Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Kamu Cuma Masa Lalu Suamiku


__ADS_3

Habis istirahat Raina bersama Malvin pergi ke Mall, mereka makan siang sana, Raina dan Malvin menyanatap makan siangnya dengan nikmat.


Mereka beranjak dari Restoran menuju tempat toko perlengkapan sekolah, dan makanan. Raina berniat untuk membelikan mereka perlengkapan sekolah seperti, buku, pena, penghapus, buku gambar, pencil dan yang lainnya.


Raina pusing berapa banyak yang harus dia beli, karena anak di panti juga banyak, dan untuk Raiden yang lainnya. Malvin melihat istrinya lagi kebungungan, dia menyarankan beli yang banyak, tidak apa lebih dari pada kurang, lebihnya bisa untuk simpanan mereka.


Raina tidak sampai hati ingin merepotin suaminya, dia tau suaminya pasti tidak merasa keberatan jika dia menghabiskan uangnya, tapi Raina tetap tidak sampai hati. Raina mengingat-ingat berapa anak yang sudah sekolah, untuk yang belum sekolah dia memberikan buku bergambar dan pensil warna mengajarkan mereka bergambar sebelum sekolah.


Raina akhirnya ingat berapa adiknya yang sudah sekolah, dia membeli buku tulis 10 pak, buka gambar 3 pak, dan lainnya.


Raina menatangi pegawai memberi tau apa saja yang ingin dia beli.


Raina" mbak" sapanya.


Pegawai" iya mbak, ada yang bisa saya bantu." Balas pegawai dengan sopan.


Raina" saya mau beli buku tulis 10 pak, pena dan pensilnya sama-sama 6 kotak, penghapusnya 2 kotak aja, tip exnya 10 buah, buka gambarnya 20 yang ukuran 3A, pensil warnanya juga 20. Penggarisnya 10 aja, juga buku bergambar mengenal hurup dan angka, buku kisah para nabi. Sepertinya itu aja mbak, saya tunggu disana ya mbak, nanti kalo semua sudah panggil saya mbak, sebelumnya makasih, maaf merepotin mbak." Jelas Raina panjang lebar.


Pegawai" iya mbak, tidak apa apa, itu sudah jadi tugas saya, baiklah mbak, jika semuanya sudah terkumpul, nanti saya panggil mbak." Ucapnya dengan senyum.


Raina" iya mbak, makasih ya sekali lagi." Ucap Raina, setelah itu dia meninggalkan pegawai berjalan menuju suaminya.


Raina duduk di kursi tunggu, disamping suaminya.

__ADS_1


Raina" mas, bener gak papa ni, kalo aku habisin uang mas untuk keperluan adek-adek ku, aku gak loh mas, itu bukan sedikit, nanti kalo punya kerja aku ganti de uang mas itu." Katanya tidak enak hati memakai uang suaminya untuk keperluan adik-adiknya, itu semua tanggung jawabnya.


Malvin" (tertawa) kamu ini ya, mas gak sama sekali keberatan sayang, uang mas juga uang kamu sayang, untuk apa mas kerja capek-capek kalo bukan untuk menyenangkan hati istri mas, mas malahan senang, uang mas kamu gunakan untuk kebaikan bukan keburukan, seperti ini membantu adik-adik mu, dan sekarang mereka juga adik-adik mas, mas tau ini semua tanggung jawab kamu sebagai kakak mereka, sekarang kan kita sudah menikah, jadi cobalah berbagi beban sama mas, mas ini bukan orang lain lagi tapi suami kamu, ingat itu." Ucapnya tertawa mendengar ucapan istriny ingin mengembalikan uang yang dia pakai untuk keperluan adik-adiknya.


Sungguh hati yang mulia, dia tidak pernah memikir kebahagiannya saja, orang terdekatnya juga menjadi beban pikirannya, padalah mereka tidak memiliki ikatan darah tapi mereka seperti keluarga kandung. Raina tau bagaimana hidup tanpa kasih sayang orang tua, lebih parah mereka tinggal bersama, juga di usir dari rumah mereka, mendingan anak-anak di panti kecil atau menang ditinggalkan dipanti.


Memang itu semua sama saja, sama-sama tidak perhatikan dan memdapat kasih sayang orang tua. Oleh sebab itu, Raina ingin memberi mereka kasih sayang seorang kakak yang sama besarnya seperti kasih sayang orang tua.


Raina" hehehe, maaf mas Raina berpikiran begitu, maaf membuat mas tersinggung dengan ucapan aku." Kata Raina menundukkan kepalanya dirinya telah menyinggung suaminya.


Malvin" sayang, lihat mas dong, kenapa kamu nunduk kepala, jangan gini sayang, mas ikut sedih jadinya." Malvin megakat dagu istrinya agar melihat dia.


Raina" (berkaca-kaca) mas maaf, bukan maksud aku ingin membuat mas bersedih, sungguh mas aku...." Raina menangis.


Malvin" sudah dong sayang, gak malu dilihatin orang kalo kamu nangis, nanti mereka berpikir aku nyatikin kamu lagi. Sudah ya, cuci mukamu agar tidak sembab lagi, mas disini." Malvin menenagkan istrinya yang sedang menangis. Malvin juga memintah istrinya ke toilet mencuci mukanya, mungkin bisa membuatnya segar kembali setela mencuci muka.


