Kebahagianku Ada Padamu

Kebahagianku Ada Padamu
Berbahagia Sebelum Ajal Menjemputmu


__ADS_3

Raina menjalankan hari-harinya seperti biasa, dia sudah tidak takut lagi dengan teror-teror yang dia terima beberapa hari yang lalu.


Flashback On


Saat Raina ingin keluar rumah ingin ke swalayan, ia terkejut melihat kotak misterius ada di depan rumah, ia memberanikan diri untuk membuka kotak tersebu, ia terkejut sampai membuat geger seluruh isi rumah.


Semau orang berlarian menuju sumber suara.


"Sayang"/"Raina"/"mbak"/"non" panggil mereka bersamaan.


Malvin melihat istrinya ketakutan langsung mendekap Raina dan membuat Raina lebih tenang.


"Ada apa sayang? Kamu membuat kami semua cemas kalau melihatmu seperti ini," tanya Malvin pada Raina sambil mengelus punggung istrinya.


"Iii…it…tuuu, mas" ucap Raina terbata-bata sambil menunjukan kotak misterius yang sempat ia buka dan terlempar keluar saat ia kaget dan takut dalam isi kotak itu.


"Pak komaar" teriak Papa.


Komar yang merasa suaranya di panggil oleh majikannya berlarian dari belakan.


"Maaf tuan, ada apa ini?" Tanya terkejut melihat semua orang berkumpul di depan pintu.


"Kamu dari mana si!, apa kamu bosan bekerja dengan kami? " papa marah pada pak Komar.


"Maaf tuan, saya dari belakang habis dari toilet," jawabnya dengan tenang. Ia masih bingung apa yang membuat majikannya marah besar dengan dirinya.

__ADS_1


"Kalo mang Komar dari belakang, siapa yang menjaga pos di depan? Kenapa kotak itu sampai ada di depat pintu (Menunjuk arah kotak)? kotak itu yang membuat istri saya ketakutan mang." Malvin bertanya pada satpam.


Mang Komar yang saat ini sedang mendengar semu ucapan adennya. Dan ia baru paham kenapa semua orang berkumpul.


"Maaf aden, saat saya kebelakang tadi tidak melihat kotak itu di depan pintu, di pos kan ada Reno, yang


Jaga saat saya kebelakang, satpam baru itu, den." Jawabnya membela diri karena apa yang dia katakan memang seperti itu. "Kalo aden sama tuan gak percaya sama saya, silakan periksa CCTV depan pintu, saya sudah lama bekerja dengan tuan, mana berani saya membuat ini sama tuan yang sudah berjasa dalam keluarga saya.


"Benar itu, Pa. Mang Komar sudah lama bekerja dengan kita, dia sudah mengenal kita dengan baik. Mama yakin bukan mang Komar yang meletakkan Kota itu di depan pintu. Bukan maksud mama mau membelah mang Komar, mang maaf ya atas kemarahan Tuan yang salah alamat. Sekarang cuba mamang ambil kota itu agar kita tau apa isinya." Mama mencoba mencairkan suasana yang mencekang saat ini.


"Terimakasih, nya. Sudah mengerti saya (menunduk). Baik, nya saya ambil kotak itu dan membawa ke sini." Berjalan ke arah kotak berada.


"Maafin papa, ma. Sudah marah-marah sebelum tau kebenarannya, Papa terbawa emosi melihat menantu kita sampai ketakutan seperti itu" emosi papa sudah kembali tenang saat mendengar penjelasan istrinya.


Sesaat kemudian Mang Komar sudah datang dengan kotak misterius.


Mereka semua mendekat untuk bisa melihat apa isi kotak misterius yang membuat mereka geger.


"astaghfilullah" ucap mereka bersamaan.


"Siapa yang kurang ajar mengirin kotak ini dan membuat menantu Papa sampai ketakutan? Pantan saja Menantu kita ketakutan Ma, ada poto pernikahan mereka yang di lumirih darah dan juga bangkai anak ayam mati dengan penuh darah. Ini ancaman untuk menantu kita karena ada pesan di balik poto itu Ma, "TINGGALKAN DIA JIKA KAMU TIDAK INGIN BERNASIB SEPERTI ANAK AYAM, MATI"


Amarah Papa Deri dan Malvin sangat terlihat di wajah mereka saat ini. Mereka sudah berani mengusik ketengan keluarga mereka.


Malvin meredam emosi dan berpikir bagaimana agar memancing keluar peneror itu. Dalam diammnya Malvin dapat ide akan mengikuti permainannya tapi membuat dia murka karena ancamannya tidak bisa membuat Raina takut dan mengikuti kemauannya.

__ADS_1


Malvin mengetik pesan untuk ayahnya dan semuanya agar tidak panik dan harus tenang, seolah2 kita tidak terbawah emosi dengan apa yang dia kirim, dan untuk istrinya tidak boleh takut kalau dapat kiriman teror lagi.


Terbukti si penelor menyuruh suruhannya mengirim paket tapi hasil tidak sesuai yang dia inginkan. Membuat amara peneror semakin besar ingin melenyapkan Raina.


Flashback Of


"Sayang, ingat pesan Papa ya, kamu tidak boleh takut lagi mulai saat ini, karena itu bisa berdampak sama anak kita dalam kandungan kamu, kamu tidak sendiri ada aku suamimu, Papa, Mama, Levi dan masih ada sahabat-sahabat kita yang akan selalu ada untukmu, kita akan hadapi masalah ini bersama-sama.


*******


Sedangkan di tempat lain sang peneror baru dapat laporan dari suruhannya bahwa Raina tidak takut dengan teror yang dia kirim setiap hari terlihat dari foto Raina sedang bercengkrama dengan semua penghuni Rumah tidak terkecuali para pelayan, koki, tukan kebun dan satpam.


(Meremuk foto di tangannya) Oooh, kamu tidak takut lagi dengan teror yang gue kirim, tidak masalah. Tunggu kedatanganku Raina (tersenyum licik). Berbahagialah sebelum ajal menjemputmu."


""""


Salam manis 🤗🤗 dari penulis untuk semua pembaca yang sudah mampir.


Semoga di beri kesehatan dan tetap bisa beraktivitas,


like, vote, & komen jika terdapat kesalahan dalam penulisan... 🥰🥰


Buka juga Novel baru aku ya kakak, adik yang ganteng dan cantik,


- Istri Tomboyku

__ADS_1


- Cewe Bar-bar Jodoh ku


__ADS_2