Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Amara Peneror


__ADS_3

"Benar yang dibilang sama Alvian, jangan karena terpokus sama satu titik kita lengah mengawasih yang lainnya. Dari itu kita berbagi tugas supaya rencana kita berjalan lancar untuk mengungkapkan siapa peneror yang sangat meresakan ketenangan kita semua." Malvin ikut membuka suara dari tadi memdengar pendapat dari pada sahabatnya.


Mereka membagi tugas ada yang mengontrol CCTV dari kediaman Malvin, Perusahaan, rumah ibu Panti dan juga panti. Ada yang mengawas dari jauh sahabat-sahabatnya perempuan mereka takut ada yang yang berbuat jahat pada mereka, itu termasuk titik lemah bagi Raina, dan lainya.


Setelah mereka selesai membagi tugas, mereka berharap peneror dapat di tangkap dan mereka bisa bernafas lega.


Keesokan hari, Raina memikirkan ancaman dari peneror dan ingin mengikuti ancamannya, karena ia rele bekorban asal yang dia sayang tidak mendapat bahaya, ia mulai menjahui suaminya dan berniat untuk pergi dari Rumah suaminya.


"Aku tidak bisa diam saja, kalau aku mengabaikan ancaman itu, mereka yang aku sayang yang akan menjadi korban, (mengelus perut) sayang maafin bunda, bukan bunda tidak ingin bersama ayahmu tapi keadaan yang memaksa bunda menjauhi mereka, bunda takut mereka semua yang akan menjadi korban dari keegoisan bunda yang ingin bersama ayahmu sayang, kamu harus tahu bahwa ayahmu sangat menyayangi kita" ucapnya sambil mengajak bayi yang ada didalam rahinya.


Raina mulai menjahui suaminya, bersikap cuek dan tidak menyipakan keperluan dari pakaian kantor dan lainya. Ia berniat malam hari di saat mereka terlelap dia akan pergi dari rumah.


Malvin melihat perubahan sikap dari Raina yang menjahuinya dan berpikir keras apa Raina yang membuatnya menjahuinya dan bersikap acu tak acu padany, juga tidak menyiapkan semua keperluannya. Sepanjang hari di kantor Malvin masih memikirkan perubahan sikap istrinya.


"Apa yang salah dengan ku? Kenapa dia menjahuiku? Apa itu semua bawaan hormon hamil?


Sepulang dari Kantor Malvin mencari istrinya, tapi istrinya tidak ada di dalam kamar, di dalam kamar mandi pun tidak ada, Malvin mencari keberadaan istrinya ke semua tempat, akhirnya dia menemukan istrinya berasa di taman belakan.


Berjalan mendekati sang istri "Disini tempatmu, dari tadi mas mencarimu" duduk disamping Istrinya.


Raina kaget dengan kehadiran suamiya "Mas, sudah pulang"

__ADS_1


"Iya, tadi mas langsung ke kamar, ada yang ingin mas bicarakan sama kamu, tapi tidak disini" Malvin mengajak istrinya kembali kedalam kamar.


Sesampai di kamar, mereka duduk di sopa, Malvin menceritakan rencananya bersama para sahabatnya agar sang Istri mau mengikuti rencana mereka, dan tudak menjahuinya lagi.


Setelah mendengar rencana Suami dan para sahabatnya, barulah Raina merasa tenang dan mengabaikan teror yang sedang memeror ketenangan mereka.


🌿🌿🌿


Penereror sedang mengamuk karena ancamannya tidak digubris oleh Raina, sebelumnya dia yakin kalau Raina akan melalukan apa yang di inginkan karena keluarganya yang dia cintai akan celaka. Barusan dia mendapatkan laporan dari anak buah yang membuatnya marah.


"Bos, sepertinya rencana kita gagal kali ini."


"Bagaimana bisa gagal??, gue yakin rencana ini bakal buat dia menjahui suaminya"


"Apaaaa??!! Terkejur mendengar laporan dari anak buahnya. "Gak salah ngasih informasi, awas kalo loe bohongin gue, bisa mampus loe di tangan gue!!


"Tidak salah informasi, Boss. Saya jamin informasi ini benar."


"Ya sudah, loe pantau terus, kalo ada perkembangan terbaru langsung karin gue. Ngerti!!


"Baik, Boss."

__ADS_1


Telepon terputus.


"Kurang ajar!!" Membantin semua yang ada di meja rianya. "Dasar ja*lang gak tau malu!!, loe udah rebut calon suami, awas loe!! loe gak gubris ancaman dari gue, berarti loe nantang gue, hah!! Berarti Loe gak sayang lagi sama mereka. (Tersenyum licik) Baiklah gue terima tantangan dari loe."


Marah rencana yang di susun gagal. Kebenciannya terhadap Raina sudah menumpuk.


"Apa yang Malvin lihat dari loe?? Hah!! Penampilan loe, masih modis penampilan gue. Kekayaan, gue menang jauh dari loe. Pendidikan, gue Lulusan dari luar Negeri. Gue gak akan nyerah untuk pisahin kalian, karena Malvin hanya pantas bersanding sama Gue."


Mencoba menenangkan dirinya sendiri, karena dia tidak boleh menyerah merebut Malvin dari Raina.


"Jangan senang dulu karna loe udah jadi menantu Malhendra, bahaya akan selalu mengintai keluarga loe, akibat dari loe abaikan ancaman Gue. Rencana gue masih banyak untuk memisahkan loe dari Malvin, gagal rencana A masih ada Planning yang lainnya" senyum jahat.


""""


Salam manis πŸ€—πŸ€— dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... πŸ₯°πŸ₯°


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,

__ADS_1


- Istri Tomboyku


- Cewe Bar-bar Jodoh ku


__ADS_2