Raina" (ya Allah aku lupa kalo kami sedang di tempat umum, malunya aku, tambah lagi membuat suamiku menjadi penjahat yang menyakiti istrinya. Benar aku buruh udara segar dan ke toilet untuk membasuh wajahku." Batinnya. ) Mas aku toilet sebentar ya." Raina berjalan ke arah toilet berada.


Di depan toilet Raina tidak sengajah bertemu wanita masa lalu suaminya, wanita itu melihat Raina dengan kebencian, karena Malvin memilih bersama Raina. Bukan kembali kepadanya. Dia tidak terima kalau Raina yang menjadi istri Mantannya, jauh lebih dari dia segala-galanya.


Delia" oh ada nyonya Malvin, katanya lagi shoping ni, Dari penampilan lo jauh di bawah gue, gue gak yakin Malvin suka lo, apa lo pelet dia agar dia suka sama lo, gue tau tipe Malvin, dan gue kenal Malvin jauh sebelum lo kenal dia, dia suka yang seperti gue. Andai aja kalo gue gak melanjutkan stady sama karir gue, mungkin sekarang gue yang ada di posisi lo saat ini." Ucapnya berbangga diri merasa Raina jauh dibawahnya, dia menghina raina juga menuduh Raina main dukun untuk mendapatkan Malvin.


Dia tidak tau kalau Raina sudah mengetahui bahwa dia meninggalkan Malvin bukan karena ingin melanjutkan stady tapi takut miskin karena dia tau Malvin cuma orang biasa bukan seperti apa yang dia bayangkan.

__ADS_1


Raina" sudah ngomongnya, sana keluar kan udah selesai ngomongnya." Jawab Raina santai, menyuruh mantan suaminya keluar.


Delia" kamu !!" Delia tidak terima Raina mengabaikan omongannya.


Raina" apa ?, masih ada yang belum kamu omongkan ke aku, silakan aku gak terpengaruh." Ucap Raina membuat Delia membelalak kaget dia kira Raina cuma gadis lemah mudah ditindas ternyata dia salah. Tidak tepengaruh dengan kata-katanya.


Delia" kurang ajar kamu" ucapnya mau menampar Raina, dengan cepat Raina menangkap tangan Delia.


Raina" kamu kira aku mudah ditindas, kamu salah besar, kamu berbangga diri karena merasa jauh berada di atas aku dari segi apapun, status, dan penampilan. Hehehe, kamu salah besar, suami aku mencari pasangan bukan karena status juga penampilan, untuk apa status terpandang kalo melikili ahlak yang tidak terdidik, dan juga penampilan kamu ini membuat suami aku jijik melihat mu, mungkin dulu dia suka sama kamu karena kamu belum berubah begini dan masih polos. Apa kamu tidak takut dosa karena mempertonton aurat kamu kepada semua laki-laki bukan mahrom mu, dan aku tegaskan lagi sama kamu, kamu cuma masa lalu suamiku, dan masa depan suamiku bersamaku. Tapi jika ini terulang lagi aku gak akan tinggal dian. Ingat itu baik-baik, aku masih berbaik hati sama kamu kalo tidak kamu bisa berakhir di penjara" Raina menatap Delia dengan tatapan membunuh, suasana berubah mencekap.


Delia menciut ketakutan melihat Raina berubah menjadi kejam dan ganas, aura membunuh terpancar dari mata Raina.


Raina akan menjadi ganas juga kejam, jika ada yang ingin merebut miliknya, cukup dulu dia selalu mengalah karena orang terdekatnya terancan. Sekarang dia sudah tidak seperti dulu, mungkin pengalamannya membuat berubah untuk melindungi miliknya. Apapun yang terjadi padanya dia harus berani menghadapinya, karena dia sudah ada pendukung yaitu suami dan keluarganya.


Delia" hah, kenapa gue naas gini ya, gue kira istri Malvin mudah gue provokasi dan ditindas, lah ini aku yang jadi takut sama dia, aura membunuhnya sanang kuat, bisa-bisa aku dibunu beneran kalo aku provokasinya lagi, lebih baik aku menghindar dari dia, dan juga melupakan niat aku mau balikan sama suaminya, bukannya balikan tapi menghilang." Batinnya.


Delia keluar dengan ketakutan, dia salah mencari musuh. Raina keluar, seperti tidak terjadi apa-apa, dengan senyuman manis.


Tanpa Raina duga ternyata Aini sahabatnya di sana, saat dia mau keluar dia mendengar pertengkaran antara Raina dengan Delia, dia tidak menduga ada yang berani menggu sahabatnya, niat ingin menolong, tapi diurungnya setelah mendengar ucapan sahabatnya, untuk apa dia kawatir karena sahabtnya pasti bisa menghadapi pelakor.


Tebakannya tepat, dia hanya senyum, yang membuatnya senyum karena sahabatnya sudah berubah menjadi singa betina yang sedang menghadapi musuh yang menggu ketenangannya.


Aini" singa betina udah bangun, bisa habis wanita pelakor itu sama dia, lo itu bukan lawannya. Dia ngamuk karena ada yang mengganggunya, kalo tidak dia tidak akan mengamuk. Ini bisa menjdi berita menggemparkan di grup chat ni (seringai Aini)" Guman Aini dalan hatinya.

__ADS_1


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


__ADS_2