Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Memulai Rencana


__ADS_3

Diirumah minimalis, berbaring perempuan paru baya menangis merindukan anak-anak yang dia telantarkan, bahkan hati kecilnya menolak menelantarkan anak-anak tapi ancaman suaminya membuatnya tidak berdaya. Kini yang ada penyesalan dalam dirinya, mengapa dia tidak berani melawan suaminya saat itu ? Mungkin saat ini dia bisa besama kedua anak-anaknya.


Dia tidak tahu kabar anak-anaknya, apa mereka bisa menjalani hidup mereka setelah dia dan suaminya mengusir dari rumah peninggalan ibu mertuanya.


"Kak, maafin ibu kak, tidak bisa melawan ayahmu hiks hiks, ibu saat ingin mengasuh dan membesarkanmu juga adikku, memberih kasih sayang ibu pada kalian hiks hiks. Tapi apa daya ibu, jika ibu memaksa ingin melawan ayahmu kalian akan dia siksanya, ibu tidak sanggup kalau melihat kalian di siksa di depan mata ibu, dari itu ibu tidak bisa mencurahkan kasih sayang ibu pada kalian, kak Ina, dek Iden maafin ibu yang tidak berdaya. Semoga kalian di luar sana bahagia dan dapat kasih sayang ibu dari orang lain." Ibu Raina menangis terseduh-seduh memeluk baju kedua anaknya.


Kerinduan seorang ibu pada anak-anaknya tidak bisa di salurkan. Di luar kamar sang suami menyandarkan tubuhnya di balik dinding mendegarkan semua jeritan hati seorang ibu yang merindukan dan membutuhkan anak-anaknya saat terakhirnya. Membuat hati suami sesak mendengar tangisan istrinya, sungguh kejam dirinya saat itu, demi kebebasan dan tidak ingin terbebani dengan biaya yang akan dia keluarkan jika dia mengurus dan merawat anak-anaknya. Jika saat itu ibu tidak mencega ia, mungkin dia sudah menjadi pembunuh anak-anaknya. Sekarang penyesalan yang menyiksa dirinya karena kekasalahan yang dia perbuat dimasa lalu.


Dia bertekat mempertemukan ibu dan anak, walaupun sang anak tidak mau memaafkan dirinya. Dia ingin menebus kesalahannya dimasa lalu.


Dia menghampiri istrinya dikamar. Duduk disamping istrinya sambil memengan tangan istrinya. "Ziva, maafin mas, maafin semua kesalahan mas, semua salah mas membuat kamu terpisah dengan anak-anak, mengacuhkan mereka, berpura-pura tidak menginginkan mereka, padahal hatimu sangat ingin mereka hadir dan juga bisa merawat mereka. Memberi kasih sayang ibu, karena takut dengan ancaman mas kau mengalah asalkan anak-anak tidak disiksa oleh mas, maaf Ziva. Mas janji akan memperbaiki semuanya, mempertemukan kamu dengan anak-anak. Tapi kamu harus sehat dan minum obat ya, maukan Ziva bertemu dengan anak-anakmu."


Hati Ziva sesak mendengar kata maaf suaminya, sulit baginya memaafkan kesalahan yang suaminya perbuat, tapi dia masih tetap suaminya. Ingin dia membunuh suaminya itu tidak dosa. Dia tetap mendengarkan sampai akhir, hatinya bersorak bahagia suaminya ingin mempertemukan dirinya dengan anak-anaknya. Sungguh hatinya sangat senang dan tidak sabar ingin bertemu mereka melepaskan semua kerinduannya, menyelesaikan kesalah pahaman antar dirinya dengan anak-ananya.

__ADS_1


Ziva bertekat dia harus sehat dan kuat agar saat bertemu mereka dia tidak merepotkan anak-anaknya. Dia menunggu waktu untuk bertemu mereka melepaskan rindu.


Putra keluar dari kamar istrinya, dia mengambil buku harian istrinya yang dia simpan di lemari, dia berniat menemui anaknya sulungnya, memintah maaf dan menjelaskan semua yang dia perbuat kepada kedua anak, agar bisa mempertemukan mereka dengan ibu mereka, buku harian istrinya di jadikan bukti kalau anak-anaknya tudak percaya dengan apa yang dia jelas bahwa ibu mereka tidak bersalah dan sangat sayang kepada mereka.


---------------------------------


Di kediaman Malhendra


Malvin bersama sahabat-sahabatnya membahas rencana untuk menyelesaikan masalah ancaman yang kerap Raina terima.


"Menurut kalian, apa srategi yang kita lakukan, supaya masalah ini terpecakan, dan gak menimbulkan korban jiwa, saat ini juga Raina sedang hamil, jangan sampai dia tau rencana kita." Malvin memintah pendapat sahabat-sahabatnya.


"Langkah pertama kita kerahkan semua anak buah kita mengawasih panti tapi jarak jauh agar musuh tidak curuga dengan kita dan rumah ibu yang di kampung, kita pasangi CCTV 4 penjuru. Itu si pendapat gue" Gagas memberi pendapatnya.

__ADS_1


"Good job, Gas. Ide loe memang sangat kita butuhkan saat ini, tambah dari gue untuk saat ini kita mintah Raina untuk tidak mengikuti rencana di peneror. Karena Raina gak ikutin maunya dia pasti marah dan mulai melancarkan aksinya, saat itu kita punya titik terang siapa yang biasa mengirin paket teror itu.? Bagaimana menurut kalian semua." Ucap Ivan memberi pendapatnya.


"Gue sependapat sama Gagas juga Ivan. Kita juga jangan terlalu fokus dengan keselamatan anak panti, yang ada di dekat kita saat ini juga jangan lepas dari pengawasan kita, takutnya nanti bukan anak panti dan adik-adik Raina yang ada di sana menjadi incarannya bisa jadi kita semua ini incarannya." Ucap Alvian, dia juga memberi pendapat agar mereka tidak melakukan kesalahan karena terlalu fokus satu titik dan menjadi lengah.


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan...


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,

__ADS_1


- Istri Tomboyku


- Cewe Bar-bar Jodoh ku


__ADS_2