dengar baik-baik ya. rencananya gue akan pura-pura tertarik sama dia, setelah itu kita mulai beraksi. Gue ajak dia ke makan malam, pasti dia akan melakukan segala cara membuat gue jadi miliknya, lo Gas, pantau kami dari jauh, apapun yang dia lakukan setelah gue tinggsl ke toilet, dan tugas lo Van, ngalihin perhatian Vania agar bisa gue tukar minumannya kalo dia masuk sesuatu di minuman gue. dan yang terakhir, tugas lo No, jika benar dugaan gue kalo dia mau jebak gue, kita balik jebak dia. dan lo siapin kamar sama pria yang suka sama Vania. untuk masalah cowok tu, lo cari tau. gimana dengan rencana gue, apa kalian setuju. (ucap Malvin menjelaskan rencananya kepada sahabatanya untuk membuat Vania tidak menggangu dia lagi)
Nino" (kagum sama bosnya memiliki rencana yang matang) keren bos rencano lo, bos. kita bermain cantik.
Gagas kagum sama bosnya, rencana selalu sangat keren, sebelum bertindak dia harus antisipasi apa yang akan terjadi jika dia tidak hati-hati dan selalu menyiapkan rencana untuk melawan pesaingnya, orang yang berhianat dengannya dan orang yang ingin menjebak dirinya.
Gagas" gue sangat bangga miliki bos yang cerdik, dia akan membuat lawannya tidak bisa berkutik atau menyesal sudah mencoba-coba mengusik kedamaian nya. (Van, Vania, lo akan nyesal banget udah berani nanggu singa jantan lagi diam, jika dia ngamuk, lo akan habis dibuatnya, masa depan lo hancur, masuk penjara dan karir lo pasti hancur, batin Gagas) bos, kapan rencana ini akan kita mulai (tanya Gagas pada bosnya)
Malvin" tunggu gue pulang dari sini, dah dulu gue tutup telponnya, gue mau cek Raina dulu, apa dia udah sadar dari pinsangnya tadi. Assalamualaikum. (kata malvin menutup telponnya)
Semuanya" waalaikumsalam (jawab mereka bersama-sama)
Fleasbeck of
Malvin" dan ini waktu nya gue jalanin rencana gue untuk dekatin dia, lusa gue ajak dia makan malam bareng. kalian siap di belakan gue.
Ivan" ok bos, siap laksanakan, moga rencana kita berjalan lancar. (harapan ivan)
Nino" harus dong berhasil, agar bos kita cepat nikahi kakak ipar. gue pengen main masa ponaan gue. aamiiin.
Ivan" aamiiin, gue berdoa sama tuhan, secepatnya masalah ini selesai.
Malvin" aamiiin, semoga masalah ini cepat selesai, gue akan bawa Raina menemui keluarga gue, saat lamaran nanti bantu gue ya. dan yang ngurus resepsi gue nanti gue serahin sama kalian semua, apa kalian sedia. (kata Malvin meminta bantuan sahabatnya dan dijawab anggukkan oleh mereka semua)
Malvin sangat senang memiliki mereka sebagai orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya, yang selalu mendukung dan membantunya menghadapi orang-orang yang ingin kehancurannya dan orang mendekatinya bukan karena cinta tulus tapi karena kekayaannya dan kenyamanan masa depan.
Terhitung hari ini Malvin mulai mendekati Vania. dengan bersikap manis kepadanya.
Malvin" Van, ambil berkas sana menejer keuangan, dan atar keruangan saya. saya tunggu ya Vania (katanya dengan nada lembut)
__ADS_1
Vania" Baik pak. (jawabnya girang tidak menduga bosnya akan berbica lembut padanya) saya segera ke sama mengambil berkasnya (apa gue gak lagi mimpi ni, bos Malvin ngomong lembus sama gue, batinya)
15 menit kemudian Vania kembali dari ruangan Manager keuangan. segera mengantar keruangan bosnya.
Vania" permisi pak, mau nyerahin berkas yang bapak minta.
Malvin" masuk (printanya pada Vania)
Cekrek
Vania" ini pak berkasnya (katanya meletakkan berkas di atas meja Malvin dan memcuri pandang)
Malvin tau kalau Vania mencuri pandang dengannya, karena dia bisa melihat dengan jelas dari CCTV yang dia hubungkan langsung dengan HP nya, semenjak dia tau bahwa Vania menyukainya dan teropsesi padanya memasang kamera pemantau di ruangannya dan di depan ruangannya.
Malvin" (pura-pura senyum) makasih ya Vania, bisa buatkan saya kopi. (mintanya kepada Vania, dan mau ngetes apa dia berani melakukan hal yang sedang di pikirnya)
Vania" bisa pak, tunggu sebentar (senyum)
Vania keluar, saat di depan pintu bosnya dia melancarkan siasatnya membuat bosnya jatuh di pelukannya, saat yang lain masuk memergoki nya sedang bercumbu dengan bosnya, senyum licik terukir di wajahnya.
Vania" (senyum licik) ini saatnya gue bertindak, lo akan jadi milik gue, gak ada yang bisa mencegah lo nikahin gue, gue tau banget keluarga lo junjung tinggi nilai agama. bentar lagi gue bakalan jadi nyonya Malvin Malhendra.
Malvin senyum seringai, rencananya mulai berjalan, tidak salah dengan dugaannya. Vania akan melakunan sesuai apa yang dipikirnya. dia segera mengirin vidio ke tiga sahabatnya. Sahabatnya tau apa yang harus mereka lakukan.
Malvin" masuk (kata malvin dari dalam ruangannya) (lo mau buat gue jatuh ke tangan lo, jangan ngarep de Van, yang ada lo ancur di tangan gue. guman malvin yang tidak bisa di dengar oleh vania)
Cekrek
Vania" pak ini kopinya (cepat di minum bos, gue gak sabar lo jatuh dalan pelukan gue bos. (senyum) batinnya)
Malvin sebelum mengambil kopi yang di buat oleh Vania dia mengirim sms ke Ivan.
Malvin
💬 Van lo ke keruangan gue sekarang, lo tau kan harus berbuat apa.
Ivan
💬 tau bos, tunggu gue masuk, ulur waktu sampai gue di depan ruangan bos.
Malvin
💬 ok. cepatan. gue udah gak tahan liat dia, jijik gue, pengen muntah liat dia.
__ADS_1
Ivan
💬 sabar bos
Malvin
💬 ok
Mavin mengambil kopi itu tapi dia mangajak Vania ngobrol untum mengulur waktu.
Malvin" (mengambil kopi) Van, ini kamu buat sendiri apa minta dibuatin sama OB (tanyanya)
Vania" (senyum manis) saya yang membuatnya pak, cuma untuk segelas kopi saya bisa membuatnya.
Malvin" (meletakkan kembali kopi dimeja) saya kira bukan, apa gak ngerepotin kamu membuatkan kopi untuk saya, setau saya wanita kebayakan tidak mau repot membuat kopi takut tangannya kena air panas, pasti minta dibuatin oleh OB. (ucapnya sambil melihat CCTV depan depan ruangannya. dan mengirin sama Ivan)
Malvin
💬 siap beraksi
Ivan
💬 ok
Vania" (duuuu kapan diminum kopinya, ngobrol aja dari tadi, takut kelupaan de, (kesalnya) cepat diminum pak. gumannya dalm hati)
Malvin melihat Ivan sudah megang gangang pintu mengambil kopi untuk meminumnya, dia melihat wajah Vania kesal karena dia belum minum kopi yang dia buat. saat Malvin mau minum kopi, wajah Vania kembali senang karena dia pikir rencananya berhasil ternyata.......gagal.
Pryaaarrrr
Suara gelas jatuh, malvin kaget mendengar suara ivan. Sangat terlihat kekesalan di wajah Vania karena rencananya gagal.
Malvin" (pura-pura marah) Ivaaaan, bisa gak masuk ketok pintu dulu, liat ni ulah kamu, gelasnya pecah, baju saya kotor. Vania panggil OB segera ke ruangan saya (perintahnya pada Vania) dan kamu Van, keluar dari ruangan saya (ucapnya pura-pura mengusir Ivan sambil menunjukkan pintu dengan nada tinggi)
""""
Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.
Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,
like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
🤗🤗🤗
__ADS_1